Indonesia membutuhkan kemandirian pangan, energi, industri, teknologi, kesehatan, dan ekonomi rakyat. Semua itu memerlukan riset yang membumi, teknologi yang berpihak, dan kebijakan yang berpijak pada bukti. Kampus perlu membantu negara melalui tiga peran.
Pertama, sebagai penjernih isu, agar Deep State tidak liar menjadi konsumsi politik semata. Kedua, sebagai penguji kebijakan, agar keputusan publik tidak dibajak kepentingan sempit. Ketiga, sebagai penyedia solusi, agar kritik berkembang menjadi rekomendasi yang dapat dijalankan.
Pada akhirnya, Deep State bukan sekadar istilah politik. Ia adalah tantangan bagi kampus untuk membaca cara negara bekerja, cara kepentingan bergerak, dan cara kebijakan dijaga agar tidak menjauh dari amanat konstitusi.
Di situlah tugas kampus menemukan makna kebangsaannya, yakni membaca negara dengan ilmu, menjaga republik dengan nalar, dan memastikan pembangunan tetap berujung pada martabat manusia Indonesia. (*)
Indonesia membutuhkan kemandirian pangan, energi, industri, teknologi, kesehatan, dan ekonomi rakyat. Semua itu memerlukan riset yang membumi, teknologi yang berpihak, dan kebijakan yang berpijak pada bukti. Kampus perlu membantu negara melalui tiga peran.
Pertama, sebagai penjernih isu, agar Deep State tidak liar menjadi konsumsi politik semata. Kedua, sebagai penguji kebijakan, agar keputusan publik tidak dibajak kepentingan sempit. Ketiga, sebagai penyedia solusi, agar kritik berkembang menjadi rekomendasi yang dapat dijalankan.
Pada akhirnya, Deep State bukan sekadar istilah politik. Ia adalah tantangan bagi kampus untuk membaca cara negara bekerja, cara kepentingan bergerak, dan cara kebijakan dijaga agar tidak menjauh dari amanat konstitusi.
Di situlah tugas kampus menemukan makna kebangsaannya, yakni membaca negara dengan ilmu, menjaga republik dengan nalar, dan memastikan pembangunan tetap berujung pada martabat manusia Indonesia. (*)