FIFA Ingin Anak-anak Mendamaikan Palestina dan Israel, Dunia Malah Ribut

METROTODAY, ZURICH – Presiden FIFA Gianni Infantino mendadak menjadi pusat perhatian setelah muncul rencana menggelar pertandingan antara tim nasional Palestina U-15 dan Israel U-15 dalam sebuah festvial sepak bola usia muda yang akan berlangsung di Amerika Serikat pada September 2026.

Namun, niat yang disebut sebagai upaya membangun perdamaian melalui sepak bola itu justru memicu perdebatan dan kontroversi di berbagai kalangan.

Menurut laporan The Guardian, FIFA tengah mempertimbangkan pertandingan Palestina U-15 melawan Israel U-15 sebagai laga pembuka turnamen usia muda yang baru dibentuk. Kompetisi tersebut merupakan bagian dari proyek pengembangan FIFA yang akan mengundang seluruh 211 asosiasi anggota FIFA dan dirancang sebagai wadah interaksi antarpemain muda dari berbagai belahan dunia.

Gagasan tersebut berasal langsung dari Gianni Infantino yang selama beberapa waktu terakhir konsisten menyuarakan peran sepak bola sebagai alat pemersatu dunia.

Dalam Kongres FIFA yang berlangsung di Vancouver, Kanada, pada April lalu, Infantino menjelaskan bahwa festival U-15 tersebut bertujuan mempertemukan generasi muda dari berbagai latar belakang untuk membangun hubungan yang lebih baik melalui olahraga.

“Kami memiliki turnamen U-15 yang indah. Kami akan mengundang seluruh negara di dunia untuk berpartisipasi. Mari kita lakukan untuk anak-anak,” ujar Infantino saat berbicara dalam Kongres FIFA.

Pernyataan itu kemudian menjadi dasar munculnya usulan agar Palestina dan Israel memainkan pertandingan simbolis dalam ajang tersebut.

Namun, upaya Infantino untuk mendekatkan kedua belah pihak sebenarnya sudah digagas sejak Kongres FIFA di Vancouver.

Saat itu ia mencoba mempertemukan Presiden Federasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub, dan Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Israel, Basim Sheikh Suliman, dalam satu panggung.

Momen yang diharapkan menjadi simbol persatuan tersebut justru berlangsung canggung karena keduanya tidak berjabat tangan maupun berfoto bersama.

Kontroversi muncul karena hubungan Palestina dan Israel di dunia sepak bola sedang dalam situasi sensitif.

Federasi Sepak Bola Palestina dalam beberapa tahun terakhir berulang kali meminta FIFA mengambil tindakan terhadap Israel terkait aktivitas sepak bola di wilayah yang disengketakan.

METROTODAY, ZURICH – Presiden FIFA Gianni Infantino mendadak menjadi pusat perhatian setelah muncul rencana menggelar pertandingan antara tim nasional Palestina U-15 dan Israel U-15 dalam sebuah festvial sepak bola usia muda yang akan berlangsung di Amerika Serikat pada September 2026.

Namun, niat yang disebut sebagai upaya membangun perdamaian melalui sepak bola itu justru memicu perdebatan dan kontroversi di berbagai kalangan.

Menurut laporan The Guardian, FIFA tengah mempertimbangkan pertandingan Palestina U-15 melawan Israel U-15 sebagai laga pembuka turnamen usia muda yang baru dibentuk. Kompetisi tersebut merupakan bagian dari proyek pengembangan FIFA yang akan mengundang seluruh 211 asosiasi anggota FIFA dan dirancang sebagai wadah interaksi antarpemain muda dari berbagai belahan dunia.

Gagasan tersebut berasal langsung dari Gianni Infantino yang selama beberapa waktu terakhir konsisten menyuarakan peran sepak bola sebagai alat pemersatu dunia.

Dalam Kongres FIFA yang berlangsung di Vancouver, Kanada, pada April lalu, Infantino menjelaskan bahwa festival U-15 tersebut bertujuan mempertemukan generasi muda dari berbagai latar belakang untuk membangun hubungan yang lebih baik melalui olahraga.

“Kami memiliki turnamen U-15 yang indah. Kami akan mengundang seluruh negara di dunia untuk berpartisipasi. Mari kita lakukan untuk anak-anak,” ujar Infantino saat berbicara dalam Kongres FIFA.

Pernyataan itu kemudian menjadi dasar munculnya usulan agar Palestina dan Israel memainkan pertandingan simbolis dalam ajang tersebut.

Namun, upaya Infantino untuk mendekatkan kedua belah pihak sebenarnya sudah digagas sejak Kongres FIFA di Vancouver.

Saat itu ia mencoba mempertemukan Presiden Federasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub, dan Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Israel, Basim Sheikh Suliman, dalam satu panggung.

Momen yang diharapkan menjadi simbol persatuan tersebut justru berlangsung canggung karena keduanya tidak berjabat tangan maupun berfoto bersama.

Kontroversi muncul karena hubungan Palestina dan Israel di dunia sepak bola sedang dalam situasi sensitif.

Federasi Sepak Bola Palestina dalam beberapa tahun terakhir berulang kali meminta FIFA mengambil tindakan terhadap Israel terkait aktivitas sepak bola di wilayah yang disengketakan.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait