METROTODAY, SURABAYA – Pihak kepolisian telah menyelesaikan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP) ledakan gas 50 kilogram di ruko kawasan San Antonio, Pakuwon City, Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10).
Di lokasi ruko nomor N1-62, tepatnya di bagian belakang yang merupakan area dapur lantai satu, ditemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Kasi Inafis Ditreskrimum Polda Jatim, Kompol Sukris Trihartono, menjelaskan olah TKP melibatkan berbagai instansi yakni dari tim penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya, dari Si Ident Ditreskrimum Polda Jatim, Ur Ident Satreskrim Polrestabes Surabaya dan Bidlabfor Polda Jatim.
Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan barang bukti berupa satu tabung gas LPG berkapasitas 50 kilogram, satu kompor gas satu tungku, selang instalasi LPG, serta sebuah kipas angin.
“Barang bukti sementara yang ditemukan tabung gas LPG 50 kilogram,” jelasnya.
Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti ledakan yang menghancurkan bangunan tersebut.
“Saat ini masih dalam proses analisa oleh tim Bidlabfor Polda Jatim,” pungkasnya. (ahm)
METROTODAY, SURABAYA – Pihak kepolisian telah menyelesaikan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP) ledakan gas 50 kilogram di ruko kawasan San Antonio, Pakuwon City, Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10).
Di lokasi ruko nomor N1-62, tepatnya di bagian belakang yang merupakan area dapur lantai satu, ditemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Kasi Inafis Ditreskrimum Polda Jatim, Kompol Sukris Trihartono, menjelaskan olah TKP melibatkan berbagai instansi yakni dari tim penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya, dari Si Ident Ditreskrimum Polda Jatim, Ur Ident Satreskrim Polrestabes Surabaya dan Bidlabfor Polda Jatim.
Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan barang bukti berupa satu tabung gas LPG berkapasitas 50 kilogram, satu kompor gas satu tungku, selang instalasi LPG, serta sebuah kipas angin.
“Barang bukti sementara yang ditemukan tabung gas LPG 50 kilogram,” jelasnya.
Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti ledakan yang menghancurkan bangunan tersebut.
“Saat ini masih dalam proses analisa oleh tim Bidlabfor Polda Jatim,” pungkasnya. (ahm)