METROTODAY SURABAYA – Kampung Mission for Zero Plastic Leakage (MOZAIK) resmi diluncurkan di Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Surabaya. Program ini menjadikan kawasan Kali Tebu sebagai model gerakan bersama untuk mencegah kebocoran sampah plastik dari daratan menuju sungai hingga ke laut.
Mengusung tema “WANI Cegah Polusi, Wujudkan Sungai Lestari”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, masyarakat, akademisi, sekolah, komunitas, lembaga internasional, dan dunia usaha untuk memperkuat langkah bersama menjaga kelestarian sungai.
Direktur Eksekutif ECOTON, Daru Setyorini, mengatakan bahwa sungai yang bersih tidak lahir dari satu program semata, melainkan dari kebiasaan masyarakat yang terus dijaga. Oleh karena itu, gerakan ini juga berupaya menghidupkan kembali kearifan lokal yang ramah lingkungan.
“Dulu Kali Tebu adalah sungai yang bersih. Kita memiliki banyak kearifan lokal yang ramah lingkungan. Salah satunya, para ibu membiasakan anak menggunakan toilet sejak usia dini sehingga penggunaan popok sekali pakai dapat dikurangi. Kearifan seperti ini perlu kita hidupkan kembali sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah plastik,” ujar Daru, Senin (3/8).
Asisten Deputi Ekonomi Sirkular Dampak Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Rofi Alhanif, mengapresiasi langkah Surabaya dalam mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
“Di Surabaya, pemilahan sampah dari rumah sudah mulai berjalan. ECOTON membantu kita semua memahami pentingnya menjaga sungai tetap bersih. Jika sungai bersih, berarti perilaku kita dalam mengelola sampah juga semakin baik,” katanya.
Sementara itu, Project Lead Emirates Foundation, Hassan Ali Abdulla, menyebut dengan pendekatan edukatif yang diterapkan, terutama saat masyarakat dapat melihat langsung keberadaan mikroplastik.
“Saya baru mengetahui bahwa mikroplastik dapat ditemukan bahkan pada tangan kita. Hal ini menunjukkan bahwa plastik merupakan ancaman bagi semua komunitas. Karena itu, kita perlu terus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik dan menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Kampung MOZAIK oleh para camat dan lurah wilayah terkait sebagai komitmen menjaga Sungai Kali Tebu bebas sampah plastik, disimbolkan dengan pemukulan kentongan serta pelantikan Satgas Sungai Lestari Kali Tebu.

