Fardhan Jemaah Haji Termuda Bali, Bawa Buku Doa dari Teman Sekelas untuk Dibacakan di Tanah Suci

Selama masa persiapan keberangkatan, Siska dan Fardhan mengikuti rangkaian pembinaan serta pelatihan manasik haji secara daring melalui aplikasi Zoom. Hal ini mereka lakukan mengingat saat itu keduanya sudah menetap dan tinggal di Kota Malang.

Namun untuk praktik langsung dan pengenalan tempat, mereka rela dua kali pulang pergi ke Bali agar bisa mengikuti latihan manasik secara lengkap. Di samping itu, pengetahuan tentang tata cara ibadah juga terus dilengkapi dengan cara menonton berbagai materi edukasi dan panduan yang tersedia di YouTube.

Sementara itu, Fardhan yang memiliki hobi membaca bercita-cita untuk menjadi penghafal Al-Qur’an atau Hafiz. Ia mengaku sangat senang dan bahagia bisa berangkat menunaikan ibadah haji bersama ibundanya.

Remaja yang saat ini sudah berhasil menghafal sebanyak 8 juz Al-Qur’an sejak duduk di bangku Taman Kanak-kanak ini juga membawa oleh-oleh istimewa dari teman-teman sekelasnya di sekolah.

Ketika ia berpamitan akan berangkat, teman-temannya secara bersama-sama menuliskan berbagai doa dan harapan dalam sebuah buku khusus yang kini turut ia bawa di dalam kopernya hingga ke Tanah Suci.

“Teman-teman menulis banyak sekali doa dalam satu buku lalu dibagikan ke seluruh teman sekelas. Mereka juga nitip pesan dan doa, nanti saya akan bacakan semua doa mereka satu per satu di sana saat berdoa,” ujar Fardhan.

Siska sangat berharap agar putra semata wayangnya dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar, tertib, dan penuh kekhusyukan, serta mendapatkan gelar haji yang mabrur.

Selain itu, ia juga senantiasa mendoakan anak-anaknya yang ditinggal di rumah agar senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, segala urusan pendidikannya dilancarkan, serta cita-cita mulia Fardhan untuk dapat menyelesaikan hafalan Al-Qur’an hingga tuntas 30 juz dapat tercapai di masa mendatang. (ahm)

Selama masa persiapan keberangkatan, Siska dan Fardhan mengikuti rangkaian pembinaan serta pelatihan manasik haji secara daring melalui aplikasi Zoom. Hal ini mereka lakukan mengingat saat itu keduanya sudah menetap dan tinggal di Kota Malang.

Namun untuk praktik langsung dan pengenalan tempat, mereka rela dua kali pulang pergi ke Bali agar bisa mengikuti latihan manasik secara lengkap. Di samping itu, pengetahuan tentang tata cara ibadah juga terus dilengkapi dengan cara menonton berbagai materi edukasi dan panduan yang tersedia di YouTube.

Sementara itu, Fardhan yang memiliki hobi membaca bercita-cita untuk menjadi penghafal Al-Qur’an atau Hafiz. Ia mengaku sangat senang dan bahagia bisa berangkat menunaikan ibadah haji bersama ibundanya.

Remaja yang saat ini sudah berhasil menghafal sebanyak 8 juz Al-Qur’an sejak duduk di bangku Taman Kanak-kanak ini juga membawa oleh-oleh istimewa dari teman-teman sekelasnya di sekolah.

Ketika ia berpamitan akan berangkat, teman-temannya secara bersama-sama menuliskan berbagai doa dan harapan dalam sebuah buku khusus yang kini turut ia bawa di dalam kopernya hingga ke Tanah Suci.

“Teman-teman menulis banyak sekali doa dalam satu buku lalu dibagikan ke seluruh teman sekelas. Mereka juga nitip pesan dan doa, nanti saya akan bacakan semua doa mereka satu per satu di sana saat berdoa,” ujar Fardhan.

Siska sangat berharap agar putra semata wayangnya dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar, tertib, dan penuh kekhusyukan, serta mendapatkan gelar haji yang mabrur.

Selain itu, ia juga senantiasa mendoakan anak-anaknya yang ditinggal di rumah agar senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, segala urusan pendidikannya dilancarkan, serta cita-cita mulia Fardhan untuk dapat menyelesaikan hafalan Al-Qur’an hingga tuntas 30 juz dapat tercapai di masa mendatang. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait