Pasca Idul Adha di Surabaya, Ditemukan Cacing Hati dan Pita pada Hewan Kurban di 21 Lokasi
Proses pemotongan daging hewan kurban pasca penyembelihan. Dari data DPKP ditemukan cacing hati dan pita pasca penyembelihan di 21 titik. (Foto: Istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Masyarakat Kota Surabaya tak perlu khawatir. Daging kurban yang beredar selama perayaan Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026 dipastikan sehat, halal, dan aman dikonsumsi.
Hal ini disampaikan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya setelah merampungkan seluruh proses evaluasi dan pengawasan kesehatan hewan kurban yang dilakukan secara ketat di seluruh wilayah kota.
Dari hasil pemeriksaan ribuan hewan kurban, petugas kesehatan hewan memang menemukan sejumlah kasus penyakit, utamanya infeksi cacing hati dan satu kasus langka cacing pita.
Namun, DKPP menegaskan seluruh organ tubuh atau bagian yang terindikasi terinfeksi tersebut 100 persen tidak didistribusikan ke masyarakat dan langsung diafkirkan atau dimusnahkan di lokasi pemotongan.
Proses pemotongan daging hewan kurban pasca penyembelihan. Dari data DPKP ditemukan cacing hati dan pita pasca penyembelihan di 21 titik. (Foto: Istimewa)
Kepala DKPP Surabaya, Nanik Sukristina, menjelaskan bahwa temuan ini merupakan hasil kerja aktif petugas yang turun langsung ke lapangan, bukan berdasar laporan warga.
Pengawasan dilakukan secara berjenjang dan menyeluruh, mencakup dua tahap krusial: pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dipotong (antemortem) serta pemeriksaan organ dan bangkai setelah pemotongan (postmortem).
“Pengawasan kami mencakup 31 kecamatan dengan total 296 lokasi pemotongan hewan kurban. Dari hasil pemeriksaan itu ditemukan sekitar 20 lokasi dengan kasus cacing hati dan satu lokasi yang ditemukan cacing pita. Seluruh organ yang terindikasi terinfeksi langsung dipisahkan dan tidak didistribusikan kepada masyarakat, sehingga tidak beredar untuk dikonsumsi,” ungkap Nanik, Senin (1/6).
Selain penyakit parasit pasca pemotongan, saat melakukan sidak di lapak-lapak pedagang hewan, petugas juga menemukan satu ekor sapi yang terindikasi menderita skabies (penyakit kulit gatal menular).
METROTODAY, SURABAYA – Masyarakat Kota Surabaya tak perlu khawatir. Daging kurban yang beredar selama perayaan Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026 dipastikan sehat, halal, dan aman dikonsumsi.
Hal ini disampaikan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya setelah merampungkan seluruh proses evaluasi dan pengawasan kesehatan hewan kurban yang dilakukan secara ketat di seluruh wilayah kota.
Dari hasil pemeriksaan ribuan hewan kurban, petugas kesehatan hewan memang menemukan sejumlah kasus penyakit, utamanya infeksi cacing hati dan satu kasus langka cacing pita.
Namun, DKPP menegaskan seluruh organ tubuh atau bagian yang terindikasi terinfeksi tersebut 100 persen tidak didistribusikan ke masyarakat dan langsung diafkirkan atau dimusnahkan di lokasi pemotongan.
Proses pemotongan daging hewan kurban pasca penyembelihan. Dari data DPKP ditemukan cacing hati dan pita pasca penyembelihan di 21 titik. (Foto: Istimewa)
Kepala DKPP Surabaya, Nanik Sukristina, menjelaskan bahwa temuan ini merupakan hasil kerja aktif petugas yang turun langsung ke lapangan, bukan berdasar laporan warga.
Pengawasan dilakukan secara berjenjang dan menyeluruh, mencakup dua tahap krusial: pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dipotong (antemortem) serta pemeriksaan organ dan bangkai setelah pemotongan (postmortem).
“Pengawasan kami mencakup 31 kecamatan dengan total 296 lokasi pemotongan hewan kurban. Dari hasil pemeriksaan itu ditemukan sekitar 20 lokasi dengan kasus cacing hati dan satu lokasi yang ditemukan cacing pita. Seluruh organ yang terindikasi terinfeksi langsung dipisahkan dan tidak didistribusikan kepada masyarakat, sehingga tidak beredar untuk dikonsumsi,” ungkap Nanik, Senin (1/6).
Selain penyakit parasit pasca pemotongan, saat melakukan sidak di lapak-lapak pedagang hewan, petugas juga menemukan satu ekor sapi yang terindikasi menderita skabies (penyakit kulit gatal menular).