METROTODAY, SURABAYA – Kawasan kuliner malam legendaris Karang Menjangan yang sudah lama menjadi kebanggaan warga Surabaya kini mulai dibenahi secara menyeluruh.
Penataan menyasar keberadaan pedagang kaki lima, pengaturan lahan parkir, hingga kenyamanan jalur pejalan kaki, agar ruang publik tetap berfungsi baik sekaligus aktivitas ekonomi warga tetap berjalan lancar.
Langkah ini diambil Pemerintah Kota Surabaya sebagai respons atas banyaknya masukan dan aduan warga terkait kendaraan yang terparkir sembarangan di depan lapak pedagang, sehingga sering menghambat arus lalu lintas maupun akses pejalan kaki.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan penataan ini sama sekali bukan bertujuan menghapus keberadaan para pedagang, melainkan menjadikan kawasan yang kaya sejarah ini lebih rapi, bersih, dan nyaman dikunjungi.
“Karang Menjangan itu banyak UMKM dan PKL-nya. Banyak warga yang menyampaikan masukan terkait penataan parkir. Nanti parkirnya kita tata agar lebih bersih dan rapi. Jadi, stan pedagang berada dalam satu deret, sementara area parkir juga ditata pada deret tersendiri,” kata Wali Kota Eri, Rabu (9/9).
Ia menjelaskan pola pengaturan disesuaikan dengan karakteristik kawasan yang membentang panjang, berbeda dengan konsep yang diterapkan di kawasan kuliner Kedungdoro.
Penataan dilakukan bertahap mulai dari mengatur posisi lapak pedagang, baru kemudian menata area parkir agar tidak saling mengganggu.
“PKL-PKL ditata terlebih dahulu, kemudian area parkirnya. Parkirnya jangan sampai tidak tertata dan menyebabkan kemacetan,” ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menjelaskan perbaikan ini bermula dari banyaknya laporan warga melalui layanan pengaduan resmi Pemkot. Selama ini kendaraan roda dua diparkir berantakan tepat di depan setiap lapak, membuat kawasan tampak kumuh dan menyempit jalan.
“Ini menindaklanjuti aduan yang masuk ke hotline Bapak Wali Kota Surabaya terkait carut-marutnya penataan parkir di Jalan Karang Menjangan. Setelah PKL, di depannya dibuat parkir roda dua. Itu sangat kurang rapi dan tidak elok dilihat,” kata Trio.
Nantinya, lahan parkir akan dipusatkan di satu sisi kawasan, disusun memanjang dan teratur, tidak lagi tersebar sembarangan. Pihaknya juga akan menerapkan sistem pembayaran parkir non-tunai lewat QRIS agar lebih tertib, transparan, dan mudah dipantau.
“Parkir roda dua kita bagi areanya supaya semuanya terpusat dan lebih rapi. Setelah berkulinernya di Jalan Karang Menjangan, kami mengimbau masyarakat untuk melakukan pembayaran parkir secara non-tunai menggunakan QRIS,” harapnya.


