77 Persen Jemaah Embarkasi Surabaya Berisiko Tinggi, Pemantauan Diperketat saat Persiapan Menuju Armuzna

METROTODAY, SURABAYA – Sebanyak 43.999 jemaah haji yang tergabung dalam 116 kloter dari Embarkasi Surabaya telah resmi diberangkatkan ke Tanah Suci pada Kamis (21/5) malam.

Meskipun proses keberangkatan telah usai, evaluasi pelaksanaan menunjukkan masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait faktor kesehatan dan administrasi, yang menjadi pekerjaan rumah untuk perbaikan di tahun mendatang.

Data ini mencakup jemaah asal Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikordinasi oleh PPIH Embarkasi Surabaya.

Kepala Bidang Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Rosidi Roslan, mengatakan bahwa kondisi jemaah mulai dari yang batal berangkat hingga yang memerlukan penanganan medis khusus tercatat ada 17 orang yang batal berangkat dan 14 orang lain ditetapkan tidak laik terbang.

“Ada tiga orang itu ada yang mengundurkan diri karena masalah administrasi, kemudian ada juga meninggal dunia, kemudian ada juga yang sakit ya. Ada 14 orang yang tidak laik terbang, memang dia tidak istitaah, gitu. Tidak, memang enggak bisa berangkat gitu ya,” ungkap Rosidi, Senin (25/5).

Faktor kesehatan menjadi sorotan utama dalam pelaksanaan tahun ini. Sebelum diberangkatkan, tercatat sebanyak 127 jemaah harus menjalani perawatan atau dirujuk ke rumah sakit.

Berdasarkan catatan medis yang disampaikan Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya, penyakit yang paling umum diderita berkaitan erat dengan penurunan kondisi fisik akibat kelelahan berlebih sebelum keberangkatan.

METROTODAY, SURABAYA – Sebanyak 43.999 jemaah haji yang tergabung dalam 116 kloter dari Embarkasi Surabaya telah resmi diberangkatkan ke Tanah Suci pada Kamis (21/5) malam.

Meskipun proses keberangkatan telah usai, evaluasi pelaksanaan menunjukkan masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait faktor kesehatan dan administrasi, yang menjadi pekerjaan rumah untuk perbaikan di tahun mendatang.

Data ini mencakup jemaah asal Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikordinasi oleh PPIH Embarkasi Surabaya.

Kepala Bidang Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Rosidi Roslan, mengatakan bahwa kondisi jemaah mulai dari yang batal berangkat hingga yang memerlukan penanganan medis khusus tercatat ada 17 orang yang batal berangkat dan 14 orang lain ditetapkan tidak laik terbang.

“Ada tiga orang itu ada yang mengundurkan diri karena masalah administrasi, kemudian ada juga meninggal dunia, kemudian ada juga yang sakit ya. Ada 14 orang yang tidak laik terbang, memang dia tidak istitaah, gitu. Tidak, memang enggak bisa berangkat gitu ya,” ungkap Rosidi, Senin (25/5).

Faktor kesehatan menjadi sorotan utama dalam pelaksanaan tahun ini. Sebelum diberangkatkan, tercatat sebanyak 127 jemaah harus menjalani perawatan atau dirujuk ke rumah sakit.

Berdasarkan catatan medis yang disampaikan Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya, penyakit yang paling umum diderita berkaitan erat dengan penurunan kondisi fisik akibat kelelahan berlebih sebelum keberangkatan.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait