2 Jemaah Haji Kloter 12 Malang Wafat Alami Serangan Jantung di Pesawat dan Bus

METROTODAY, SURABAYA – Kabar duka menyelimuti jemaah kloter 12 asal Kota Malang yang tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Kamis (4/6) siang. Dua orang jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 12 asal Kota Malang wafat hampir bersamaan.

Satu orang wafat saat pesawat Saudi Arabia Airlines yang ditumpanginya hendak mendarat di Bandara Internasional Juanda, sedangkan satu orang lainnya wafat saat berada di dalam bus menuju Asrama Haji Debarkasi Surabaya.

Dua jemaah tersebut menambah jumlah total jemaah yang wafat hingga kini menjadi 49 orang.

Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan untuk kloter 12 ada jemaah yang wafat. Yang pertama atas nama Heri Widianto, kloter 12 asal Kota Malang, Kemudian satunya adalah Wayan Rohani Suwasti, wafat di dalam bus.

WhatsApp Image 2026-06-04 at 15.41.10

Jemaah haji yang diturunkan dari pesawat usai meninggal dunia saat hendak landing di Bandara Juanda. (Foto: Istimewa)

Menurut As’adul Anam, dugaan sementara penyebab utama kedua jemaah wafat adalah akibat kelelahan setelah menunaikan rangkaian ibadah haji, termasuk melaksanakan rangkaian Armuzna. Meski demikian, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis resmi untuk memastikan penyebab pastinya.

“Saya kira kelelahan ya, karena kan masih sangat dekat dengan pelaksanaan ibadah di Armuzna kemudian harus melakukan perjalanan jauh untuk pulang dan sebagainya. Tapi pastinya tetap kita menunggu informasi resmi dari tim medis yang nanti akan disampaikan kepada kami, masih dalam proses,” jelasnya.

Anam menjelaskan kedua jenazah akan langsung dibawa ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan. Terkait asuransi dan pertanggungan, selain yang ditanggung negara, terdapat perlindungan tambahan dari pihak maskapai penerbangan dan biaya perjalanan ibadah haji.

“Mereka akan langsung dibawa ke daerah masing-masing untuk dimakamkan. Untuk pemulasaran dan penanganan medis ditangani oleh pihak RS Haji. Sedangkan asuransi kematian ada dari pihak maskapai sendiri selain itu dari biaya perjalanan haji juga ada jaminan. Besaran pertanggungan dari biaya haji itu disesuaikan dengan BPIH yang telah dibayarkan,” terangnya.

As’adul Anam menambahkan bahwa peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi pihak penyelenggara untuk perbaikan di masa mendatang.

METROTODAY, SURABAYA – Kabar duka menyelimuti jemaah kloter 12 asal Kota Malang yang tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Kamis (4/6) siang. Dua orang jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 12 asal Kota Malang wafat hampir bersamaan.

Satu orang wafat saat pesawat Saudi Arabia Airlines yang ditumpanginya hendak mendarat di Bandara Internasional Juanda, sedangkan satu orang lainnya wafat saat berada di dalam bus menuju Asrama Haji Debarkasi Surabaya.

Dua jemaah tersebut menambah jumlah total jemaah yang wafat hingga kini menjadi 49 orang.

Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan untuk kloter 12 ada jemaah yang wafat. Yang pertama atas nama Heri Widianto, kloter 12 asal Kota Malang, Kemudian satunya adalah Wayan Rohani Suwasti, wafat di dalam bus.

WhatsApp Image 2026-06-04 at 15.41.10

Jemaah haji yang diturunkan dari pesawat usai meninggal dunia saat hendak landing di Bandara Juanda. (Foto: Istimewa)

Menurut As’adul Anam, dugaan sementara penyebab utama kedua jemaah wafat adalah akibat kelelahan setelah menunaikan rangkaian ibadah haji, termasuk melaksanakan rangkaian Armuzna. Meski demikian, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis resmi untuk memastikan penyebab pastinya.

“Saya kira kelelahan ya, karena kan masih sangat dekat dengan pelaksanaan ibadah di Armuzna kemudian harus melakukan perjalanan jauh untuk pulang dan sebagainya. Tapi pastinya tetap kita menunggu informasi resmi dari tim medis yang nanti akan disampaikan kepada kami, masih dalam proses,” jelasnya.

Anam menjelaskan kedua jenazah akan langsung dibawa ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan. Terkait asuransi dan pertanggungan, selain yang ditanggung negara, terdapat perlindungan tambahan dari pihak maskapai penerbangan dan biaya perjalanan ibadah haji.

“Mereka akan langsung dibawa ke daerah masing-masing untuk dimakamkan. Untuk pemulasaran dan penanganan medis ditangani oleh pihak RS Haji. Sedangkan asuransi kematian ada dari pihak maskapai sendiri selain itu dari biaya perjalanan haji juga ada jaminan. Besaran pertanggungan dari biaya haji itu disesuaikan dengan BPIH yang telah dibayarkan,” terangnya.

As’adul Anam menambahkan bahwa peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi pihak penyelenggara untuk perbaikan di masa mendatang.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait