METROTODAY, SURABAYA – Sudah menunggu belasan tahun untuk menunaikan ibadah haji, harapan Mat Heni, 58, warga asal Brumbung, Made, Lamongan, Jawa Timur, sempat nyaris pupus.
Ia didiagnosis menderita stroke yang membuatnya sulit berjalan dan berbicara. Namun, bersama istri tercinta, Muntiani Maskor, 54, ia tetap menyimpan keyakinan kuat untuk tetap berangkat ke Tanah Suci.
Perjuangan panjangnya berbuah manis. Mat Heni akhirnya berangkat bersama jemaah kloter 33. Di luar dugaan, selama berada di Tanah Suci, kondisinya jauh lebih baik. Ia mampu berjalan kaki dan bahkan melaksanakan ibadah umrah sebanyak tujuh kali tanpa bantuan kursi roda.
Perasaan haru tak terbendung dirasakannya sepanjang waktu di sana. Ia kerap meneteskan air mata syukur atas karunia yang diterimanya.
“Saya terus menangis melihat Ka’bah, tak menyangka bisa benar-benar sampai ke Tanah Suci. Hampir setiap hari sebelum berangkat saya rutin membaca Ayat Kursi, berdoa agar diberikan kesehatan dan kemudahan,” ujar Mat Heni, Selasa (9/6).
Keajaiban lain pun terlihat dari pola makannya. Selama di tanah air, ia sangat menjaga asupan makanan dan tidak mau mengonsumsi daging, termasuk menghindari rawon. Namun kondisinya berubah total saat berada di Tanah Suci.
“Selama di sana saya tidak ada pantangan dan tidak menjaga pola makan secara ketat. Kalau di rumah saya tidak mau makan daging, tapi di sana saya bisa memakannya dengan lahap dan merasa nyaman,” tuturnya.
Pasangan suami istri ini pun kembali membawa pulang kenangan mendalam dan keyakinan bahwa doa dan ketabahan dapat membuka jalan yang tak terduga. (ahm)

