METROTODAY, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bersama Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa berkolaborasi menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) pascabencana gempa bumi.
Pengiriman difasilitasi melalui Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turut hadir meninjau langsung pemberangkatan bantuan tersebut.
Bantuan yang dikirimkan merupakan wujud kepedulian dan gotong royong dari 64 lembaga dan instansi di Jawa Timur mulai dari BUMD, program CSR, OPD Pemprov Jatim, hingga RSUD dan BLUD. Pengiriman dilakukan secara bertahap melalui jalur laut.
Khofifah Indar Parawansa menyampaikan pengiriman ini adalah bukti kepedulian dan kebersamaan masyarakat Jawa Timur. Pemprov Jatim memposisikan diri sebagai supporting team dan supporting system untuk memperkuat penanganan darurat di wilayah terdampak.
“Kami ingin saudara-saudara kita di NTT merasa tidak sendirian. Banyak saudara dari berbagai daerah di Indonesia yang menggalang kegotongroyongan untuk membantu mereka,” ujar Khofifah, Jumat (21/8).
Bantuan yang dikirim mencakup makanan siap saji, bahan pangan, pakaian, perlengkapan mandi, serta kebutuhan khusus anak-anak dan perempuan. “Dukungan juga meliputi pelayanan kesehatan, obat-obatan, tenaga medis, hingga pendampingan psikososial,” tuturnya.
Penyaluran bantuan ini menegaskan peran strategis pelabuhan sebagai simpul logistik yang krusial dalam situasi bencana. Sinergi antara Pemprov Jatim, Pelindo, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar bantuan dapat segera sampai kepada yang membutuhkan.
Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Purwanto Wahyu Widodo, menegaskan komitmen Pelindo mendukung penuh kelancaran distribusi bantuan melalui jalur laut.
“Pelindo pada prinsipnya siap mendukung upaya kemanusiaan untuk membantu dan meringankan beban saudara-saudara kita di NTT pasca bencana gempa bumi yang terjadi,” tuturnya.
Pelabuhan bukan hanya menjadi simpul konektivitas logistik dan mobilitas masyarakat, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran distribusi bantuan ketika terjadi bencana.
“Kami memastikan proses di sisi kepelabuhanan dapat berjalan sebaik mungkin sehingga bantuan dari Jawa Timur dapat segera diberangkatkan dan diterima oleh saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” ujar Purwanto.
Branch Manager Kalimas dan GSN Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya, menjelaskan pihaknya memberikan dukungan teknis penuh mulai dari penerimaan, penanganan, hingga persiapan pengiriman dengan tetap menjaga aspek keselamatan dan keamanan di area terminal.
“Kami melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses penanganan bantuan berjalan lancar, mulai dari penerimaan hingga proses pemindahan dan persiapan pengiriman. Karena ini merupakan bantuan kemanusiaan, kami juga berupaya memastikan proses operasional dapat dilakukan secara efektif tanpa mengurangi aspek keselamatan dan keamanan di area terminal,” jelas Ana.
Sebelumnya, pada 16 Agustus telah diberangkatkan tujuh personel evakuasi BPBD Jatim, dan pada 17 Agustus terkirim 8,4 ton logistik tahap awal ke Ende beserta enam dokter. Kini, bantuan lanjutan sebanyak 64,4 ton dipersiapkan dikirim menuju Labuan Bajo. (ahm)


