Pimpin DPAC PKB Sedati, Rafi Wibisono Bawa Misi “Naik Kelas”

METROTODAY, SIDOARJO – Regenerasi kepemimpinan mulai menjadi warna baru di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sidoarjo. M. Rafi Wibisono dipercaya menjadi Ketua DPAC PKB Kecamatan Sedati.

Di usia muda, Rafi membawa target PKB naik kelas. Dari seremonial menjadi kegiatan yang berdampak, dari diskusi menjadi solusi, dan dari kata-kata menjadi kerja nyata.

Rafi menyambut amanah tersebut dengan optimisme. Ia mengapresiasi PKB yang telah memberikan ruang cukup luas bagi kader muda untuk tampil dan mengambil tanggung jawab kepemimpinan.

”Terima kasih kepada PKB yang sudah memberikan ruang yang luas bagi kader muda untuk tampil memimpin. Generasi muda bukan hanya pelengkap organisasi, melainkan investasi masa depan,” kata Rafi.

Bagi Rafi, kepemimpinan di tingkat kecamatan jadi ujung tombak partai untuk memastikan komunikasi dengan masyarakat tetap hidup. Karena itu, ia ingin struktur PKB di Sedati lebih banyak bergerak, menyerap persoalan warga, lalu mengubahnya menjadi kerja dan solusi.

“Semoga dengan dipimpin kader muda, PKB harus naik kelas. Dari seremonial menjadi kegiatan yang berdampak, dari diskusi menjadi solusi, dan dari kata-kata menjadi kerja nyata,” tegasnya.

Gagasan tersebut sejalan dengan arah PKB yang dalam platform perjuangan politiknya menempatkan generasi muda sebagai salah satu agenda penting. PKB menilai pemuda memiliki posisi strategis dalam menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Rafi sendiri bukan wajah baru dalam struktur politik PKB. Ia tercatat pernah menjabat Ketua PAC PKB Sedati. Rafi juga menjabat anggota Komisi A DPRD Sidoarjo dari Fraksi PKB dan mewakili daerah pemilihan Sidoarjo-Buduran-Sedati.

Sedati menjadi wilayah strategis bagi konsolidasi politik PKB. Kecamatan tersebut memiliki 16 desa dan berada di kawasan yang berkembang pesat, termasuk wilayah yang beririsan dengan aktivitas ekonomi, permukiman, serta kawasan sekitar Bandara Internasional Juanda.

Karena itu, Rafi menilai kepemimpinan DPAC harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Ia ingin kader tidak hanya hadir ketika ada agenda politik, tetapi aktif mengawal persoalan warga dalam keseharian.

“PKB harus hadir setiap saat, mendengar persoalan warga dan ikut mencari jalan keluarnya,” ujarnya.

Rafi berharap kepemimpinannya di DPAC PKB Sedati dapat menjadi ruang konsolidasi sekaligus kaderisasi. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat mesin organisasi PKB di tingkat akar rumput.

Bagi Rafi, ukuran keberhasilan organisasi bukan terletak pada banyaknya kegiatan yang digelar, melainkan seberapa besar manfaat yang ditinggalkan. “Kita ingin politik yang hadir, bukan hanya politik yang bicara. Ukurannya adalah manfaat dan kerja nyata untuk masyarakat,” pungkasnya. (*/zi)

METROTODAY, SIDOARJO – Regenerasi kepemimpinan mulai menjadi warna baru di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sidoarjo. M. Rafi Wibisono dipercaya menjadi Ketua DPAC PKB Kecamatan Sedati.

Di usia muda, Rafi membawa target PKB naik kelas. Dari seremonial menjadi kegiatan yang berdampak, dari diskusi menjadi solusi, dan dari kata-kata menjadi kerja nyata.

Rafi menyambut amanah tersebut dengan optimisme. Ia mengapresiasi PKB yang telah memberikan ruang cukup luas bagi kader muda untuk tampil dan mengambil tanggung jawab kepemimpinan.

”Terima kasih kepada PKB yang sudah memberikan ruang yang luas bagi kader muda untuk tampil memimpin. Generasi muda bukan hanya pelengkap organisasi, melainkan investasi masa depan,” kata Rafi.

Bagi Rafi, kepemimpinan di tingkat kecamatan jadi ujung tombak partai untuk memastikan komunikasi dengan masyarakat tetap hidup. Karena itu, ia ingin struktur PKB di Sedati lebih banyak bergerak, menyerap persoalan warga, lalu mengubahnya menjadi kerja dan solusi.

“Semoga dengan dipimpin kader muda, PKB harus naik kelas. Dari seremonial menjadi kegiatan yang berdampak, dari diskusi menjadi solusi, dan dari kata-kata menjadi kerja nyata,” tegasnya.

Gagasan tersebut sejalan dengan arah PKB yang dalam platform perjuangan politiknya menempatkan generasi muda sebagai salah satu agenda penting. PKB menilai pemuda memiliki posisi strategis dalam menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Rafi sendiri bukan wajah baru dalam struktur politik PKB. Ia tercatat pernah menjabat Ketua PAC PKB Sedati. Rafi juga menjabat anggota Komisi A DPRD Sidoarjo dari Fraksi PKB dan mewakili daerah pemilihan Sidoarjo-Buduran-Sedati.

Sedati menjadi wilayah strategis bagi konsolidasi politik PKB. Kecamatan tersebut memiliki 16 desa dan berada di kawasan yang berkembang pesat, termasuk wilayah yang beririsan dengan aktivitas ekonomi, permukiman, serta kawasan sekitar Bandara Internasional Juanda.

Karena itu, Rafi menilai kepemimpinan DPAC harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Ia ingin kader tidak hanya hadir ketika ada agenda politik, tetapi aktif mengawal persoalan warga dalam keseharian.

“PKB harus hadir setiap saat, mendengar persoalan warga dan ikut mencari jalan keluarnya,” ujarnya.

Rafi berharap kepemimpinannya di DPAC PKB Sedati dapat menjadi ruang konsolidasi sekaligus kaderisasi. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat mesin organisasi PKB di tingkat akar rumput.

Bagi Rafi, ukuran keberhasilan organisasi bukan terletak pada banyaknya kegiatan yang digelar, melainkan seberapa besar manfaat yang ditinggalkan. “Kita ingin politik yang hadir, bukan hanya politik yang bicara. Ukurannya adalah manfaat dan kerja nyata untuk masyarakat,” pungkasnya. (*/zi)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait