Pasokan Daging Sapi di Surabaya Aman, Harga Stabil Rp150 Ribu per Kilogram

METROTODAY, SURABAYA – Harga daging sapi di pasar‑pasar tradisional Kota Surabaya cenderung stabil dalam beberapa bulan terakhir.

Sejak pasca‑Iduladha Juni 2026, harga daging sapi kelas I bertahan di kisaran Rp 150 ribu per kilogram, meskipun harga sapi hidup masih berada pada tingkat relatif tinggi.

Di sisi lain, pihak penanggung jawab rantai pasokan memastikan ketersediaan daging di pasar masih mencukupi kebutuhan warga.

Berdasarkan pemantauan Tim Monitoring Daging Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya di Pasar Tambahrejo, harga daging sapi kelas I berada di Rp 150 ribu per kilogram, sedangkan jenis daging lainnya sekitar Rp 140 ribu per kilogram.

Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar A. Isnugroho menyatakan pemantauan rutin terus dilakukan untuk mengikuti dinamika pasar sekaligus menjamin kebutuhan masyarakat terpenuhi.

“Harga daging sapi di pasar saat ini cenderung bertahan sejak Juni lalu. Jadi, kondisi yang kita lihat sekarang merupakan pola kestabilan harga yang terbentuk dalam beberapa bulan terakhir. Kami terus memantau perkembangannya, termasuk memastikan ketersediaan pasokan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Fajar, Sabtu (24/10).

Ia menjelaskan kegiatan pemantauan itu merupakan bagian dari upaya RPH Surabaya menjaga ketersediaan pangan asal hewan di Kota Pahlawan.

Hasil pengamatan kemudian disampaikan dalam rapat koordinasi rutin bersama Pemerintah Kota Surabaya dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sebagai bahan evaluasi penentuan langkah‑langkah selanjutnya.

Perkembangan harga ini juga menjadi perhatian Badan Pusat Statistik Kota Surabaya, yang tidak hanya mengamati pergerakan harga tetapi juga kesinambungan pasokan agar warga tetap mudah mendapatkan daging sapi di pasar tradisional.

“Kami memastikan pasokan daging sapi tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ketersediaan sapi hidup siap potong juga mendukung keberlangsungan pasokan ke pasar. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir dan bisa berbelanja seperti biasa sesuai kebutuhan,” jelas Fajar.

Selain menjaga pasokan, RPH Surabaya juga mengajak masyarakat memilih daging sapi hasil pemotongan di RPH yang memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Warga dapat mengenali pedagang mitra melalui papan bertuliskan “Mitra RPH Surabaya” yang terpasang di lapak penjualan.

“RPH Surabaya berkomitmen mendukung ketersediaan pangan, khususnya daging sapi, agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Kami akan terus memantau kondisi pasokan dan mendorong masyarakat memilih daging yang aman serta layak dikonsumsi, sehingga kebutuhan pangan keluarga dapat terpenuhi dengan baik,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Harga daging sapi di pasar‑pasar tradisional Kota Surabaya cenderung stabil dalam beberapa bulan terakhir.

Sejak pasca‑Iduladha Juni 2026, harga daging sapi kelas I bertahan di kisaran Rp 150 ribu per kilogram, meskipun harga sapi hidup masih berada pada tingkat relatif tinggi.

Di sisi lain, pihak penanggung jawab rantai pasokan memastikan ketersediaan daging di pasar masih mencukupi kebutuhan warga.

Berdasarkan pemantauan Tim Monitoring Daging Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya di Pasar Tambahrejo, harga daging sapi kelas I berada di Rp 150 ribu per kilogram, sedangkan jenis daging lainnya sekitar Rp 140 ribu per kilogram.

Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar A. Isnugroho menyatakan pemantauan rutin terus dilakukan untuk mengikuti dinamika pasar sekaligus menjamin kebutuhan masyarakat terpenuhi.

“Harga daging sapi di pasar saat ini cenderung bertahan sejak Juni lalu. Jadi, kondisi yang kita lihat sekarang merupakan pola kestabilan harga yang terbentuk dalam beberapa bulan terakhir. Kami terus memantau perkembangannya, termasuk memastikan ketersediaan pasokan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Fajar, Sabtu (24/10).

Ia menjelaskan kegiatan pemantauan itu merupakan bagian dari upaya RPH Surabaya menjaga ketersediaan pangan asal hewan di Kota Pahlawan.

Hasil pengamatan kemudian disampaikan dalam rapat koordinasi rutin bersama Pemerintah Kota Surabaya dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sebagai bahan evaluasi penentuan langkah‑langkah selanjutnya.

Perkembangan harga ini juga menjadi perhatian Badan Pusat Statistik Kota Surabaya, yang tidak hanya mengamati pergerakan harga tetapi juga kesinambungan pasokan agar warga tetap mudah mendapatkan daging sapi di pasar tradisional.

“Kami memastikan pasokan daging sapi tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ketersediaan sapi hidup siap potong juga mendukung keberlangsungan pasokan ke pasar. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir dan bisa berbelanja seperti biasa sesuai kebutuhan,” jelas Fajar.

Selain menjaga pasokan, RPH Surabaya juga mengajak masyarakat memilih daging sapi hasil pemotongan di RPH yang memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Warga dapat mengenali pedagang mitra melalui papan bertuliskan “Mitra RPH Surabaya” yang terpasang di lapak penjualan.

“RPH Surabaya berkomitmen mendukung ketersediaan pangan, khususnya daging sapi, agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Kami akan terus memantau kondisi pasokan dan mendorong masyarakat memilih daging yang aman serta layak dikonsumsi, sehingga kebutuhan pangan keluarga dapat terpenuhi dengan baik,” pungkasnya. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait