METROTODAY, SURABAYA – Kembali bermain di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) sekaligus dipercaya menjadi kapten Garudayaksa FC saat menjamu Persebaya menjadi momen penuh makna sekaligus tantangan berat bagi Andik Vermansah.
Mantan penggawa Persebaya ini mengaku sempat kesulitan tidur menjelang laga tersebut, mengingat sudah tiga tahun tidak tampil di stadion kebanggaan warga Surabaya dan baru kembali bermain reguler di Liga 1.
“Jujur, semalam saya susah tidur. Ini tantangan berat, apalagi tiga tahun terakhir saya sempat di Liga 2. Terakhir kali main di sini mungkin saat membela Madura United. Apalagi dua laga sebelumnya, saya belum mendapat kepercayaan penuh, dan ini pertama kalinya saya masuk pemain inti sekaligus menjadi kapten di sini. Alhamdulillah saya bisa mengontrol semuanya dan pulang membawa satu poin,” jelasnya.
Di hadapan ribuan suporter Bonek, Andik mendapat sambutan beragam, termasuk teriakan dari penonton tuan rumah saat ia menguasai bola. Pemain berpengalaman ini menanggapinya dengan tenang dan tetap fokus pada permainan.
“Itu hal yang lumrah, terjadi di mana-mana. Saya hanya mengalihkan perhatian dan mengingatkan diri sendiri untuk tetap fokus pada permainan,” jelasnya.
Andik tampil tenang sepanjang pertandingan dan berhasil membantu Garudayaksa menahan Persebaya imbang 1–1, membawa pulang satu poin berharga dari kandang Bajol Ijo.
Sementara itu kembalinya Andik ke GBT mengingatkan banyak pihak pada perjalanan kariernya yang bermula di kota pahlawan.
Saat berusia 17 tahun, Andik bergabung dengan tim senior Persebaya dan menjadi salah satu pemain termuda dalam skuad. Ia melakukan debut resminya pada 29 Agustus 2008 melawan Persekabpas Pasuruan. Di Persebaya, bakatnya berkembang pesat dan membukanya jalan ke kancah nasional.
Sejak membela Persebaya, Andik beberapa kali dipanggil memperkuat Timnas Indonesia, termasuk tampil di ajang SEA Games 2011. Namanya mulai melejit di kancah Asia Tenggara, bahkan dijuluki “Si Messi dari Indonesia”.
Puncak ketenarannya kian terasa saat ia tampil membela Indonesia All Stars melawan LA Galaxy di Stadion Gelora Bung Karno.
Dalam pertandingan itu, Andik sempat terkena tekel keras dari bintang dunia David Beckham. Peristiwa itu justru melambungkan namanya; Beckham sendiri memberikan pujian kepada Andik, sekaligus menyerahkan kaosnya sebagai tanda permohonan maaf dan penghormatan. (ahm)


