SMAN 2 Sidoarjo Gelar Diklat Lingkungan Sambut Hari Bumi 2026

METRO TODAY, SIDOARJO – Hari Bumi dirayakan di seluruh dunia pada 22 April untuk menunjukkan dukungan bagi perlindungan lingkungan. Untuk memperingati Hari Bumi Sedunia 2026, SMA Negeri 2 Sidoarjo mengadakan Pendididkan dan Latihan (Diklat) Pelestarian Sumber Daya Genetik Tanaman  Hutan (SDGTH). Pesertanya adalah anggota ekstrakurikuler (ekskul) kelompok ilmiah remaja (KIR).

”Di samping membekali wawasan pada anggota ekskul  KIR untuk peduli pada  lingkungan hidup, terutama hutan demi kelestarian bumi, saya berharap anggota ekskul KIR  mampu menggali inspirasi  karya tulis  ilmiah,” kata Soegiarto, pembimbing ekskul KIR SMA Negeri 2 Sidoarjo.

Kegiatan diklat diikuti 34 siswa dan dua guru pendamping pada Jumat (17 April 2026) di Unit Pelayanan Teknik Perbenihan Tanaman Hutan (UPT PTH) Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jl. Stadion No 1. Kemiri, Sidoarjo.

Kegiatan diklat dibagi menjadi tiga tahap, tahap pertama di ruang pertemuan. Kegiatan tahap kedua adalah memasuki Ruang Edukasi. Dalam ruang eduksi ini anggota ekskul KIR diajak melakukan observasi diorama tentang hama dan penyakit tanaman.

Mereka diharapkan mampu membedakan hutan alam dan hutan budi daya. Membedakan tanaman hutan berdasarkan fungsi dan karakteristiknya. Mengobservasi buah tanaman hutan. Memahami sistem kerja observasi alat germinator benih. Membedakan fase pertumbuhan tanaman dari biji-benih. Mereka mengikuti pemaparan materi tentang layanan yang tersedia di UPT PTH Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, di Sidoarjo.

Kegiatan selanjutnya pada tahap kedua adalah observasi biji-biji dari tanaman hutan. Peserta diklat mampu membedakan jenis tanaman hutan berdasarkan fungsinya. Mengobservasi peta persebaran tanaman hutan di Provinsi Jawa Timur. Mengobservasi jenis tanaman hutan dengan QR code.

”Kegiatan diakhiri dengan menjawab  kuis seputar kegiatan perbenihan yang diberikan narasumber,” tambah Soegiharto.

Kegiatan tahap ketiga adalah praktik perbenihan tanaman alpukat melalui metode stek. Pembimbing memaparkan karakteristik pohon alpukat; dan praktik melakukan metode stek/ penyambungan tanaman.

Acara diakhiri dengan pemberian bibit tanaman hasil stek siswa dan beberapa bibit tanaman kepada pembina dan peserta Diklat Ekskul KIR SMAN 2 Sidoarjo. (MT)

METRO TODAY, SIDOARJO – Hari Bumi dirayakan di seluruh dunia pada 22 April untuk menunjukkan dukungan bagi perlindungan lingkungan. Untuk memperingati Hari Bumi Sedunia 2026, SMA Negeri 2 Sidoarjo mengadakan Pendididkan dan Latihan (Diklat) Pelestarian Sumber Daya Genetik Tanaman  Hutan (SDGTH). Pesertanya adalah anggota ekstrakurikuler (ekskul) kelompok ilmiah remaja (KIR).

”Di samping membekali wawasan pada anggota ekskul  KIR untuk peduli pada  lingkungan hidup, terutama hutan demi kelestarian bumi, saya berharap anggota ekskul KIR  mampu menggali inspirasi  karya tulis  ilmiah,” kata Soegiarto, pembimbing ekskul KIR SMA Negeri 2 Sidoarjo.

Kegiatan diklat diikuti 34 siswa dan dua guru pendamping pada Jumat (17 April 2026) di Unit Pelayanan Teknik Perbenihan Tanaman Hutan (UPT PTH) Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jl. Stadion No 1. Kemiri, Sidoarjo.

Kegiatan diklat dibagi menjadi tiga tahap, tahap pertama di ruang pertemuan. Kegiatan tahap kedua adalah memasuki Ruang Edukasi. Dalam ruang eduksi ini anggota ekskul KIR diajak melakukan observasi diorama tentang hama dan penyakit tanaman.

Mereka diharapkan mampu membedakan hutan alam dan hutan budi daya. Membedakan tanaman hutan berdasarkan fungsi dan karakteristiknya. Mengobservasi buah tanaman hutan. Memahami sistem kerja observasi alat germinator benih. Membedakan fase pertumbuhan tanaman dari biji-benih. Mereka mengikuti pemaparan materi tentang layanan yang tersedia di UPT PTH Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, di Sidoarjo.

Kegiatan selanjutnya pada tahap kedua adalah observasi biji-biji dari tanaman hutan. Peserta diklat mampu membedakan jenis tanaman hutan berdasarkan fungsinya. Mengobservasi peta persebaran tanaman hutan di Provinsi Jawa Timur. Mengobservasi jenis tanaman hutan dengan QR code.

”Kegiatan diakhiri dengan menjawab  kuis seputar kegiatan perbenihan yang diberikan narasumber,” tambah Soegiharto.

Kegiatan tahap ketiga adalah praktik perbenihan tanaman alpukat melalui metode stek. Pembimbing memaparkan karakteristik pohon alpukat; dan praktik melakukan metode stek/ penyambungan tanaman.

Acara diakhiri dengan pemberian bibit tanaman hasil stek siswa dan beberapa bibit tanaman kepada pembina dan peserta Diklat Ekskul KIR SMAN 2 Sidoarjo. (MT)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait