Cak Eri Yakin dari Sekolah Rakyat di Surabaya akan Lahir Pemimpin hingga Presiden

Eri percaya, siswa di sekolah ini memiliki keistimewaan tersendiri: lebih tangguh, mandiri, peka terhadap sesama, dan memiliki jiwa petarung yang tidak mudah menyerah, sebagaimana disebutkan oleh Presiden.

Sekolah saat ini menampung total 368 siswa. Tahun ajaran baru menerima 270 peserta didik baru jenjang SD, SMP, dan SMA.

Sementara sisanya merupakan kelanjutan dari program rintisan Universitas Negeri Surabaya. Semua siswa yang diterima merupakan anak dari keluarga dengan kondisi kemiskinan ekstrem, masuk dalam kategori Desil 1 dan 2.

“Memang khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem atau miskin golongan Desil 1 dan 2, semuanya kami terima di sini,” tegasnya.

Semangat baru juga terasa dari hati para siswa. Salah satu siswi kelas X, Aisyah Farah, mengaku sangat senang mengikuti rangkaian kegiatan MPLS yang berisi pembinaan karakter, pembentukan kepribadian, hingga latihan baris-berbaris bersama taruna.

Bagi Aisyah, sekolah ini adalah jalan terang untuk meraih cita-cita sekaligus mengubah nasib keluarga.

“Saya ingin menjadi orang sukses, bisa membanggakan orang tua, dan bertekad kuat memutus mata rantai kemiskinan dalam keluarga kami,” pungkasnya. (ahm)

Eri percaya, siswa di sekolah ini memiliki keistimewaan tersendiri: lebih tangguh, mandiri, peka terhadap sesama, dan memiliki jiwa petarung yang tidak mudah menyerah, sebagaimana disebutkan oleh Presiden.

Sekolah saat ini menampung total 368 siswa. Tahun ajaran baru menerima 270 peserta didik baru jenjang SD, SMP, dan SMA.

Sementara sisanya merupakan kelanjutan dari program rintisan Universitas Negeri Surabaya. Semua siswa yang diterima merupakan anak dari keluarga dengan kondisi kemiskinan ekstrem, masuk dalam kategori Desil 1 dan 2.

“Memang khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem atau miskin golongan Desil 1 dan 2, semuanya kami terima di sini,” tegasnya.

Semangat baru juga terasa dari hati para siswa. Salah satu siswi kelas X, Aisyah Farah, mengaku sangat senang mengikuti rangkaian kegiatan MPLS yang berisi pembinaan karakter, pembentukan kepribadian, hingga latihan baris-berbaris bersama taruna.

Bagi Aisyah, sekolah ini adalah jalan terang untuk meraih cita-cita sekaligus mengubah nasib keluarga.

“Saya ingin menjadi orang sukses, bisa membanggakan orang tua, dan bertekad kuat memutus mata rantai kemiskinan dalam keluarga kami,” pungkasnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait