13 March 2026, 1:54 AM WIB

BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Hingga 10 Hari ke Depan, Lebaran Terancam Hujan Lebat

spot_img

METROTODAY, SIDOARJO – Dalam sepuluh hari ke depan hingga Lebaran, cuaca di Sidoarjo akan sama seperti sepuluh hari sebelumnya. Yakni, panas pada pagi dan siang hari, menjelang sore mendung tebal, lalu hujan deras dalam waktu tak terlalu lama.

Hal itu mengundang tanya warga Sidoarjo. Sebab, cuaca yang sebelumnya cerah, tiba-tiba berubah dalam waktu cepat. Akibatnya, aktivitas warga terhambat. Salah satunya, mereka yang ingin berburu takjil menjelang berbuka.

BMKG melalui @infobmkgjuanda membeberkan bahwa ada dampak adanya gangguan madden jullian oscilation (MJO) di atmosfer dan gelombang Kelvin spasial yang melintasi wilayah Jatim.

“Suhu muka laut di perairan selatan Jawa dan kondisi atmosfer yang labil turut memicu pertumbuhan awan,” tulis @infobmkgjuanda.

Hal tersebut dapat mengakibatkan hujan sedang hingga lebat disertai dengan angin kencang. “Cuaca ekstrem di wilayah Jatim tersebut bisa memicu bencana hidrometeorologi.”

Ancaman akan terjadi mulai 11 Maret-20 Maret 2026. Artinya, Lebaran kemungkinan akan menghadapi cuaca yang sama.

Siang Menyengat, Sore Gawat
BMKG mengimbau agar masyarakat selalu mewaspadai cuaca tersebut, utamanya seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang saat berkendara akibat hujan deras. Kondisi tersebut tentu sangat berpengaruh terhadap kelancaran arus mudik.

Selain mengganggu pandangan, hujan lebat juga mengakibatkan jalan-jalan protokol tergenang dengan cepat.

Info dari BMKG tersebut ditanggapi beragam oleh netizen. Salah satunya @bangpur yang menyebut cuaca di Lamongan sangat panas, tapi banjir.

Lain lagi dengan komentar @gmgrace, yang berharap bahwa cuaca ekstrem jangan sampai terjadi saat Lebaran. Sebab, setiap hari cuaca sudah cukup panas. (red/MT)

spot_img

METROTODAY, SIDOARJO – Dalam sepuluh hari ke depan hingga Lebaran, cuaca di Sidoarjo akan sama seperti sepuluh hari sebelumnya. Yakni, panas pada pagi dan siang hari, menjelang sore mendung tebal, lalu hujan deras dalam waktu tak terlalu lama.

Hal itu mengundang tanya warga Sidoarjo. Sebab, cuaca yang sebelumnya cerah, tiba-tiba berubah dalam waktu cepat. Akibatnya, aktivitas warga terhambat. Salah satunya, mereka yang ingin berburu takjil menjelang berbuka.

BMKG melalui @infobmkgjuanda membeberkan bahwa ada dampak adanya gangguan madden jullian oscilation (MJO) di atmosfer dan gelombang Kelvin spasial yang melintasi wilayah Jatim.

“Suhu muka laut di perairan selatan Jawa dan kondisi atmosfer yang labil turut memicu pertumbuhan awan,” tulis @infobmkgjuanda.

Hal tersebut dapat mengakibatkan hujan sedang hingga lebat disertai dengan angin kencang. “Cuaca ekstrem di wilayah Jatim tersebut bisa memicu bencana hidrometeorologi.”

Ancaman akan terjadi mulai 11 Maret-20 Maret 2026. Artinya, Lebaran kemungkinan akan menghadapi cuaca yang sama.

Siang Menyengat, Sore Gawat
BMKG mengimbau agar masyarakat selalu mewaspadai cuaca tersebut, utamanya seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang saat berkendara akibat hujan deras. Kondisi tersebut tentu sangat berpengaruh terhadap kelancaran arus mudik.

Selain mengganggu pandangan, hujan lebat juga mengakibatkan jalan-jalan protokol tergenang dengan cepat.

Info dari BMKG tersebut ditanggapi beragam oleh netizen. Salah satunya @bangpur yang menyebut cuaca di Lamongan sangat panas, tapi banjir.

Lain lagi dengan komentar @gmgrace, yang berharap bahwa cuaca ekstrem jangan sampai terjadi saat Lebaran. Sebab, setiap hari cuaca sudah cukup panas. (red/MT)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait