Mahasiswa ITS Ciptakan Vityuu Mouth Spray: Blokir Rasa Manis Sejak di Lidah, Bantu Cegah Diabetes

Secara alami, saat lidah merasakan manis, otak langsung menerima sinyal kenikmatan dan melepaskan zat dopamin yang memicu keinginan mengulanginya terus-menerus.

Vityuu memutus rantai itu sejak awal bukan dengan memaksa menahan diri, melainkan membuat rasa manis tak lagi terdeteksi. Tanpa sinyal kepuasan yang masuk, dorongan menginginkan gula pun perlahan mereda.

Lebih dari itu, pemblokiran rasa manis juga menekan respons alami tubuh: biasanya begitu lidah merasakan manis, tubuh langsung bersiap melepaskan insulin.

Mekanisme ini ikut terhambat sehingga membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.

“Sehingga untuk mengubah pola craving secara jangka panjang tetap perlu adanya penggunaan konsisten sebagai bagian dari kebiasaan,” tuturnya.

Formula ini disusun dari bahan herbal alami: ekstrak daun Gymnema sylvestre, peppermint, dan stevia. Uji coba membuktikan aman dipakai jangka panjang dan minim efek samping.

Bahkan jika tidak sengaja tertelan, bahan ini tetap bermanfaat bagi saluran cerna, meski fungsi utamanya baru maksimal jika bersentuhan cukup lama dengan lidah.

“Hanya saja, fungsi utamanya tidak akan optimal jika langsung tertelan tanpa sempat kontak lama dengan lidah,” terangnya.

Cara pakainya sangat praktis, yakni cukup disemprotkan 2–3 kali ke permukaan lidah.

Dalam sekejap, rasa manis akan hilang, sementara rasa asin, asam, maupun pedas tetap terasa utuh. Efek pemblokiran bertahan 15 hingga 60 menit.

Sebagai dampak tambahan, sensitivitas rasa manis yang menurun juga membantu menekan nafsu makan berlebih sehingga pola makan menjadi lebih terkontrol.

“Inovasi ini kini sudah diproduksi secara masif,” ungkap Kevin.

Dikembangkan oleh tim dari Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD) ITS, Vityuu Mouth Spray menjadi bukti nyata bagaimana gagasan mahasiswa lahir menjadi solusi nyata bagi kesehatan masyarakat. (ahm)

Secara alami, saat lidah merasakan manis, otak langsung menerima sinyal kenikmatan dan melepaskan zat dopamin yang memicu keinginan mengulanginya terus-menerus.

Vityuu memutus rantai itu sejak awal bukan dengan memaksa menahan diri, melainkan membuat rasa manis tak lagi terdeteksi. Tanpa sinyal kepuasan yang masuk, dorongan menginginkan gula pun perlahan mereda.

Lebih dari itu, pemblokiran rasa manis juga menekan respons alami tubuh: biasanya begitu lidah merasakan manis, tubuh langsung bersiap melepaskan insulin.

Mekanisme ini ikut terhambat sehingga membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.

“Sehingga untuk mengubah pola craving secara jangka panjang tetap perlu adanya penggunaan konsisten sebagai bagian dari kebiasaan,” tuturnya.

Formula ini disusun dari bahan herbal alami: ekstrak daun Gymnema sylvestre, peppermint, dan stevia. Uji coba membuktikan aman dipakai jangka panjang dan minim efek samping.

Bahkan jika tidak sengaja tertelan, bahan ini tetap bermanfaat bagi saluran cerna, meski fungsi utamanya baru maksimal jika bersentuhan cukup lama dengan lidah.

“Hanya saja, fungsi utamanya tidak akan optimal jika langsung tertelan tanpa sempat kontak lama dengan lidah,” terangnya.

Cara pakainya sangat praktis, yakni cukup disemprotkan 2–3 kali ke permukaan lidah.

Dalam sekejap, rasa manis akan hilang, sementara rasa asin, asam, maupun pedas tetap terasa utuh. Efek pemblokiran bertahan 15 hingga 60 menit.

Sebagai dampak tambahan, sensitivitas rasa manis yang menurun juga membantu menekan nafsu makan berlebih sehingga pola makan menjadi lebih terkontrol.

“Inovasi ini kini sudah diproduksi secara masif,” ungkap Kevin.

Dikembangkan oleh tim dari Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD) ITS, Vityuu Mouth Spray menjadi bukti nyata bagaimana gagasan mahasiswa lahir menjadi solusi nyata bagi kesehatan masyarakat. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait