Dugaan Kebakaran di Pabrik Detergen Bikin Air Berbusa di Surabaya, PDAM Surya Lakukan Penanganan

METROTODAY, SURABAYA – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PAM) Surya Sembada Kota Surabaya memperkuat sistem pengawasan dan antisipasi kualitas air baku.

Langkah ini diambil setelah terjadinya gangguan pasokan air berwarna keruh dan berbusa yang dikeluhkan sejumlah pelanggan pada Minggu (6/9) lalu.

Salah satu upaya utama yang disepakati adalah pemberian akses langsung ke sistem early warning atau peringatan dini milik Perum Jasa Tirta (PJT) I.

Direktur Utama Perumda Air Minum Surya Sembada, Tias Alvin Papatria, menjelaskan akses tersebut sangat penting agar pihaknya bisa bertindak lebih cepat sebelum dampak pencemaran sampai ke instalasi pengolahan maupun ke rumah warga.

“Saya minta kepada Dirutnya (PJT I) untuk kita punya akses ke early warning tersebut. Sehingga kita sudah antisipasi lebih dulu, dan kita sepakat bahwa PDAM Surabaya akan mendapatkan akses ke early warning tadi,” kata Tias, Rabu (9/9).

Sebelumnya, terdeteksi adanya busa dalam jumlah besar di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Karang Pilang.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan indikasi pencemaran berasal dari air baku sungai Surabaya, yang diduga berkaitan dengan kebakaran di sebuah pabrik detergen milik PT Wings Surya di Desa Tenaru, Kecamatan Driyorejo, Gresik.

“Dari teman-teman di lapangan dugaannya adalah adanya kebakaran pabrik detergen. Yang terbakar itu katanya adalah bahan bakunya, sehingga itu menjadi pencemaran di Sungai Surabaya,” ujarnya.

Segera setelah kejadian, PAM Surya Sembada berkoordinasi erat dengan PJT I untuk melakukan penggelontoran air guna mengencerkan konsentrasi zat pencemar.

Di sisi lain, tim teknis di IPAM juga segera melakukan penanganan khusus dengan penggunaan bahan kimia pengendali agar busa dan kekeruhan dapat diturunkan dengan cepat.

“Alhamdulillah segera pulih, sehingga IPAM kami sudah bisa bekerja normal, dengan optimal, sehingga air yang dihasilkan kembali seperti semula,” kata Tias.

Selain sistem peringatan dini, pihaknya juga merencanakan penambahan sarana penyaringan atau screening di lokasi pengambilan air baku (intake), guna menahan lebih banyak zat pencemar sebelum masuk ke proses pengolahan.

“Kami coba nanti akan membuat diskusi lagi dengan PJT I untuk membuat semacam screening air di intake kami,” ujarnya.

Tias menegaskan bahwa kualitas air yang mengalir hingga ke keran rumah pelanggan adalah prioritas utama. Seluruh parameter kesehatan, termasuk tingkat kekeruhan, akan terus dipantau secara ketat dan berkelanjutan.

“Yang ke rumah pelanggan itu menjadi prioritas kami. Kami memastikan bahwa air yang mengalir sampai ke rumah pelanggan aman untuk dikonsumsi,” tegasnya.

PAM Surya Sembada juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika menemukan kondisi air yang tidak wajar.

Layanan pengaduan dibuka sepanjang waktu melalui Call Center bebas pulsa 0800-192-6666 atau WhatsApp Center 0812-331-6666.

“Para pelanggan menjadi prioritas kami dan mohon untuk tidak ragu-ragu sedikit pun kalau menemukan hal-hal yang mungkin tidak berkenan seperti kekeruhan atau ada busa, segera berkoordinasi dengan kami. Kami online 24 jam,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PAM) Surya Sembada Kota Surabaya memperkuat sistem pengawasan dan antisipasi kualitas air baku.

Langkah ini diambil setelah terjadinya gangguan pasokan air berwarna keruh dan berbusa yang dikeluhkan sejumlah pelanggan pada Minggu (6/9) lalu.

Salah satu upaya utama yang disepakati adalah pemberian akses langsung ke sistem early warning atau peringatan dini milik Perum Jasa Tirta (PJT) I.

Direktur Utama Perumda Air Minum Surya Sembada, Tias Alvin Papatria, menjelaskan akses tersebut sangat penting agar pihaknya bisa bertindak lebih cepat sebelum dampak pencemaran sampai ke instalasi pengolahan maupun ke rumah warga.

“Saya minta kepada Dirutnya (PJT I) untuk kita punya akses ke early warning tersebut. Sehingga kita sudah antisipasi lebih dulu, dan kita sepakat bahwa PDAM Surabaya akan mendapatkan akses ke early warning tadi,” kata Tias, Rabu (9/9).

Sebelumnya, terdeteksi adanya busa dalam jumlah besar di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Karang Pilang.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan indikasi pencemaran berasal dari air baku sungai Surabaya, yang diduga berkaitan dengan kebakaran di sebuah pabrik detergen milik PT Wings Surya di Desa Tenaru, Kecamatan Driyorejo, Gresik.

“Dari teman-teman di lapangan dugaannya adalah adanya kebakaran pabrik detergen. Yang terbakar itu katanya adalah bahan bakunya, sehingga itu menjadi pencemaran di Sungai Surabaya,” ujarnya.

Segera setelah kejadian, PAM Surya Sembada berkoordinasi erat dengan PJT I untuk melakukan penggelontoran air guna mengencerkan konsentrasi zat pencemar.

Di sisi lain, tim teknis di IPAM juga segera melakukan penanganan khusus dengan penggunaan bahan kimia pengendali agar busa dan kekeruhan dapat diturunkan dengan cepat.

“Alhamdulillah segera pulih, sehingga IPAM kami sudah bisa bekerja normal, dengan optimal, sehingga air yang dihasilkan kembali seperti semula,” kata Tias.

Selain sistem peringatan dini, pihaknya juga merencanakan penambahan sarana penyaringan atau screening di lokasi pengambilan air baku (intake), guna menahan lebih banyak zat pencemar sebelum masuk ke proses pengolahan.

“Kami coba nanti akan membuat diskusi lagi dengan PJT I untuk membuat semacam screening air di intake kami,” ujarnya.

Tias menegaskan bahwa kualitas air yang mengalir hingga ke keran rumah pelanggan adalah prioritas utama. Seluruh parameter kesehatan, termasuk tingkat kekeruhan, akan terus dipantau secara ketat dan berkelanjutan.

“Yang ke rumah pelanggan itu menjadi prioritas kami. Kami memastikan bahwa air yang mengalir sampai ke rumah pelanggan aman untuk dikonsumsi,” tegasnya.

PAM Surya Sembada juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika menemukan kondisi air yang tidak wajar.

Layanan pengaduan dibuka sepanjang waktu melalui Call Center bebas pulsa 0800-192-6666 atau WhatsApp Center 0812-331-6666.

“Para pelanggan menjadi prioritas kami dan mohon untuk tidak ragu-ragu sedikit pun kalau menemukan hal-hal yang mungkin tidak berkenan seperti kekeruhan atau ada busa, segera berkoordinasi dengan kami. Kami online 24 jam,” pungkasnya. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait