Akses Nagekeo Tersendat, Gempa Susulan Terus Terjadi, Tim ITS Turun Pantau Struktur Bangunan di NTT

METROTODAY, SURABAYA – Menyikapi dampak gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) segera menerjunkan tim Satuan Tugas (Satgas) Bencana untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak.

Tim berfokus pada pemeriksaan kondisi objek vital, terutama infrastruktur pelabuhan, jalan, dan jembatan yang menjadi tulang punggung distribusi bantuan.

Ketua Tim Satgas Bencana ITS, Mudji Irmawan, menjelaskan berdasarkan hasil tinjauan lapangan, dampak gempa di wilayah Maumere tergolong signifikan.

Beberapa objek vital mengalami kerusakan, terutama gedung terminal penumpang di pelabuhan yang terdampak struktural akibat guncangan hebat.

Meski demikian, struktur dermaga di Pelabuhan Lorens Say, Maumere, dinilai masih cukup kokoh dan mampu melayani sandar kapal-kapal besar.

“Stabilitas dermaga ini menjadi poin krusial, karena pelabuhan saat ini berfungsi sebagai jalur utama pengiriman logistik bantuan sembako,” tutur Mudji, Jumat (21/8).

Selain pelabuhan, tim juga memantau kondisi jalan dan jembatan sebagai akses distribusi bantuan. Namun, akses menuju wilayah Nagekeo yang dilaporkan mengalami kerusakan paling parah masih menghadapi kendala.

Hingga Kamis (20/8), gempa susulan terus terjadi, namun tidak ditemukan kerusakan tambahan pada struktur bangunan di Maumere.

“Hal itu kami upayakan guna menjamin kelancaran distribusi bantuan ke wilayah-wilayah yang lebih terisolasi dan terdampak,” papar pria yang juga ahli forensik teknik dan investigasi kerusakan struktur bangunan.

Mudji menegaskan prioritas utama tim saat ini adalah memastikan dermaga tetap aman dan layak beroperasi. Tim juga melakukan inspeksi bawah air untuk memeriksa kondisi pondasi dermaga guna memastikan tidak ada kerusakan tersembunyi.

Seluruh data teknis dikumpulkan dan dikoordinasikan dengan PT Pelindo serta Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Bina Marga Provinsi NTT.

Kerja sama strategis dengan PT Pelindo terus diperkuat untuk melakukan asesmen mendalam terhadap fasilitas pelabuhan. Sinergi ini dinilai penting agar operasional pelabuhan tetap optimal di tengah situasi darurat.

Tim yang terdiri dari dosen Departemen Teknik Sipil, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), serta Teknik Sipil Infrastruktur ITS telah menyusun strategi pemulihan bertahap dari perbaikan jangka pendek hingga jangka panjang.

“Akselerasi pemulihan fasilitas umum menjadi penting, karena diharapkan menjadi salah satu cara dalam pemulihan ekonomi lokal,” terangnya.

Tim Satgas diperkirakan akan tetap berada di lokasi bencana selama satu minggu ke depan untuk menuntaskan seluruh pengecekan. Kegiatan ini juga didahului oleh penggalangan dana dan penyaluran bantuan langsung kepada warga terdampak. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Menyikapi dampak gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) segera menerjunkan tim Satuan Tugas (Satgas) Bencana untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak.

Tim berfokus pada pemeriksaan kondisi objek vital, terutama infrastruktur pelabuhan, jalan, dan jembatan yang menjadi tulang punggung distribusi bantuan.

Ketua Tim Satgas Bencana ITS, Mudji Irmawan, menjelaskan berdasarkan hasil tinjauan lapangan, dampak gempa di wilayah Maumere tergolong signifikan.

Beberapa objek vital mengalami kerusakan, terutama gedung terminal penumpang di pelabuhan yang terdampak struktural akibat guncangan hebat.

Meski demikian, struktur dermaga di Pelabuhan Lorens Say, Maumere, dinilai masih cukup kokoh dan mampu melayani sandar kapal-kapal besar.

“Stabilitas dermaga ini menjadi poin krusial, karena pelabuhan saat ini berfungsi sebagai jalur utama pengiriman logistik bantuan sembako,” tutur Mudji, Jumat (21/8).

Selain pelabuhan, tim juga memantau kondisi jalan dan jembatan sebagai akses distribusi bantuan. Namun, akses menuju wilayah Nagekeo yang dilaporkan mengalami kerusakan paling parah masih menghadapi kendala.

Hingga Kamis (20/8), gempa susulan terus terjadi, namun tidak ditemukan kerusakan tambahan pada struktur bangunan di Maumere.

“Hal itu kami upayakan guna menjamin kelancaran distribusi bantuan ke wilayah-wilayah yang lebih terisolasi dan terdampak,” papar pria yang juga ahli forensik teknik dan investigasi kerusakan struktur bangunan.

Mudji menegaskan prioritas utama tim saat ini adalah memastikan dermaga tetap aman dan layak beroperasi. Tim juga melakukan inspeksi bawah air untuk memeriksa kondisi pondasi dermaga guna memastikan tidak ada kerusakan tersembunyi.

Seluruh data teknis dikumpulkan dan dikoordinasikan dengan PT Pelindo serta Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Bina Marga Provinsi NTT.

Kerja sama strategis dengan PT Pelindo terus diperkuat untuk melakukan asesmen mendalam terhadap fasilitas pelabuhan. Sinergi ini dinilai penting agar operasional pelabuhan tetap optimal di tengah situasi darurat.

Tim yang terdiri dari dosen Departemen Teknik Sipil, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), serta Teknik Sipil Infrastruktur ITS telah menyusun strategi pemulihan bertahap dari perbaikan jangka pendek hingga jangka panjang.

“Akselerasi pemulihan fasilitas umum menjadi penting, karena diharapkan menjadi salah satu cara dalam pemulihan ekonomi lokal,” terangnya.

Tim Satgas diperkirakan akan tetap berada di lokasi bencana selama satu minggu ke depan untuk menuntaskan seluruh pengecekan. Kegiatan ini juga didahului oleh penggalangan dana dan penyaluran bantuan langsung kepada warga terdampak. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait