“Jika terjadi kendala login, soal tidak muncul, atau koneksi terputus, segera koordinasikan dengan Helpdesk Kanwil sesuai SOP yang telah dibagikan. Jangan panik, tetap tenang,” tegasnya.
Ia berharap dari puluhan ribu peserta ini lahir talenta terbaik yang mampu mengharumkan nama Jawa Timur hingga tingkat nasional, sekaligus mempertahankan predikat juara umum yang diraih tahun lalu.
“Dari 41.488 peserta ini, kita akan mencari yang terbaik untuk mewakili Jawa Timur ke tingkat provinsi. Saya yakin, dari Jatim akan lahir juara-juara nasional. Semoga Jawa Timur dapat meraih juara umum seperti tahun lalu,” harapnya.
“Mari kita sukseskan OMI ini dengan semangat madrasah yang mandiri dan berprestasi. Mari kita jaga bersama agar pelaksanaan online ini berjalan transparan dan akuntabel. Tidak ada ruang untuk kecurangan,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim, Arini Nihayati, melaporkan pelaksanaan hari pertama berjalan mulus tanpa kendala berarti, baik dari sisi jaringan maupun kehadiran peserta.
“Alhamdulillah, pelaksanaan hari pertama berjalan lancar tanpa hambatan, baik dari sisi jaringan maupun peserta. Seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” jelas Arini.
Pelaksanaan OMI tingkat kabupaten/kota berlangsung selama tiga hari berturut-turut, yaitu:
- Senin (7/9): Madrasah Aliyah (MA)
- Selasa (8/9): Madrasah Tsanawiyah (MTs)
- Rabu (9/9): Madrasah Ibtidaiyah (MI)
Seluruh peserta mengikuti ujian menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Pemenang tingkat kabupaten/kota nantinya akan maju mewakili daerahnya ke ajang OMI tingkat Provinsi Jawa Timur.
“Jika terjadi kendala login, soal tidak muncul, atau koneksi terputus, segera koordinasikan dengan Helpdesk Kanwil sesuai SOP yang telah dibagikan. Jangan panik, tetap tenang,” tegasnya.
Ia berharap dari puluhan ribu peserta ini lahir talenta terbaik yang mampu mengharumkan nama Jawa Timur hingga tingkat nasional, sekaligus mempertahankan predikat juara umum yang diraih tahun lalu.
“Dari 41.488 peserta ini, kita akan mencari yang terbaik untuk mewakili Jawa Timur ke tingkat provinsi. Saya yakin, dari Jatim akan lahir juara-juara nasional. Semoga Jawa Timur dapat meraih juara umum seperti tahun lalu,” harapnya.
“Mari kita sukseskan OMI ini dengan semangat madrasah yang mandiri dan berprestasi. Mari kita jaga bersama agar pelaksanaan online ini berjalan transparan dan akuntabel. Tidak ada ruang untuk kecurangan,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim, Arini Nihayati, melaporkan pelaksanaan hari pertama berjalan mulus tanpa kendala berarti, baik dari sisi jaringan maupun kehadiran peserta.
“Alhamdulillah, pelaksanaan hari pertama berjalan lancar tanpa hambatan, baik dari sisi jaringan maupun peserta. Seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” jelas Arini.
Pelaksanaan OMI tingkat kabupaten/kota berlangsung selama tiga hari berturut-turut, yaitu:
- Senin (7/9): Madrasah Aliyah (MA)
- Selasa (8/9): Madrasah Tsanawiyah (MTs)
- Rabu (9/9): Madrasah Ibtidaiyah (MI)
Seluruh peserta mengikuti ujian menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Pemenang tingkat kabupaten/kota nantinya akan maju mewakili daerahnya ke ajang OMI tingkat Provinsi Jawa Timur.