METROTODAY, SURABAYA – Video yang beredar di media sosial menuding seorang anak berusia lima tahun ditelantarkan dan dieksploitasi oleh ayah kandungnya dengan diajak mengemis serta mengamen di Pasar Keputran, kini telah diklarifikasi.
Setelah pemeriksaan bersama kepolisian hingga peninjauan langsung ke lapangan, Pemerintah Kota Surabaya menyatakan belum ditemukan bukti yang menguatkan tuduhan tersebut. Anak justru terlihat dalam kondisi baik dan diasuh dengan layak oleh ayahnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati, menyampaikan hal tersebut setelah meninjau langsung kediaman anak di kawasan Dinoyo, Surabaya, Jumat (31/7).

“Tadi malam kami klarifikasi dengan teman-teman Polres terkait berita bahwa ada anak yang dieksploitasi oleh bapaknya untuk mengemis, untuk mengamen,” kata Ida.
Ida menjelaskan, pihaknya juga telah meminta keterangan ibu kandung yang menyampaikan dugaan eksploitasi tersebut. Namun hingga saat ini, belum ada bukti yang dapat ditunjukkan untuk mendukung tuduhan itu.
“Sampai saat ini kami belum mendapatkan bukti itu. Termasuk teman-teman Polres tadi malam juga menunggu bukti dari yang disampaikan ibunya. Hasilnya, Alhamdulillah kami sudah bertemu anaknya dan anaknya dalam kondisi baik-baik saja dalam pengasuhan bapaknya,” imbuhnya,” jelasnya.
Ida juga menegaskan timnya telah memastikan anak tersebut bersekolah dan rutin diantar oleh ayahnya. Secara psikologis, anak menunjukkan kondisi yang sehat, tidak tampak adanya trauma, dan dapat berkomunikasi dengan baik.
“Jadi sementara kami memang percaya bapaknya, karena bapaknya sudah bisa melakukan pengasuhan dengan baik, anaknya juga sudah disekolahkan. Tadi pagi kami cek ke sekolahnya juga anaknya sekolah dan diantar oleh bapaknya,” ungkapnya.
“Secara psikologi anaknya baik-baik saja, tidak ada trauma, dia bermain, berkomunikasi dengan baik. Dengan kami pun juga tidak ada ketakutan, langsung bisa akrab begitu,” tambahnya.
Sementara itu, Sunardi, ayah kandung anak yang berinisial A tersebut, membantah seluruh tuduhan yang beredar. Ia menegaskan telah memberikan pendidikan, nafkah, dan pengasuhan yang layak bagi putrinya. Tuduhan mengamen dan mengemis disebutnya tidak benar dan merupakan fitnah.
“Saya memberikan A pendidikan yang baik, memberi nafkah yang baik, memberi makan selayaknya seorang ayah kepada anak. Apa yang diceritakan di luar itu semua tidak benar. Itu semua fitnah,” tegas Sunardi.
“Apa yang diceritakan di luar itu semua tidak benar. Saya enggak pernah menyuruh anak saya ngamen, mengemis,” tegasnya.
Keterangan serupa juga disampaikan keluarga besar Sunardi. Kakak kandungnya, Hariyanto, menjelaskan keberadaan anak di Pasar Keputran sebagaimana terekam dalam video hanya sedang bermain bersama saudara saat menemani tantenya berjualan. Kebutuhan anak pun terpenuhi dengan baik.
“Kalau A sama ayahnya ya baik-baik saja. Kalau di Pasar Keputran itu ya sekadar main. Kalau terkait makan sudah dicukupi sama ayahnya. Enggak pernah diajak ngemis, itu enggak pernah. Apalagi ditelantarkan, itu enggak ada,” ujar Hariyanto.
Kakak lainnya, Iramawati, juga membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, anak sesekali ikut ke pasar hanya menemani dirinya berjualan dan bermain, sama sekali tidak ada paksaan atau eksploitasi.
“(Tuduhan) palsu itu semua, apalagi ditelantarkan. Apalagi dibilang minta-minta, itu tidak benar. Di Pasar Keputran itu cuma main-main saja. Ikut tantenya jualan cabai, peracangan di Pasar Keputran,” pungkasnya. (ahm)

