Dari Burung hingga Kucing Bakau, 74 Spesies yang Terjaga di Kebun Raya Mangrove Surabaya

METROTODAY, SURABAYA – Keberadaan puluhan jenis burung, kupu-kupu, kucing bakau, hingga kepiting pemanjat pohon menjadi bukti nyata bahwa ekosistem di Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya masih terjaga dengan baik.

Kawasan konservasi yang dikelola Pemerintah Kota Surabaya ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengumpulan dan pelestarian jenis mangrove, tetapi juga menjadi tempat hidup bagi berbagai satwa liar.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebun Raya Mangrove Surabaya, Dian Prasetyaningtyas, menyampaikan bahwa saat ini KRM Surabaya memiliki koleksi sebanyak 74 spesies mangrove. Jumlah itu mencapai hampir 30 persen dari total 245 jenis mangrove yang ada di Indonesia.

“Kurang lebih hampir 30 persen, dan relatif memang untuk jenis spesiesnya yang paling banyak di antara area mangrove yang lain,” ujar Dian pada Selasa (30/6).

Gemini_Generated_Image_oo3xixoo3xixoo3x
Aneka spesies hewan yang ditemukan si Kebun Raya Mangrove Surabaya. (Foto: Istimewa)

Ia menegaskan bahwa keunikan kawasan ini yang menjadikannya satu-satunya kebun raya bertema mangrove di Indonesia.

Berbeda dengan 48 kebun raya lain yang tersebar di tanah air dan bersifat umum, KRM Surabaya dikembangkan secara khusus untuk pelestarian dan pengembangan ekosistem bakau.

“Kalau yang lain-lain di Indonesia kita ada 48 kebun raya, tetapi sifatnya tidak tematik. Untuk yang mangrove itu Surabaya satu-satunya,” tegasnya.

Sejak bergabung dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Surabaya, pengelolaan kawasan ini semakin diarahkan menjadi pusat kajian ilmiah. Dian menyebutkan target jangka panjangnya adalah menjadikan KRM Surabaya sebagai laboratorium mangrove bertaraf dunia.

“Targetnya adalah bagaimana kita menjadikan Kebun Raya Mangrove Surabaya sebagai laboratorium mangrove yang ada di dunia. Harapannya, paling tidak 245 spesies mangrove yang ada di Indonesia bisa kita miliki di sini,” imbuhnya.

Selain kekayaan jenis tumbuhan, kawasan ini juga menjadi tempat hidup beragam satwa. Dian menyebutkan tercatat sekitar 35 jenis burung yang singgah maupun menetap di kawasan tersebut.

“Burung itu kita ada kurang lebih sekitar 35 jenis, baik itu hanya singgah maupun hidup menetap di area Kebun Raya Mangrove Surabaya,” paparnya.

METROTODAY, SURABAYA – Keberadaan puluhan jenis burung, kupu-kupu, kucing bakau, hingga kepiting pemanjat pohon menjadi bukti nyata bahwa ekosistem di Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya masih terjaga dengan baik.

Kawasan konservasi yang dikelola Pemerintah Kota Surabaya ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengumpulan dan pelestarian jenis mangrove, tetapi juga menjadi tempat hidup bagi berbagai satwa liar.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebun Raya Mangrove Surabaya, Dian Prasetyaningtyas, menyampaikan bahwa saat ini KRM Surabaya memiliki koleksi sebanyak 74 spesies mangrove. Jumlah itu mencapai hampir 30 persen dari total 245 jenis mangrove yang ada di Indonesia.

“Kurang lebih hampir 30 persen, dan relatif memang untuk jenis spesiesnya yang paling banyak di antara area mangrove yang lain,” ujar Dian pada Selasa (30/6).

Gemini_Generated_Image_oo3xixoo3xixoo3x
Aneka spesies hewan yang ditemukan si Kebun Raya Mangrove Surabaya. (Foto: Istimewa)

Ia menegaskan bahwa keunikan kawasan ini yang menjadikannya satu-satunya kebun raya bertema mangrove di Indonesia.

Berbeda dengan 48 kebun raya lain yang tersebar di tanah air dan bersifat umum, KRM Surabaya dikembangkan secara khusus untuk pelestarian dan pengembangan ekosistem bakau.

“Kalau yang lain-lain di Indonesia kita ada 48 kebun raya, tetapi sifatnya tidak tematik. Untuk yang mangrove itu Surabaya satu-satunya,” tegasnya.

Sejak bergabung dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Surabaya, pengelolaan kawasan ini semakin diarahkan menjadi pusat kajian ilmiah. Dian menyebutkan target jangka panjangnya adalah menjadikan KRM Surabaya sebagai laboratorium mangrove bertaraf dunia.

“Targetnya adalah bagaimana kita menjadikan Kebun Raya Mangrove Surabaya sebagai laboratorium mangrove yang ada di dunia. Harapannya, paling tidak 245 spesies mangrove yang ada di Indonesia bisa kita miliki di sini,” imbuhnya.

Selain kekayaan jenis tumbuhan, kawasan ini juga menjadi tempat hidup beragam satwa. Dian menyebutkan tercatat sekitar 35 jenis burung yang singgah maupun menetap di kawasan tersebut.

“Burung itu kita ada kurang lebih sekitar 35 jenis, baik itu hanya singgah maupun hidup menetap di area Kebun Raya Mangrove Surabaya,” paparnya.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait