METROTODAY, SURABAYA – Rencana aksi damai yang akan digelar ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kota Surabaya, Jumat (31/7), berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama.
Aksi yang dipicu kasus penganiayaan dua anggota PSHT oleh kelompok debt collector (DC) ini dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB, dengan titik kumpul di Jalan Basuki Rahmat lalu bergerak menuju Polrestabes Surabaya melalui Jalan Teuku Umar dan Jalan Imam Bonjol ke Jalan Pandegiling kantor DC.
Merespons hal tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mengimbau seluruh penumpang kereta api yang akan melakukan perjalanan hari ini untuk mengantisipasi waktu tempuh menuju stasiun dan berangkat lebih awal dari biasanya.
Ruas jalan yang diperkirakan terdampak meliputi Bundaran Waru, Jalan Ahmad Yani, Jalan Wonokromo, Jalan Raya Darmo, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Embong Gayam, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Pandegiling, hingga Jalan Teuku Umar. Kondisi ini berpotensi memperlambat perjalanan menuju Stasiun Surabaya Gubeng maupun Stasiun Surabaya Pasarturi.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, meminta penumpang memberikan waktu perjalanan yang lebih longgar agar tidak mengalami keterlambatan.
“Kami mengimbau seluruh pelanggan kereta api yang akan berangkat dari stasiun di wilayah Surabaya agar mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas dengan berangkat lebih awal dari lokasi masing-masing,”ujar Mahendro, Jumat (31/7).
KAI menyarankan penumpang tiba di stasiun paling lambat 30 hingga 60 menit sebelum jadwal keberangkatan, terutama bagi yang melintasi ruas jalan terdampak. Pelanggan juga disarankan memantau informasi resmi guna memantau kondisi lalu lintas dan menentukan rute alternatif jika diperlukan.
“Seluruh perjalanan kereta api tetap beroperasi sesuai jadwal. Karena itu, kami mengajak pelanggan untuk menyesuaikan waktu keberangkatan dari rumah agar memiliki waktu yang cukup menuju stasiun dan tidak tertinggal kereta akibat kepadatan lalu lintas,” tuturnya.
KAI juga mengimbau masyarakat pengguna jalan untuk mematuhi arahan petugas dan rekayasa lalu lintas yang diberlakukan demi menjaga kelancaran serta keselamatan bersama. (ahm)

