METROTODAY, SURABAYA – Tangis Novia Wahyu Utami tak terbendung saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa datang berkunjung ke rumah duka di Jalan Sememi Jaya Gang 4 Nomor 62, Kelurahan Benowo, Kecamatan Sememi, Surabaya, Kamis (17/9).
Khofifah datang untuk menyampaikan belasungkawa langsung kepada keluarga Imam Soeparno, 66, warga Surabaya yang menjadi salah satu korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembu.
Imam yang sehari-hari bekerja sebagai kernet truk dinyatakan hilang kontak sejak kapal mengalami musibah, Minggu (13/9). Keluarga sempat menunggu kabar selama dua hari sebelum akhirnya dikonfirmasi sudah meninggal dunia.
Didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim serta Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Khofifah turut menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum.
Ia mendoakan agar segala kekhilafan almarhum diampuni Allah SWT, amal ibadahnya diterima, dan dipanggil dalam keadaan husnul khatimah.
“Semoga seluruh khilafnya diampuni oleh Allah SWT, amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT, dan beliau dipanggil dalam keadaan husnul khatimah. Amin,” tuturnya, Jumat (18/9).
Dalam kunjungan tersebut, perhatian terhadap masa depan keluarga menjadi pembahasan utama.
Khofifah menyebutkan dua cucu almarhum yakni Rafha Ivander Adinata, 17, dan Rakha Putra Novianto,19, berhak mendapatkan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Surabaya.
Dinas Sosial Jatim diminta mendampingi keduanya untuk mengenal lingkungan sekolah terlebih dahulu.
“Ketika tadi saya menyampaikan bisa ke Sekolah Rakyat Terintegrasi, rupanya belum terkonfirmasi bagaimana cara mengaksesnya. Oleh karena itu, nanti Bu Kadinsos saya minta timnya mengantarkan kedua anak ini untuk melihat terlebih dahulu seperti apa Sekolah Rakyat Terintegrasi,” katanya.
“Mudah-mudahan kedua ananda ini segera bisa mengikuti proses pembelajaran. Karena tinggal di Surabaya, maka kita arahkan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi di Surabaya,” katanya.
Selain pendidikan, Pemprov Jatim juga menyiapkan dukungan ekonomi melalui Baznas Jawa Timur, berupa bantuan rombong untuk memulai usaha berjualan.
“Saya juga menyampaikan sebenarnya ada akses ke Baznas Jawa Timur untuk bisa menambah sumber pendapatan keluarga. Ada rombong, ada zakat, dan seterusnya,” ungkapnya.
Khofifah juga memastikan penanganan musibah terus berjalan, termasuk proses investigasi kecelakaan laut yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna mengetahui kronologi dan penyebab kejadian.
“Proses investigasi kecelakaan laut tersebut kini sedang dilakukan oleh KNKT. Proses akan terus dilakukan terutama untuk mengetahui secara menyeluruh kronologi maupun faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan,” katanya.
Pemprov Jatim akan melanjutkan kunjungan takziah ke rumah keluarga korban lainnya di seluruh Jawa Timur.
Khofifah berharap proses pencarian dan evakuasi yang masih berlangsung berjalan lancar dan memberikan kepastian bagi seluruh keluarga yang menunggu kabar.
Novia Wahyu Utami, putri almarhum, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan bantuan yang diterima.
“Terima kasih Bu Khofifah, anak saya bisa melanjutkan sekolah. Saya juga diberi bantuan rombong untuk jualan,” pungkasnya. (ahm)


