Sepekan, 9.478 Jemaah Haji Sudah Tiba di Surabaya, 6 Masih Dirawat di Tanah Suci

METROTODAY, SURABAYA – Hingga Minggu (7/6) malam sebanyak 9.478 jemaah dan petugas hingga Kloter 25.

Sebanyak 55 jemaah haji wafat di tanah suci dan saat kepulangan ke tanah air. Selain itu 6 jemaah juga masih di rawat intensif dibeberapa RS di Arab Saudi sehingga belum bisa pulang bersama dengan kloternya.

Ketua PPIH Debarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam menegaskan bahwa PPIH Debarkasi Surabaya terus berkoordinasi dengan petugas kesehatan haji di Arab Saudi untuk memantau perkembangan kondisi jamaah yang masih menjalani perawatan.

“Kami terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap jamaah yang masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi. PPIH bersama tim kesehatan akan memastikan mereka mendapatkan pelayanan terbaik hingga kondisi kesehatannya memungkinkan untuk dipulangkan ke Indonesia,” ujarnya, Minggu (7/6).

Anam menyebut jemaah yang masih dirawat yakni:

  1. Mohammad Dzikri Muiz, 65, Kabupaten Probolinggo, Kloter 4, dirawat di RS Jeddah karena kanker;
  2. Siti Mutmainah Asari 65, Kota Malang, Kloter 14, dirawat di RS Bandara Taif;
  3. Matory Ahmad Jalil, 78, Kota Malang, Kloter 14, dirawat di RS King Faisal karena sesak napas;
  4. Soetrisno Semo Semin 66, Kabupaten Magetan, Kloter 21, dirawat di RS King Abdullah pasca operasi jantung;
  5. Jetty Trisno, 70, Kota Madiun, Kloter 22, dirawat di RS Samir Abbas karena infeksi paru-paru.
  6. Sri Rahayu Sudarmo 73,Kabupaten Pacitan, Kloter 25, dirawat di RS King Faisal karena gangguan paru-paru.

Tak hanya itu 3 jemaah haji juga wafat saat kepulangan ke tanah air satu orang di dalam pesawat saat 30 menit hendak landing di Bandara Internasional Juanda, satu jemaah wafat di dalam bus saat tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya dan satu lagi wafat di RS Haji Surabaya setelah dilakukan tindakan medis usai turun dari pesawat terbang yang sebelumnya di rujuk di RS terdekat di Sidoarjo. Ketiga jemaah haji yang wafat dikarenakan cardiogenic shock atau gangguan jantung.

Yang paling banyak teridentifikasi adalah kelelahan, terutama setelah melaksanakan ibadah di Armuzna. Pemicu utamanya adalah gangguan fungsi jantung akibat kelelahan.

Oleh karena itu, ini akan menjadi bahan evaluasi kami, bagaimana ke depannya penanganan terhadap kondisi fisik jemaah agar lebih maksimal, terutama dalam mengantisipasi dampak kelelahan,” tegas Anam.

Sementara itu tiga penyebab jemaah wafat paling banyak dikarenakan mengalami cardiogenic shock atau syok jantung sebanyak 28 orang, kemudian acute myocardial infarction sebanyak 6 orang, septic shock atau komplikasi sebanyak 6 orang dan gagal nafas akut sebanyak 3 orang.

Jemaah yang wafat paling banyak saat berada di Makkah. Sedangkan untuk asal jemaah yang wafat ia menyebut Jawa Timur sebanyak 50 orang, sedangkan Bali 2 orang. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Hingga Minggu (7/6) malam sebanyak 9.478 jemaah dan petugas hingga Kloter 25.

Sebanyak 55 jemaah haji wafat di tanah suci dan saat kepulangan ke tanah air. Selain itu 6 jemaah juga masih di rawat intensif dibeberapa RS di Arab Saudi sehingga belum bisa pulang bersama dengan kloternya.

Ketua PPIH Debarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam menegaskan bahwa PPIH Debarkasi Surabaya terus berkoordinasi dengan petugas kesehatan haji di Arab Saudi untuk memantau perkembangan kondisi jamaah yang masih menjalani perawatan.

“Kami terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap jamaah yang masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi. PPIH bersama tim kesehatan akan memastikan mereka mendapatkan pelayanan terbaik hingga kondisi kesehatannya memungkinkan untuk dipulangkan ke Indonesia,” ujarnya, Minggu (7/6).

Anam menyebut jemaah yang masih dirawat yakni:

  1. Mohammad Dzikri Muiz, 65, Kabupaten Probolinggo, Kloter 4, dirawat di RS Jeddah karena kanker;
  2. Siti Mutmainah Asari 65, Kota Malang, Kloter 14, dirawat di RS Bandara Taif;
  3. Matory Ahmad Jalil, 78, Kota Malang, Kloter 14, dirawat di RS King Faisal karena sesak napas;
  4. Soetrisno Semo Semin 66, Kabupaten Magetan, Kloter 21, dirawat di RS King Abdullah pasca operasi jantung;
  5. Jetty Trisno, 70, Kota Madiun, Kloter 22, dirawat di RS Samir Abbas karena infeksi paru-paru.
  6. Sri Rahayu Sudarmo 73,Kabupaten Pacitan, Kloter 25, dirawat di RS King Faisal karena gangguan paru-paru.

Tak hanya itu 3 jemaah haji juga wafat saat kepulangan ke tanah air satu orang di dalam pesawat saat 30 menit hendak landing di Bandara Internasional Juanda, satu jemaah wafat di dalam bus saat tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya dan satu lagi wafat di RS Haji Surabaya setelah dilakukan tindakan medis usai turun dari pesawat terbang yang sebelumnya di rujuk di RS terdekat di Sidoarjo. Ketiga jemaah haji yang wafat dikarenakan cardiogenic shock atau gangguan jantung.

Yang paling banyak teridentifikasi adalah kelelahan, terutama setelah melaksanakan ibadah di Armuzna. Pemicu utamanya adalah gangguan fungsi jantung akibat kelelahan.

Oleh karena itu, ini akan menjadi bahan evaluasi kami, bagaimana ke depannya penanganan terhadap kondisi fisik jemaah agar lebih maksimal, terutama dalam mengantisipasi dampak kelelahan,” tegas Anam.

Sementara itu tiga penyebab jemaah wafat paling banyak dikarenakan mengalami cardiogenic shock atau syok jantung sebanyak 28 orang, kemudian acute myocardial infarction sebanyak 6 orang, septic shock atau komplikasi sebanyak 6 orang dan gagal nafas akut sebanyak 3 orang.

Jemaah yang wafat paling banyak saat berada di Makkah. Sedangkan untuk asal jemaah yang wafat ia menyebut Jawa Timur sebanyak 50 orang, sedangkan Bali 2 orang. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait