METROTODAY, SURABAYA – Perjuangan panjang dan keteguhan hati akhirnya membuahkan hasil manis bagi Abdul Malik Syaiful, 49. Guru honorer asal Desa Pringgondani, Kecamatan Batur, Kabupaten Malang ini berhasil mewujudkan cita-cita mulianya, berangkat menunaikan ibadah haji bersama sang istri, Mudrika, 49.
Dengan penghasilan yang terbatas, ia rela menyisihkan rezeki sedikit demi sedikit setiap harinya demi mewujudkan niat suci tersebut.
Abdul Malik menceritakan, keinginan untuk berhaji sudah tumbuh sejak awal membina rumah tangga. Ia dan istri memulai perjuangan ini sejak tahun 2001, saat gaji honorer-nya masih sangat kecil.
“Mulai tahun 2001 dengan gaji pada waktu itu Rp 25 ribu, kami terus punya keinginan dan tekad bersama istri saya untuk bisa menjadi tamunya Allah. Dan alhamdulillah dengan menabung seadanya dari jerih payah kami, akhirnya di tahun 2012 kami bisa mendaftar haji untuk dua orang,” ungkapnya, Sabtu (25/4).
Saat mendaftar pada 2012 lalu, total biaya yang harus disiapkan mencapai Rp 50 juta untuk dirinya dan istri. Untuk mengumpulkan dana sebesar itu, pasangan ini menerapkan prinsip hidup hemat dan konsisten menabung.
Selain mengandalkan gaji mengajar, istri Abdul Malik juga memiliki usaha peternakan bebek sebanyak 300 ekor yang hasilnya menjadi sumber tambahan tabungan.
“Istri saya kerjaannya punya 300 ekor bebek petelur yang setiap hari dipanen. Alhamdulillah, meski sempat terhenti saat pandemi Corona di tahun 2020 di mana bebek kami habis, justru di situ harapan kami semakin besar untuk bisa berangkat naik haji ini,” tuturnya.
Abdul Malik mengaku, ia rutin menyisihkan uang setiap harinya. Jumlahnya pun tidak menentu, berkisar antara Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu, tergantung rezeki yang didapatkan.
Seiring berjalannya waktu, gaji honorernya pun perlahan naik dari Rp 25 ribu hingga mencapai Rp 250 ribu per bulan saat mengajar di SD. Kini, ia juga mengajar di Madrasah Tsanawiyah swasta sehingga pendapatannya sedikit bertambah.
“Setiap hari kita sisihkan Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu gitu dari rezeki. Di rumah juga ada usaha kecil-kecilan milik istri, dari situlah kami kumpulkan sampai bisa seperti ini,” jelasnya.
Usaha dan kesabaran yang bertahun-tahun lamanya itu kini terbayar lunas. Kini ia dan istri telah berada di Asrama Haji Sukolilo, bersiap melaksanakan panggilan Ilahi. Rasa syukur dan bahagia tak mampu disembunyikan oleh ayah dari beberapa anak ini.
“Insyaallah ini adalah nikmat yang luar biasa, anugerah yang sangat besar bagi kami dan keluarga. Hari ini kami ada di Asrama Haji, insyaallah akan berangkat menunaikan haji. Luar biasa, masyaallah. Terima kasih ya Allah, terima kasih,” ujarnya.
Sebelum berangkat, Abdul Malik telah menyiapkan doa istimewa yang akan dipanjatkan di Tanah Suci. Selain untuk keluarga, ia juga mendoakan orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya, terutama para murid.
“Kami ingin anak-anak kami, juga murid-murid yang pernah kami berikan ilmu, bisa meneladani kami dan kelak juga bisa menunaikan ibadah haji ke Mekkah serta berziarah ke makam Rasulullah,” pungkasnya. (ahm)

