Fardhan Jemaah Haji Termuda Bali, Bawa Buku Doa dari Teman Sekelas untuk Dibacakan di Tanah Suci

METROTODAY, SURABAYA – Kisah haru sekaligus membanggakan datang dari jemaah haji kloter 71 dari Denpasar, Bali. Seorang remaja bernama Fardhan Aruna Syafzani Wibowo yang baru berusia 13 tahun dan masih duduk di bangku kelas VII resmi berangkat menunaikan ibadah haji.

Ia tercatat sebagai jemaah termuda dari Bali untuk keberangkatan pada tahun ini.

Fardhan berangkat ke Tanah Suci bukan atas namanya sendiri, melainkan menggantikan almarhum ayahnya yang telah meninggal dunia pada tiga tahun silam akibat penyakit kanker. Ia berangkat didampingi oleh ibunda tercintanya, Siska Aprilia, 41.

Almarhum ayah Fardhan sebenarnya sudah mendaftar sebagai calon jemaah haji sejak tahun 2013 silam. Namun dipanggil Sang Pencipta pada 27 Mei 2023, setelah berjuang melawan penyakit kanker selama tiga tahun dan menjalani serangkaian pengobatan kemoterapi.

Kabar giliran keberangkatan baru diterima oleh pihak keluarga pada akhir November 2025 lalu, saat petugas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Wilayah Denpasar mencoba menghubungi nomor telepon yang terdaftar atas nama ayah Fardhan, namun ternyata nomor tersebut sudah tidak aktif.

Mendapat panggilan tersebut, Siska kemudian memberitahukan kabar duka kepada petugas bahwa suaminya telah berpulang ke Rahmatullah.

Tak disangka, di luar dugaan, petugas justru menyampaikan kabar gembira bahwa kuota atau nomor porsi keberangkatan tersebut masih bisa dialihkan haknya kepada ahli waris yang sah.

“Petugas dari Kemenhaj Denpasar bertanya, ‘Bu, Bapak kok nomornya enggak bisa dihubungi?’. Saya jawab, ‘Oh nggih Pak, ngapunten beliau sudah seda atau meninggal tiga tahun yang lalu’. Lalu beliau bertanya lagi, ‘Oh nggih, terus ini bagaimana Bu? Nomor porsinya sebenarnya masih bisa dialihkan ke ahli waris lho’,” tutur Siska, Senin (11/5).

METROTODAY, SURABAYA – Kisah haru sekaligus membanggakan datang dari jemaah haji kloter 71 dari Denpasar, Bali. Seorang remaja bernama Fardhan Aruna Syafzani Wibowo yang baru berusia 13 tahun dan masih duduk di bangku kelas VII resmi berangkat menunaikan ibadah haji.

Ia tercatat sebagai jemaah termuda dari Bali untuk keberangkatan pada tahun ini.

Fardhan berangkat ke Tanah Suci bukan atas namanya sendiri, melainkan menggantikan almarhum ayahnya yang telah meninggal dunia pada tiga tahun silam akibat penyakit kanker. Ia berangkat didampingi oleh ibunda tercintanya, Siska Aprilia, 41.

Almarhum ayah Fardhan sebenarnya sudah mendaftar sebagai calon jemaah haji sejak tahun 2013 silam. Namun dipanggil Sang Pencipta pada 27 Mei 2023, setelah berjuang melawan penyakit kanker selama tiga tahun dan menjalani serangkaian pengobatan kemoterapi.

Kabar giliran keberangkatan baru diterima oleh pihak keluarga pada akhir November 2025 lalu, saat petugas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Wilayah Denpasar mencoba menghubungi nomor telepon yang terdaftar atas nama ayah Fardhan, namun ternyata nomor tersebut sudah tidak aktif.

Mendapat panggilan tersebut, Siska kemudian memberitahukan kabar duka kepada petugas bahwa suaminya telah berpulang ke Rahmatullah.

Tak disangka, di luar dugaan, petugas justru menyampaikan kabar gembira bahwa kuota atau nomor porsi keberangkatan tersebut masih bisa dialihkan haknya kepada ahli waris yang sah.

“Petugas dari Kemenhaj Denpasar bertanya, ‘Bu, Bapak kok nomornya enggak bisa dihubungi?’. Saya jawab, ‘Oh nggih Pak, ngapunten beliau sudah seda atau meninggal tiga tahun yang lalu’. Lalu beliau bertanya lagi, ‘Oh nggih, terus ini bagaimana Bu? Nomor porsinya sebenarnya masih bisa dialihkan ke ahli waris lho’,” tutur Siska, Senin (11/5).

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait