41.488 Peserta dari MA, MTs, MI Ikuti Olimpiade Madrasah Indonesia via Sistem CAT

METROTODAY, SIDOARJO – Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat kabupaten/kota resmi digelar serentak di seluruh Indonesia mulai Senin (7/9).

Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah peserta terbanyak di seluruh negeri, yakni 41.488 peserta yang berkompetisi lewat 647 Titik Lokasi (Tilok) tersebar di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Sugiyo, menyampaikan angka tersebut merupakan bukti nyata kerja keras dan komitmen luar biasa seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan maupun pelaksanaan ajang ini.

“Tahun ini, Jawa Timur menjadi provinsi dengan peserta terbanyak se-Indonesia, dengan jumlah 41.488 peserta. Angka yang sangat membanggakan. Peserta tersebut akan berkompetisi di 647 titik lokasi yang tersebar di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur,” ujar Sugiyo, Selasa (8/9).

Menurutnya, pencapaian ini tidak terlepas dari kolaborasi erat para Kepala Seksi Penma, Pengawas, Kepala Madrasah, hingga operator yang bekerja siang malam melakukan verifikasi data dan menyiapkan sarana prasarana agar pelaksanaan berjalan lancar.

“Ini bukan angka yang kecil. Ini adalah bukti nyata kerja keras, kolaborasi, dan komitmen luar biasa dari para Kasi, Pengawas, Kepala Madrasah, dan terutama para operator kabupaten/kota yang telah bekerja siang malam melakukan verifikasi dan penyiapan Tilok. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih,” tuturnya.

Sugiyo menekankan bahwa integritas adalah kunci utama. Seluruh pengawas diminta menjaga pelaksanaan sesuai prinsip LUBER JURDIL Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil serta memastikan seluruh prosedur pengawasan daring dipatuhi sepenuhnya.

“Ciptakan suasana yang tenang, nyaman, dan jujur bagi peserta. Ingatkan peserta bahwa juara yang sesungguhnya adalah mereka yang berkompetisi dengan jujur,” imbaunya.

Khusus bagi para operator, ia meminta memastikan kesiapan jaringan, perangkat, dan akun peserta sejak sehari sebelumnya, serta menyiapkan jalur komunikasi cepat untuk mengantisipasi kendala teknis.

METROTODAY, SIDOARJO – Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat kabupaten/kota resmi digelar serentak di seluruh Indonesia mulai Senin (7/9).

Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah peserta terbanyak di seluruh negeri, yakni 41.488 peserta yang berkompetisi lewat 647 Titik Lokasi (Tilok) tersebar di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Sugiyo, menyampaikan angka tersebut merupakan bukti nyata kerja keras dan komitmen luar biasa seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan maupun pelaksanaan ajang ini.

“Tahun ini, Jawa Timur menjadi provinsi dengan peserta terbanyak se-Indonesia, dengan jumlah 41.488 peserta. Angka yang sangat membanggakan. Peserta tersebut akan berkompetisi di 647 titik lokasi yang tersebar di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur,” ujar Sugiyo, Selasa (8/9).

Menurutnya, pencapaian ini tidak terlepas dari kolaborasi erat para Kepala Seksi Penma, Pengawas, Kepala Madrasah, hingga operator yang bekerja siang malam melakukan verifikasi data dan menyiapkan sarana prasarana agar pelaksanaan berjalan lancar.

“Ini bukan angka yang kecil. Ini adalah bukti nyata kerja keras, kolaborasi, dan komitmen luar biasa dari para Kasi, Pengawas, Kepala Madrasah, dan terutama para operator kabupaten/kota yang telah bekerja siang malam melakukan verifikasi dan penyiapan Tilok. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih,” tuturnya.

Sugiyo menekankan bahwa integritas adalah kunci utama. Seluruh pengawas diminta menjaga pelaksanaan sesuai prinsip LUBER JURDIL Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil serta memastikan seluruh prosedur pengawasan daring dipatuhi sepenuhnya.

“Ciptakan suasana yang tenang, nyaman, dan jujur bagi peserta. Ingatkan peserta bahwa juara yang sesungguhnya adalah mereka yang berkompetisi dengan jujur,” imbaunya.

Khusus bagi para operator, ia meminta memastikan kesiapan jaringan, perangkat, dan akun peserta sejak sehari sebelumnya, serta menyiapkan jalur komunikasi cepat untuk mengantisipasi kendala teknis.

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait