Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dijadwalkan akan berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji 19 Mei mendatang. Dari informasi yang dihimpun Eri dan istri Rini Indriyani berangkat menunaikan rukun Islam kelima ini
Sebanyak 11 jemaah calon haji (JCH) yang terdiri atas wartawan dan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur resmi dilepas untuk menunaikan rukun Islam kelima ke Baitullah. Rombongan ini dijadwalkan terbang
Mimpi untuk menunaikan ibadah haji akhirnya menjadi kenyataan bagi Mukarromah Basyar. Perempuan 57 tahun asal Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, ini berangkat menuju Tanah Suci pada Rabu (29/4) siang bersama rombongan jemaah haji Embarkasi Surabaya kloter 28.
Satu jemaah haji Embarkasi Surabaya yang berasal dari Kabupaten Pasuruan dilaporkan meninggal dunia saat menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci. Almarhumah bernama Kamariyah, 85, yang tergabung dalam kloter 8
Sebanyak 380 orang terdiri dari 374 jemaah dan 6 petugas dari Kloter 1 asal Kabupaten Probolinggo resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci, Rabu (22/4) pagi. Pelepasan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah
Kaki harus melangkah pulang, sementara hati masih ingin menetap. Seakan-akan ada bagian dari diri yang tertinggal di antara lantunan doa, di sela-sela salam kepada Rasulullah, atau mungkin di sudut Raudhah yang tak sempa
DI antara sekian banyak oleh-oleh yang dibawa pulang dari Tanah Suci, barangkali tidak ada yang lebih khas, lebih simbolik, dan lebih “sakral” dalam imajinasi jamaah selain air zamzam.
DI setiap perjalanan, selalu ada dua jenis oleh-oleh: yang terlihat dan yang terasa. Yang terlihat biasanya memenuhi koper, seperti kurma, cokelat, sajadah, tasbih, parfum, air zamzam, dan segala bentuk cendera mata yang secara fisik bisa disentuh, dibungkus, dibagikan, bahkan ditimbang di bandara.
Tulisan ini bukan sekadar refleksi spiritual, melainkan catatan perjalanan yang lahir di tengah waktu yang tak sepenuhnya hening. Kami menjejakkan kaki di Tanah Haram ketika kawasan Timur Tengah dipenuhi riuh perang
TIDAK semua perjalanan meninggalkan jejak yang kasat mata. Ada yang justru bekerja dalam diam, meresap perlahan ke dalam hati, lalu menggeser cara kita memandang hidup tanpa banyak kata.