FIFA Ingin Anak-anak Mendamaikan Palestina dan Israel, Dunia Malah Ribut

Pada Maret 2026, FIFA memutuskan tidak menjatuhkan sanksi penangguhan kepada Israel, keputusan yang memicu kritik dari sejumlah kelompok pro-Palestina dan organisasi hak asasi manusia dunia.

Di pihak Israel, dilansir dari laman federasi, respons terhadap gagasan tersebut cenderung positif. Juru bicara Federasi Sepak Bola Israel (IFA) mengatakan, organisasinya selalu terbuka terhadap segala upaya yang menggunakan sepak bola sebagai alat pemersatu.

Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap Presiden IFA Moshe Zuares yang mendukung pelaksanaan sepak bola untuk mempromosikan normalisasi dan perdamaian.

Sejumlah pengamat sepak bola internasional mempertanyakan efektivitas gagasan tersebut. Sama halnya yang ditulis oleh ABC Australia, niat FIFA memang baik dan positif, namun pertandingan antara tim U-15 berpotensi menempatkan anak-anak di tengah isu politik yang sangat kompleks.

Kritik lainnya menyebut FIFA terlalu menyederhanakan konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan melibatkan persoalan yang jauh lebih besar daripada sekadar sepak bola.

Hingga pertengahan Juni 2026, FIFA belum mengonfirmasi secara resmi “kabar bocor” tersebut.

Statusnya masih berupa proposal yang sedang dipertimbangkan dalam rangkaian festival sepak bola usia muda yang melibatkan seluruh anggota FIFA. (ezaar/mt)

Pada Maret 2026, FIFA memutuskan tidak menjatuhkan sanksi penangguhan kepada Israel, keputusan yang memicu kritik dari sejumlah kelompok pro-Palestina dan organisasi hak asasi manusia dunia.

Di pihak Israel, dilansir dari laman federasi, respons terhadap gagasan tersebut cenderung positif. Juru bicara Federasi Sepak Bola Israel (IFA) mengatakan, organisasinya selalu terbuka terhadap segala upaya yang menggunakan sepak bola sebagai alat pemersatu.

Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap Presiden IFA Moshe Zuares yang mendukung pelaksanaan sepak bola untuk mempromosikan normalisasi dan perdamaian.

Sejumlah pengamat sepak bola internasional mempertanyakan efektivitas gagasan tersebut. Sama halnya yang ditulis oleh ABC Australia, niat FIFA memang baik dan positif, namun pertandingan antara tim U-15 berpotensi menempatkan anak-anak di tengah isu politik yang sangat kompleks.

Kritik lainnya menyebut FIFA terlalu menyederhanakan konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan melibatkan persoalan yang jauh lebih besar daripada sekadar sepak bola.

Hingga pertengahan Juni 2026, FIFA belum mengonfirmasi secara resmi “kabar bocor” tersebut.

Statusnya masih berupa proposal yang sedang dipertimbangkan dalam rangkaian festival sepak bola usia muda yang melibatkan seluruh anggota FIFA. (ezaar/mt)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait