Dugaan Pungli di CFD Taman Bungkul Surabaya, Cak Eri Geram Turun Langsung ke Lapangan, Pelaku Melarikan Diri

METROTODAY, SURABAYA – Viralnya dugaan pungutan liar (pungli) terhadap pedagang di kawasan Car Free Day (CFD) Taman Bungkul dan Jalan Raya Darmo membuat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi geram.

Menyusul laporan dan keresahan yang menyebar di media sosial, Cak Eri langsung memantau lokasi dan menindaklanjuti kasus tersebut bersama kepolisian.

Ia menegaskan seluruh pedagang kaki lima dan pelaku UMKM yang berjualan di kawasan CFD tidak dipungut biaya sepeser pun.

“Tidak ada yang namanya pedagang berbayar, karena posisi ini adalah gratis. Kita sudah atur tempat berjualan dan area parkir, serta pastikan sistem pembayaran parkir sudah non-tunai agar transparan,” tegas Eri, Minggu (19/7).

Terkait kasus dugaan penarikan uang yang sempat viral, Eri mengaku telah mendatangi alamat rumah pelaku yang diduga melakukan pemungutan yang dikenal pedagang sebagai Umi-Umi bersama jajaran kepolisian. Namun pelaku diketahui sudah tidak berada di tempat.

“Saya sudah ke rumahnya bersama Polda, tapi orangnya sudah tidak ada di sana. Bukan berarti kami berhenti, kami terus berkoordinasi dengan Direktorat Siber Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya untuk melacaknya,” jelasnya.

Eri mengimbau pihak yang bersangkutan untuk segera hadir dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Njenengan di mana saja, ayo bertemu. Setelah menarik uang harus bisa dipertanggungjawabkan. Saya tidak akan mentolerir pungutan liar di Surabaya,” tegas Eri.

Selain menindak pungli, Eri juga mengingatkan para pedagang untuk menjaga kebersihan area tempat berjualan setelah kegiatan selesai. Kebersihan ruang publik dinilai tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas dinas terkait.

“Kalau sudah selesai berdagang mohon dibersihkan, disapu sendiri. Kalau ditinggal kotor, tidak akan kami izinkan berjualan lagi. Saya yakin orang Surabaya berani bersih,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Viralnya dugaan pungutan liar (pungli) terhadap pedagang di kawasan Car Free Day (CFD) Taman Bungkul dan Jalan Raya Darmo membuat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi geram.

Menyusul laporan dan keresahan yang menyebar di media sosial, Cak Eri langsung memantau lokasi dan menindaklanjuti kasus tersebut bersama kepolisian.

Ia menegaskan seluruh pedagang kaki lima dan pelaku UMKM yang berjualan di kawasan CFD tidak dipungut biaya sepeser pun.

“Tidak ada yang namanya pedagang berbayar, karena posisi ini adalah gratis. Kita sudah atur tempat berjualan dan area parkir, serta pastikan sistem pembayaran parkir sudah non-tunai agar transparan,” tegas Eri, Minggu (19/7).

Terkait kasus dugaan penarikan uang yang sempat viral, Eri mengaku telah mendatangi alamat rumah pelaku yang diduga melakukan pemungutan yang dikenal pedagang sebagai Umi-Umi bersama jajaran kepolisian. Namun pelaku diketahui sudah tidak berada di tempat.

“Saya sudah ke rumahnya bersama Polda, tapi orangnya sudah tidak ada di sana. Bukan berarti kami berhenti, kami terus berkoordinasi dengan Direktorat Siber Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya untuk melacaknya,” jelasnya.

Eri mengimbau pihak yang bersangkutan untuk segera hadir dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Njenengan di mana saja, ayo bertemu. Setelah menarik uang harus bisa dipertanggungjawabkan. Saya tidak akan mentolerir pungutan liar di Surabaya,” tegas Eri.

Selain menindak pungli, Eri juga mengingatkan para pedagang untuk menjaga kebersihan area tempat berjualan setelah kegiatan selesai. Kebersihan ruang publik dinilai tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas dinas terkait.

“Kalau sudah selesai berdagang mohon dibersihkan, disapu sendiri. Kalau ditinggal kotor, tidak akan kami izinkan berjualan lagi. Saya yakin orang Surabaya berani bersih,” pungkasnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait