Proses Pencarian Korban KM Mutiara Sentosa 2 Terus Dilakukan, Manifes Penumpang Mengalami Perubahan

METROTODAY, SURABAYA – Musibah kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Pulau Giliyang, Sumenep, pada Minggu (2/8), menelan korban 5 orang meninggal dunia.

Hingga Senin (3/8), tim SAR gabungan masih terus menyisir perairan untuk memastikan seluruh penumpang telah dievakuasi, menyusul pembaruan data daftar penumpang kapal (manifes).

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 06.00–07.00 WIB. Kapal jenis Ro-Ro yang melayani rute Surabaya–Makassar terbakar di tengah perairan, yang memaksa penumpang dan awak kapal menyelamatkan diri dengan bantuan kapal-kapal di sekitar lokasi.

Pembaruan data menunjukkan jumlah penumpang dan awak kapal yang sebenarnya adalah 236 orang, bukan 286 orang seperti tercatat semula.

Terdapat 50 orang yang tercantum dalam manifes namun ternyata tidak ikut berangkat. Dari jumlah tersebut, 231 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan 5 orang meninggal dunia.

“Secara matematis tinggal dua orang, tetapi kami masih mengonfirmasi kembali manifes kepada pihak pemilik kapal untuk memastikan validitas data tersebut,” ujar Nanang, Senin (3/8).

Dalam operasi penyelamatan, tim SAR gabungan mengerahkan sedikitnya 10 kapal. Lima kapal telah tiba membawa korban ke Surabaya, sedangkan lima kapal lainnya masih melaksanakan proses evakuasi.

Sementara itu, Posko Terpadu di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, terus beroperasi guna melayani korban yang tiba.

Sub Regional Head Jawa PT Pelindo Indonesia (Persero) Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo, menegaskan seluruh layanan disediakan secara gratis dan terpadu.

“Pelindo telah menyiapkan Posko Terpadu di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara untuk mendukung proses identifikasi sekaligus memberikan pelayanan kepada para penumpang yang tiba di Surabaya. Kami berkoordinasi erat dengan KSOP, Basarnas, Jasa Raharja, Kantor Kesehatan Pelabuhan, RS PHC Surabaya, serta seluruh instansi terkait agar penanganan berjalan cepat, terpadu, dan humanis,” ujar Purwanto.

Berbagai fasilitas telah disiapkan, meliputi pemeriksaan kesehatan, ruang istirahat lengkap dengan alas tidur, makanan dan minuman, fasilitas mandi, toilet, mushala, hingga transportasi lanjutan bagi korban yang melanjutkan perjalanan atau kembali ke daerah asal.

“Kami menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh penumpang. Apabila kondisi kesehatannya memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, kami akan membantu proses keberangkatan lanjutan. Namun apabila memilih kembali ke daerah asal, Pelindo juga menyiapkan transportasi menuju terminal maupun stasiun terdekat secara gratis,” jelasnya.

KM Meratus Pematang Siantar menjadi kapal pembawa korban terbanyak yang tiba di Tanjung Perak, yakni 113 orang terdiri atas 111 orang selamat dan 2 orang meninggal. Tujuh orang di antaranya langsung dirujuk ke RS PHC Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Pencarian terhadap dua orang yang belum terkonfirmasi keberadaannya masih terus dilakukan hingga data dinyatakan valid dan lengkap. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Musibah kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Pulau Giliyang, Sumenep, pada Minggu (2/8), menelan korban 5 orang meninggal dunia.

Hingga Senin (3/8), tim SAR gabungan masih terus menyisir perairan untuk memastikan seluruh penumpang telah dievakuasi, menyusul pembaruan data daftar penumpang kapal (manifes).

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 06.00–07.00 WIB. Kapal jenis Ro-Ro yang melayani rute Surabaya–Makassar terbakar di tengah perairan, yang memaksa penumpang dan awak kapal menyelamatkan diri dengan bantuan kapal-kapal di sekitar lokasi.

Pembaruan data menunjukkan jumlah penumpang dan awak kapal yang sebenarnya adalah 236 orang, bukan 286 orang seperti tercatat semula.

Terdapat 50 orang yang tercantum dalam manifes namun ternyata tidak ikut berangkat. Dari jumlah tersebut, 231 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan 5 orang meninggal dunia.

“Secara matematis tinggal dua orang, tetapi kami masih mengonfirmasi kembali manifes kepada pihak pemilik kapal untuk memastikan validitas data tersebut,” ujar Nanang, Senin (3/8).

Dalam operasi penyelamatan, tim SAR gabungan mengerahkan sedikitnya 10 kapal. Lima kapal telah tiba membawa korban ke Surabaya, sedangkan lima kapal lainnya masih melaksanakan proses evakuasi.

Sementara itu, Posko Terpadu di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, terus beroperasi guna melayani korban yang tiba.

Sub Regional Head Jawa PT Pelindo Indonesia (Persero) Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo, menegaskan seluruh layanan disediakan secara gratis dan terpadu.

“Pelindo telah menyiapkan Posko Terpadu di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara untuk mendukung proses identifikasi sekaligus memberikan pelayanan kepada para penumpang yang tiba di Surabaya. Kami berkoordinasi erat dengan KSOP, Basarnas, Jasa Raharja, Kantor Kesehatan Pelabuhan, RS PHC Surabaya, serta seluruh instansi terkait agar penanganan berjalan cepat, terpadu, dan humanis,” ujar Purwanto.

Berbagai fasilitas telah disiapkan, meliputi pemeriksaan kesehatan, ruang istirahat lengkap dengan alas tidur, makanan dan minuman, fasilitas mandi, toilet, mushala, hingga transportasi lanjutan bagi korban yang melanjutkan perjalanan atau kembali ke daerah asal.

“Kami menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh penumpang. Apabila kondisi kesehatannya memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, kami akan membantu proses keberangkatan lanjutan. Namun apabila memilih kembali ke daerah asal, Pelindo juga menyiapkan transportasi menuju terminal maupun stasiun terdekat secara gratis,” jelasnya.

KM Meratus Pematang Siantar menjadi kapal pembawa korban terbanyak yang tiba di Tanjung Perak, yakni 113 orang terdiri atas 111 orang selamat dan 2 orang meninggal. Tujuh orang di antaranya langsung dirujuk ke RS PHC Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Pencarian terhadap dua orang yang belum terkonfirmasi keberadaannya masih terus dilakukan hingga data dinyatakan valid dan lengkap. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait