METROTODAY, SURABAYA – Seorang jemaah haji hendak kabur dari Asrama Haji Surabaya, Kamis (7/5) malam.
Tak hanya itu jemaah tersebut sempat mengamuk dan hendak memukul petugaa keamanan yang berjaga di depan asrama haji.
Kejadian bermula saat jemaah tersebut sedang menemui keluarganya di halaman depan asrama. Tiba-tiba, ia berusaha berjalan keluar melewati pagar pembatas, namun langsung dihadang oleh petugas keamanan.
Merasa gerak-geriknya dihalangi, emosi jemaah tersebut meledak. Ia sempat mengayunkan tangan seolah hendak memukul petugas.
Tak hanya itu, rasa kesal juga diluapkan dengan melempar tas serta kartu identitas jemaah yang dikalungkan di lehernya ke tanah.
Beruntung, situasi berhasil diredakan setelah sang istri dan keluarga lainnya datang menenangkan.
Setelah kondisinya mulai stabil, jemaah tersebut langsung dibawa oleh tim medis dan petugas kloter menuju Rumah Sakit Menur Surabaya untuk menjalani observasi kesehatan jiwa dan fisik.
Ketua Kloter 62, Hasanuddin, menjelaskan bahwa kondisi jemaah tersebut sebenarnya sudah menunjukkan gejala gelisah sejak pertama kali tiba di asrama pada pukul 14.40 WIB.
METROTODAY, SURABAYA – Seorang jemaah haji hendak kabur dari Asrama Haji Surabaya, Kamis (7/5) malam.
Tak hanya itu jemaah tersebut sempat mengamuk dan hendak memukul petugaa keamanan yang berjaga di depan asrama haji.
Kejadian bermula saat jemaah tersebut sedang menemui keluarganya di halaman depan asrama. Tiba-tiba, ia berusaha berjalan keluar melewati pagar pembatas, namun langsung dihadang oleh petugas keamanan.
Merasa gerak-geriknya dihalangi, emosi jemaah tersebut meledak. Ia sempat mengayunkan tangan seolah hendak memukul petugas.
Tak hanya itu, rasa kesal juga diluapkan dengan melempar tas serta kartu identitas jemaah yang dikalungkan di lehernya ke tanah.
Beruntung, situasi berhasil diredakan setelah sang istri dan keluarga lainnya datang menenangkan.
Setelah kondisinya mulai stabil, jemaah tersebut langsung dibawa oleh tim medis dan petugas kloter menuju Rumah Sakit Menur Surabaya untuk menjalani observasi kesehatan jiwa dan fisik.
Ketua Kloter 62, Hasanuddin, menjelaskan bahwa kondisi jemaah tersebut sebenarnya sudah menunjukkan gejala gelisah sejak pertama kali tiba di asrama pada pukul 14.40 WIB.