Gudang Peralatan di Margomulyo Surabaya Terbakar, 1 Pekerja Terluka, 23 Mobil PMK Dikerahkan

METROTODAY, SURABAYA – Kebakaran hebat melanda pergudangan Margomulyo Permai, Blok AH-11, Kelurahan Asemrowo, Surabaya, Rabu (19/8).

Gudang milik PT Sukses Tensindo yang menyimpan peralatan rumah tangga, plastik, dan tas, terbakar habis di atas lahan seluas kurang lebih 10 meter × 50 meter.

Puluhan unit armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya dikerahkan untuk menaklukkan api yang membesar dengan cepat.

Berdasarkan data penanganan, laporan diterima pukul 15.16 WIB, petugas tiba di lokasi pukul 15.23 WIB dengan waktu tanggapan hanya 7 menit. Api dinyatakan pokok padam pukul 16.44 WIB dan kondisi sepenuhnya kondusif pukul 22.13 WIB.

Petugas dari DPKP Kota Surabaya saat melakukan pemadaman api di pergudangan alat rumah tangga di Margomulyo Permai Surabaya. (Foto: Istimewa)

Api pertama kali terlihat dari bagian depan sebelah kanan gudang. Warga yang mengetahui kejadian berinisiatif membuka pintu untuk memeriksa kondisi di dalam, namun angin kencang justru membuat kobaran api membesar dengan cepat dan melahap isi bangunan.

Saksi mata, Heri, mengatakan awalnya api terlihat di bagian depan depan sebelah kanan gudang. Angin yang kencang membuat api semakin besar.

“Api awalnya terlihat dari bagian depan sebelah kanan gudang. Saat pintu dibuka, angin kencang membuat api semakin besar dan langsung membakar bagian dalam,” ujarnya.

Saat kebakaran terjadi, gudang dalam kondisi kosong sehingga tidak ada orang yang berada di dalam bangunan.

Namun, satu orang pekerja bernama Mahtum, 23, mengalami luka bakar derajat satu di tangan dan telapak kaki, dan langsung mendapat penanganan medis di lokasi.

Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini, menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan kekuatan besar karena api berkembang sangat cepat dan material yang disimpan berupa plastik mudah terbakar.

“Kami mengerahkan 23 unit armada untuk melakukan pemadaman, kemudian dibantu dua unit tangki air dari Dinas Lingkungan Hidup,” terangnya.

Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam 20 menit. Armada Bronto digunakan untuk menyemprotkan air dari atas bangunan, sementara satu unit robot pemadam khusus diterjunkan untuk menjangkau titik api di bagian dalam gudang yang berisiko bagi petugas.

“Untuk menjangkau bagian dalam gudang, kami menggunakan robot pemadam. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pembasahan,” ujar Laksita.

Pembasahan dilakukan menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Laksita menambahkan bahwa proses penanganan berjalan lancar karena pasokan air di lokasi mencukupi.

“Tidak ada kendala berarti dalam proses pemadaman karena ketersediaan air di lokasi mencukupi,” katanya.

Pihak berwenang memastikan api tidak merambat ke bangunan gudang lainnya. Selain korban luka ringan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Penyebab pasti kebakaran belum diketahui dan saat ini sedang diselidiki oleh tim Inafis Polrestabes Surabaya.

Sementara itu, BPBD Kota Surabaya menyiagakan tim P3K, membantu penyediaan lampu penerangan, logistik, dan konsumsi bagi petugas di lokasi.

Pengamanan kawasan juga dilakukan oleh Posko Terpadu Barat guna memastikan kelancaran penanganan dan keamanan aset. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Kebakaran hebat melanda pergudangan Margomulyo Permai, Blok AH-11, Kelurahan Asemrowo, Surabaya, Rabu (19/8).

Gudang milik PT Sukses Tensindo yang menyimpan peralatan rumah tangga, plastik, dan tas, terbakar habis di atas lahan seluas kurang lebih 10 meter × 50 meter.

Puluhan unit armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya dikerahkan untuk menaklukkan api yang membesar dengan cepat.

Berdasarkan data penanganan, laporan diterima pukul 15.16 WIB, petugas tiba di lokasi pukul 15.23 WIB dengan waktu tanggapan hanya 7 menit. Api dinyatakan pokok padam pukul 16.44 WIB dan kondisi sepenuhnya kondusif pukul 22.13 WIB.

Petugas dari DPKP Kota Surabaya saat melakukan pemadaman api di pergudangan alat rumah tangga di Margomulyo Permai Surabaya. (Foto: Istimewa)

Api pertama kali terlihat dari bagian depan sebelah kanan gudang. Warga yang mengetahui kejadian berinisiatif membuka pintu untuk memeriksa kondisi di dalam, namun angin kencang justru membuat kobaran api membesar dengan cepat dan melahap isi bangunan.

Saksi mata, Heri, mengatakan awalnya api terlihat di bagian depan depan sebelah kanan gudang. Angin yang kencang membuat api semakin besar.

“Api awalnya terlihat dari bagian depan sebelah kanan gudang. Saat pintu dibuka, angin kencang membuat api semakin besar dan langsung membakar bagian dalam,” ujarnya.

Saat kebakaran terjadi, gudang dalam kondisi kosong sehingga tidak ada orang yang berada di dalam bangunan.

Namun, satu orang pekerja bernama Mahtum, 23, mengalami luka bakar derajat satu di tangan dan telapak kaki, dan langsung mendapat penanganan medis di lokasi.

Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini, menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan kekuatan besar karena api berkembang sangat cepat dan material yang disimpan berupa plastik mudah terbakar.

“Kami mengerahkan 23 unit armada untuk melakukan pemadaman, kemudian dibantu dua unit tangki air dari Dinas Lingkungan Hidup,” terangnya.

Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam 20 menit. Armada Bronto digunakan untuk menyemprotkan air dari atas bangunan, sementara satu unit robot pemadam khusus diterjunkan untuk menjangkau titik api di bagian dalam gudang yang berisiko bagi petugas.

“Untuk menjangkau bagian dalam gudang, kami menggunakan robot pemadam. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pembasahan,” ujar Laksita.

Pembasahan dilakukan menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Laksita menambahkan bahwa proses penanganan berjalan lancar karena pasokan air di lokasi mencukupi.

“Tidak ada kendala berarti dalam proses pemadaman karena ketersediaan air di lokasi mencukupi,” katanya.

Pihak berwenang memastikan api tidak merambat ke bangunan gudang lainnya. Selain korban luka ringan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Penyebab pasti kebakaran belum diketahui dan saat ini sedang diselidiki oleh tim Inafis Polrestabes Surabaya.

Sementara itu, BPBD Kota Surabaya menyiagakan tim P3K, membantu penyediaan lampu penerangan, logistik, dan konsumsi bagi petugas di lokasi.

Pengamanan kawasan juga dilakukan oleh Posko Terpadu Barat guna memastikan kelancaran penanganan dan keamanan aset. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait