Terkoneksi JLDB, Pelebaran Wiyung–Menganti Bikin Perjalanan ke Gresik–Sidoarjo Lebih Lancar

METROTODAY, SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya terus mempercepat proyek pelebaran Jalan Wiyung hingga Menganti. Langkah ini menjadi strategi utama memperkuat kualitas infrastruktur, melancarkan arus lalu lintas, serta meningkatkan keterhubungan antarwilayah di kawasan Surabaya Barat.

Ruas jalan ini berperan penting sebagai jalur penghubung utama Surabaya dengan Kabupaten Gresik dan Sidoarjo, sehingga peningkatan kapasitasnya juga mendukung kelancaran distribusi barang, jasa, dan mobilitas warga secara menyeluruh.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah, menjelaskan ruas yang dibangun membentang dari perempatan Jalan Babatan Unesa ke arah barat hingga kawasan Wisma Lidah Kulon.

“Jadi, pelebaran Jalan Wiyung Menganti dari perempatan Jalan Babatan Unesa kita ke arah barat sampai dengan Wisma Lidah Kulon,” ujar Hidayat, Selasa (8/9).

Proyek ini merupakan pekerjaan berjangka waktu bertahun-tahun atau multiyears. Sebelumnya pada tahun 2025, pembangunan telah tuntas sepanjang 350 meter. Sementara sisa pembangunan sepanjang 1.900 meter akan diselesaikan bertahap pada kurun waktu 2026–2027.

“Pekerjaan ini multiyears, dikerjakan tahun 2026 dan 2027 sepanjang 1.900 meter. Untuk target tahun 2026 ini kita selesaikan 950 meter,” tuturnya.

Rancangan pembangunan mencakup tiga elemen utama: saluran air, badan jalan, dan trotoar. Saluran air dibangun lebar 5,4 meter menggunakan konstruksi Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP).

Badan jalan dirancang selebar 10 meter, sementara di sisi selatan disiapkan trotoar selebar 3 meter demi menjamin kenyamanan dan keamanan pejalan kaki.

“Jadi, pekerjaan saluran nanti lebarnya 5,4 meter. Kemudian di sebelahnya ada badan jalan selebar 10 meter. Lalu di sisi sebelah selatan akan dibangun trotoar selebar 3 meter sebagai sarana pendukung pejalan kaki,” katanya.

Selain memperluas kapasitas jalan, proyek ini juga dirancang agar terintegrasi sepenuhnya dengan jaringan Jalan Lingkar Dalam Barat (JLDB).

Penyatuan jaringan ini diharapkan mampu mengurangi titik kemacetan sekaligus memperlancar pergerakan kendaraan di seluruh kawasan barat kota.

METROTODAY, SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya terus mempercepat proyek pelebaran Jalan Wiyung hingga Menganti. Langkah ini menjadi strategi utama memperkuat kualitas infrastruktur, melancarkan arus lalu lintas, serta meningkatkan keterhubungan antarwilayah di kawasan Surabaya Barat.

Ruas jalan ini berperan penting sebagai jalur penghubung utama Surabaya dengan Kabupaten Gresik dan Sidoarjo, sehingga peningkatan kapasitasnya juga mendukung kelancaran distribusi barang, jasa, dan mobilitas warga secara menyeluruh.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah, menjelaskan ruas yang dibangun membentang dari perempatan Jalan Babatan Unesa ke arah barat hingga kawasan Wisma Lidah Kulon.

“Jadi, pelebaran Jalan Wiyung Menganti dari perempatan Jalan Babatan Unesa kita ke arah barat sampai dengan Wisma Lidah Kulon,” ujar Hidayat, Selasa (8/9).

Proyek ini merupakan pekerjaan berjangka waktu bertahun-tahun atau multiyears. Sebelumnya pada tahun 2025, pembangunan telah tuntas sepanjang 350 meter. Sementara sisa pembangunan sepanjang 1.900 meter akan diselesaikan bertahap pada kurun waktu 2026–2027.

“Pekerjaan ini multiyears, dikerjakan tahun 2026 dan 2027 sepanjang 1.900 meter. Untuk target tahun 2026 ini kita selesaikan 950 meter,” tuturnya.

Rancangan pembangunan mencakup tiga elemen utama: saluran air, badan jalan, dan trotoar. Saluran air dibangun lebar 5,4 meter menggunakan konstruksi Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP).

Badan jalan dirancang selebar 10 meter, sementara di sisi selatan disiapkan trotoar selebar 3 meter demi menjamin kenyamanan dan keamanan pejalan kaki.

“Jadi, pekerjaan saluran nanti lebarnya 5,4 meter. Kemudian di sebelahnya ada badan jalan selebar 10 meter. Lalu di sisi sebelah selatan akan dibangun trotoar selebar 3 meter sebagai sarana pendukung pejalan kaki,” katanya.

Selain memperluas kapasitas jalan, proyek ini juga dirancang agar terintegrasi sepenuhnya dengan jaringan Jalan Lingkar Dalam Barat (JLDB).

Penyatuan jaringan ini diharapkan mampu mengurangi titik kemacetan sekaligus memperlancar pergerakan kendaraan di seluruh kawasan barat kota.

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait