Logika Tanpa Logistik Tak Berjalan, Unesa Sajikan Sarapan Bergizi Gratis saat UAS agar Mahasiswa Fokus

Program serupa juga dilaksanakan di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Kampus Lidah Wetan. Pembagian paket sarapan berlangsung di area Joglo FBS sebagai bentuk dukungan nutrisi bagi mahasiswa yang mengikuti ujian pada sesi pagi.

Dekan FBS, Syafi’ul Anam, mengatakan bahwa program tersebut merupakan bentuk kepedulian kampus terhadap kebutuhan mahasiswa selama menghadapi masa ujian.

“Ini adalah wujud kepedulian Unesa secara kelembagaan, termasuk fakultas, terhadap kebutuhan mahasiswa. Lembaga hadir secara langsung dan konkret untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka selama masa ujian,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Dekan FBS, Anas, menuturkan bahwa program ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu meningkatkan semangat mahasiswa, menunjukkan perhatian kampus terhadap mahasiswa, serta membangun kebersamaan melalui momen sarapan bersama.

“Logika tanpa logistik tidak bisa berjalan. Kalau lapar, mahasiswa tidak bisa berpikir fokus. Dengan sarapan, mereka bisa lebih rileks dan santai saat mengerjakan soal,” katanya.

Hal senada disampaikan Aulia Ainun, mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2025. Mahasiswi asal Kalimantan itu mengaku sering tidak sempat sarapan karena harus berangkat lebih awal dari asrama menuju kampus.

“Kalau lapar, kita jadi tidak fokus membaca soal dan malah memikirkan makanan. Saya merasa sangat diperhatikan oleh kampus,” ujarnya.

Program ini diharapkan terus berlanjut dengan berbagai evaluasi, baik terkait ketepatan jumlah porsi maupun variasi menu, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih optimal oleh seluruh mahasiswa. (ahm)

Program serupa juga dilaksanakan di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Kampus Lidah Wetan. Pembagian paket sarapan berlangsung di area Joglo FBS sebagai bentuk dukungan nutrisi bagi mahasiswa yang mengikuti ujian pada sesi pagi.

Dekan FBS, Syafi’ul Anam, mengatakan bahwa program tersebut merupakan bentuk kepedulian kampus terhadap kebutuhan mahasiswa selama menghadapi masa ujian.

“Ini adalah wujud kepedulian Unesa secara kelembagaan, termasuk fakultas, terhadap kebutuhan mahasiswa. Lembaga hadir secara langsung dan konkret untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka selama masa ujian,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Dekan FBS, Anas, menuturkan bahwa program ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu meningkatkan semangat mahasiswa, menunjukkan perhatian kampus terhadap mahasiswa, serta membangun kebersamaan melalui momen sarapan bersama.

“Logika tanpa logistik tidak bisa berjalan. Kalau lapar, mahasiswa tidak bisa berpikir fokus. Dengan sarapan, mereka bisa lebih rileks dan santai saat mengerjakan soal,” katanya.

Hal senada disampaikan Aulia Ainun, mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2025. Mahasiswi asal Kalimantan itu mengaku sering tidak sempat sarapan karena harus berangkat lebih awal dari asrama menuju kampus.

“Kalau lapar, kita jadi tidak fokus membaca soal dan malah memikirkan makanan. Saya merasa sangat diperhatikan oleh kampus,” ujarnya.

Program ini diharapkan terus berlanjut dengan berbagai evaluasi, baik terkait ketepatan jumlah porsi maupun variasi menu, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih optimal oleh seluruh mahasiswa. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait