METROTODAY, SURABAYA – Situasi darurat bisa datang tiba-tiba. Dalam waktu singkat, relawan dapat menghadapi beragam kondisi korban, lokasi berisiko, serta tuntutan mengambil keputusan secepat mungkin.
Oleh karena itu, semangat kepedulian saja belum cukup relawan harus dibekali pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan membaca situasi sebelum bertindak.
Kebutuhan itulah yang mendorong Siaga Kota Surabaya bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya menyelenggarakan Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD).
Kegiatan berlangsung di Markas BPBD Kota Surabaya, kawasan Jemursari, sebagai langkah nyata meningkatkan kesiapan dan kemampuan para relawan dalam merespons berbagai situasi gawat darurat di lapangan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik serta Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti, mengatakan bahwa peningkatan kapasitas menjadi fondasi utama kesiapsiagaan.
Para relawan yang bergerak langsung di lapangan perlu memiliki pemahaman yang seragam terkait standar keselamatan, pola koordinasi, serta tata cara merespons sejak momen awal terjadinya kejadian.
“Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan cara memberikan pertolongan semata. Peserta juga dibekali pemahaman mendalam mengenai kapan harus bertindak, bagaimana melakukannya dengan aman, serta kapan waktunya meminta bantuan dan menyerahkan penanganan kepada pihak yang memiliki kompetensi lebih lanjut,” tuturnya, Selasa (11/8).
Materi yang disampaikan mencakup peran dan tugas relawan, etika serta keselamatan penolong, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), penilaian kondisi awal melalui Primary Survey, hingga teknik penentuan prioritas penanganan korban atau yang dikenal sebagai triase.
Sementara itu, Koordinator Siaga Kota Surabaya, Roni Noor Adam, menjelaskan pelatihan ini menjadi langkah awal untuk menyamakan standar kemampuan sebelum para relawan turun langsung ke lokasi kejadian.


