Empat Kabupaten di Pantura Jatim Ini Catat Jumlah Jemaah Haji Pengguna Kursi Roda Tertinggi

METROTODAY, SURABAYA – Jumlah jemaah haji yang menggunakan kursi roda menjadi perhatian khusus bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya.

Dari catatan yang ada, empat daerah di kawasan pantai utara (Pantura) Jawa Timur tercatat memiliki angka pengguna kursi roda yang cukup tinggi dibandingkan wilayah lain, yaitu Tuban, Lamongan, Gresik, dan Bojonegoro.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam menyampaikan bahwa pihaknya saat ini sedang menelusuri alasan di balik fenomena ini.

Ia menegaskan bahwa hal ini tidak berarti ada kekurangan dalam proses pemeriksaan kesehatan, melainkan ingin mengetahui pola yang terjadi di daerah-daerah tersebut.

“Di wilayah Tuban, Lamongan, Gresik, dan Bojonegoro, angka penggunaan kursi roda masih cukup tinggi. Inilah yang sedang kami cari tahu penyebabnya. Bukan karena kami meragukan hasil pemeriksaan kesehatan, sama sekali tidak. Namun, kemungkinan hal ini berkaitan dengan pola penyakit atau kondisi kesehatan yang memang banyak terjadi dan menjadi ciri khas di wilayah tersebut,” ungkap Anam, Kamis (7/5).

Ia menjelaskan, sebagian besar jemaah yang membutuhkan alat bantu jalan ini merupakan kelompok lansia dengan rata-rata usia di atas 65 tahun. Diduga, kondisi kesehatan seperti kolesterol tinggi yang mengganggu aliran darah pada bagian kaki menjadi salah satu penyebab utama.

METROTODAY, SURABAYA – Jumlah jemaah haji yang menggunakan kursi roda menjadi perhatian khusus bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya.

Dari catatan yang ada, empat daerah di kawasan pantai utara (Pantura) Jawa Timur tercatat memiliki angka pengguna kursi roda yang cukup tinggi dibandingkan wilayah lain, yaitu Tuban, Lamongan, Gresik, dan Bojonegoro.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam menyampaikan bahwa pihaknya saat ini sedang menelusuri alasan di balik fenomena ini.

Ia menegaskan bahwa hal ini tidak berarti ada kekurangan dalam proses pemeriksaan kesehatan, melainkan ingin mengetahui pola yang terjadi di daerah-daerah tersebut.

“Di wilayah Tuban, Lamongan, Gresik, dan Bojonegoro, angka penggunaan kursi roda masih cukup tinggi. Inilah yang sedang kami cari tahu penyebabnya. Bukan karena kami meragukan hasil pemeriksaan kesehatan, sama sekali tidak. Namun, kemungkinan hal ini berkaitan dengan pola penyakit atau kondisi kesehatan yang memang banyak terjadi dan menjadi ciri khas di wilayah tersebut,” ungkap Anam, Kamis (7/5).

Ia menjelaskan, sebagian besar jemaah yang membutuhkan alat bantu jalan ini merupakan kelompok lansia dengan rata-rata usia di atas 65 tahun. Diduga, kondisi kesehatan seperti kolesterol tinggi yang mengganggu aliran darah pada bagian kaki menjadi salah satu penyebab utama.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait