14 Kloter Embarkasi Surabaya Telah Terbang ke Madinah, 2 Jemaah Haji dari Malang dan Pasuruan Tertunda karena Sakit

METROTODAY, SURABAYA – Memasuki hari kelima proses keberangkatan, sebanyak 4.940 orang jemaah haji Embarkasi Surabaya telah diterbangkan menuju Madinah menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 2026.

Secara umum perjalanan berjalan lancar, namun tercatat ada dua orang jemaah yang terpaksa menunda keberangkatan karena mengalami masalah kesehatan.

Kedua jemaah yang mengalami penundaan keberangkatan tersebut adalah Atam asal Pasuruan dari kloter 6, yang saat ini menjalani perawatan intensif di RS Haji Surabaya dan diduga mengalami penyakit TBC.

Sementara itu, jemaah lainnya bernama Naimah Wari Saleh asal Kabupaten Malang dari kloter 14, yang jatuh sakit saat hendak melakukan perjalanan dari daerah menuju lokasi embarkasi.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menjelaskan bahwa hingga hari ini, total sudah 13 kloter yang diberangkatkan dan dalam waktu dekat akan segera disusul oleh kloter 14, 15, dan 16.

Kondisi kesehatan mayoritas jemaah dinilai baik, kecuali dua orang yang mengalami kendala.

“Hari ini memasuki hari kelima, sudah ada 13 kloter yang diberangkatkan. Insyaallah sebentar lagi ada kloter 14. Alhamdulillah semuanya lancar. Namun ada dua jemaah kita yang tertinggal karena sakit. Satu di Rumah Sakit Haji dan satu tidak berangkat karena sakit di daerah. Kita juga masih mendalami kondisi kesehatan mereka,” terang Anam, Sabtu (25/4).

Ia menegaskan bahwa keputusan terkait keberangkatan jemaah sepenuhnya bergantung pada pertimbangan medis. Seorang jemaah baru bisa diterbangkan jika sudah mendapatkan surat keterangan laik terbang dari dokter yang bertugas.

“Kita tidak bisa memastikan kapan mereka bisa berangkat, karena harus mendapatkan izin laik terbang dari dokter. Bagi yang bahkan tidak sampai datang ke embarkasi, berarti kondisinya sudah memang tidak memungkinkan untuk menempuh perjalanan jauh,” tegasnya.

Terkait kursi pesawat yang kosong akibat adanya jemaah yang sakit atau mengundurkan diri, Anam menjelaskan telah disepakati aturan bersama berbagai pihak terkait.

Penggantian nama atau penukaran seat hanya dapat diproses jika laporan diterima paling lambat 24 jam atau H-1 sebelum jadwal keberangkatan.

“Kita sudah sepakat dengan pihak bandara, Saudi Airlines, dan Syarikah bahwa penggantian seat hanya bisa diproses jika laporan masuk maksimal H-1. Jika kurang dari waktu tersebut, maka tidak bisa dilakukan penyesuaian lagi,” terangnya.

Sementara itu, Anam menyampaikan kabar gembira bagi seluruh jemaah dan keluarga yang menunggu. Saat ini kondisi cuaca di Tanah Suci berada dalam kisaran yang nyaman dan bersahabat.

“Alhamdulillah cuaca di Saudi sudah normal, tidak terlalu panas dan juga tidak dingin. Saat ini baru saja berakhir musim dingin, jadi suhunya belum mencapai titik ekstrem seperti tahun lalu yang sempat menyentuh 45 hingga 50 derajat celcius. Kondisi seperti ini tentu sangat memudahkan dan membuat nyaman jemaah selama berada di sana,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Memasuki hari kelima proses keberangkatan, sebanyak 4.940 orang jemaah haji Embarkasi Surabaya telah diterbangkan menuju Madinah menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 2026.

Secara umum perjalanan berjalan lancar, namun tercatat ada dua orang jemaah yang terpaksa menunda keberangkatan karena mengalami masalah kesehatan.

Kedua jemaah yang mengalami penundaan keberangkatan tersebut adalah Atam asal Pasuruan dari kloter 6, yang saat ini menjalani perawatan intensif di RS Haji Surabaya dan diduga mengalami penyakit TBC.

Sementara itu, jemaah lainnya bernama Naimah Wari Saleh asal Kabupaten Malang dari kloter 14, yang jatuh sakit saat hendak melakukan perjalanan dari daerah menuju lokasi embarkasi.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menjelaskan bahwa hingga hari ini, total sudah 13 kloter yang diberangkatkan dan dalam waktu dekat akan segera disusul oleh kloter 14, 15, dan 16.

Kondisi kesehatan mayoritas jemaah dinilai baik, kecuali dua orang yang mengalami kendala.

“Hari ini memasuki hari kelima, sudah ada 13 kloter yang diberangkatkan. Insyaallah sebentar lagi ada kloter 14. Alhamdulillah semuanya lancar. Namun ada dua jemaah kita yang tertinggal karena sakit. Satu di Rumah Sakit Haji dan satu tidak berangkat karena sakit di daerah. Kita juga masih mendalami kondisi kesehatan mereka,” terang Anam, Sabtu (25/4).

Ia menegaskan bahwa keputusan terkait keberangkatan jemaah sepenuhnya bergantung pada pertimbangan medis. Seorang jemaah baru bisa diterbangkan jika sudah mendapatkan surat keterangan laik terbang dari dokter yang bertugas.

“Kita tidak bisa memastikan kapan mereka bisa berangkat, karena harus mendapatkan izin laik terbang dari dokter. Bagi yang bahkan tidak sampai datang ke embarkasi, berarti kondisinya sudah memang tidak memungkinkan untuk menempuh perjalanan jauh,” tegasnya.

Terkait kursi pesawat yang kosong akibat adanya jemaah yang sakit atau mengundurkan diri, Anam menjelaskan telah disepakati aturan bersama berbagai pihak terkait.

Penggantian nama atau penukaran seat hanya dapat diproses jika laporan diterima paling lambat 24 jam atau H-1 sebelum jadwal keberangkatan.

“Kita sudah sepakat dengan pihak bandara, Saudi Airlines, dan Syarikah bahwa penggantian seat hanya bisa diproses jika laporan masuk maksimal H-1. Jika kurang dari waktu tersebut, maka tidak bisa dilakukan penyesuaian lagi,” terangnya.

Sementara itu, Anam menyampaikan kabar gembira bagi seluruh jemaah dan keluarga yang menunggu. Saat ini kondisi cuaca di Tanah Suci berada dalam kisaran yang nyaman dan bersahabat.

“Alhamdulillah cuaca di Saudi sudah normal, tidak terlalu panas dan juga tidak dingin. Saat ini baru saja berakhir musim dingin, jadi suhunya belum mencapai titik ekstrem seperti tahun lalu yang sempat menyentuh 45 hingga 50 derajat celcius. Kondisi seperti ini tentu sangat memudahkan dan membuat nyaman jemaah selama berada di sana,” pungkasnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait