Dari Ngagel Sampai Pabean Cantian, Sistem Parkir Digital Makin Merata di Surabaya Didukung 711 Petugas

METROTODAY, SURABAYA – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menegaskan bahwa penambahan 95 petugas parkir merupakan upaya memperluas cakupan layanan sekaligus memperkuat transparansi pengelolaan parkir di Kota Pahlawan.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 711 petugas telah terintegrasi penuh dalam sistem parkir digital, meningkat signifikan dari sebelumnya yang berjumlah 616 orang.

“Dengan tambahan 95 petugas parkir, diharapkan pelayanan parkir menjadi lebih transparan, tertib, dan mudah melalui sistem pembayaran non-tunai,” ujar Trio, Senin (27/4).

Dari total 1.749 juru parkir (jukir) tepi jalan umum (TJU), sekitar 1.300 di antaranya telah melalui proses validasi data.

Namun, yang benar-benar aktif dalam sistem digital melalui aktivasi rekening dan ATM baru mencapai 711 orang. Pemerintah kota menargetkan angka ini bisa menembus 800-an dalam waktu dekat.

Untuk mempercepat proses tersebut, Dishub menerapkan strategi jemput bola dengan membagi tim menjadi tiga kelompok. Jukir yang bersedia akan langsung difasilitasi pembukaan rekening dan ATM Bank Jatim. Sebaliknya, mereka yang menolak akan ditertibkan hingga penggantian personel.

WhatsApp Image 2026-04-27 at 17.58.14
Petugas parkir digital saat ini bertambah di hampir seluruh wilayah Surabaya. Total ada 711 petugas parkir saat ini. (Foto: istimewa)

“Parkir digital berbasis non-tunai merupakan kebutuhan warga yang kini tengah diwujudkan. Sistem ini sekaligus menindaklanjuti aspirasi masyarakat agar pembayaran lebih transparan, akuntabel, serta meminimalkan potensi saling menyalahkan,” tegasnya.

Dalam implementasinya, masyarakat diberikan kemudahan melalui tiga skema pembayaran, yakni QRIS, kartu elektronik (e-money), serta inovasi terbaru berupa voucher parkir.

Voucher ini bisa dibeli dan digunakan di seluruh titik parkir jalan umum. Saat ini distribusi dilakukan melalui ritel modern, pembelian daring di nomor 087871731465, maupun pengambilan langsung di Kantor Dishub.

“Seluruh transaksi tercatat digital dan langsung terhubung rekening petugas. Dalam skema ini, petugas memperoleh porsi 40 persen dari setiap transaksi, termasuk dari voucher,” tuturnya.

Sistem ini kini tidak hanya menjangkau titik strategis seperti Balai Kota dan Taman Bungkul, tetapi juga diperluas ke ruas-ruas baru.

Area yang baru masuk sistem digital antara lain Jalan Ngagel Jaya, Ngagel Jaya Barat, Pucang Anom Permai, Wonokromo, Raya Darmo Satelit, hingga Kupang Baru. Secara keseluruhan, parkir digital kini telah hadir di berbagai zona mulai dari kawasan Genteng, Ketabang, Undaan, hingga wilayah Surabaya Utara seperti Pabean Cantian. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menegaskan bahwa penambahan 95 petugas parkir merupakan upaya memperluas cakupan layanan sekaligus memperkuat transparansi pengelolaan parkir di Kota Pahlawan.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 711 petugas telah terintegrasi penuh dalam sistem parkir digital, meningkat signifikan dari sebelumnya yang berjumlah 616 orang.

“Dengan tambahan 95 petugas parkir, diharapkan pelayanan parkir menjadi lebih transparan, tertib, dan mudah melalui sistem pembayaran non-tunai,” ujar Trio, Senin (27/4).

Dari total 1.749 juru parkir (jukir) tepi jalan umum (TJU), sekitar 1.300 di antaranya telah melalui proses validasi data.

Namun, yang benar-benar aktif dalam sistem digital melalui aktivasi rekening dan ATM baru mencapai 711 orang. Pemerintah kota menargetkan angka ini bisa menembus 800-an dalam waktu dekat.

Untuk mempercepat proses tersebut, Dishub menerapkan strategi jemput bola dengan membagi tim menjadi tiga kelompok. Jukir yang bersedia akan langsung difasilitasi pembukaan rekening dan ATM Bank Jatim. Sebaliknya, mereka yang menolak akan ditertibkan hingga penggantian personel.

WhatsApp Image 2026-04-27 at 17.58.14
Petugas parkir digital saat ini bertambah di hampir seluruh wilayah Surabaya. Total ada 711 petugas parkir saat ini. (Foto: istimewa)

“Parkir digital berbasis non-tunai merupakan kebutuhan warga yang kini tengah diwujudkan. Sistem ini sekaligus menindaklanjuti aspirasi masyarakat agar pembayaran lebih transparan, akuntabel, serta meminimalkan potensi saling menyalahkan,” tegasnya.

Dalam implementasinya, masyarakat diberikan kemudahan melalui tiga skema pembayaran, yakni QRIS, kartu elektronik (e-money), serta inovasi terbaru berupa voucher parkir.

Voucher ini bisa dibeli dan digunakan di seluruh titik parkir jalan umum. Saat ini distribusi dilakukan melalui ritel modern, pembelian daring di nomor 087871731465, maupun pengambilan langsung di Kantor Dishub.

“Seluruh transaksi tercatat digital dan langsung terhubung rekening petugas. Dalam skema ini, petugas memperoleh porsi 40 persen dari setiap transaksi, termasuk dari voucher,” tuturnya.

Sistem ini kini tidak hanya menjangkau titik strategis seperti Balai Kota dan Taman Bungkul, tetapi juga diperluas ke ruas-ruas baru.

Area yang baru masuk sistem digital antara lain Jalan Ngagel Jaya, Ngagel Jaya Barat, Pucang Anom Permai, Wonokromo, Raya Darmo Satelit, hingga Kupang Baru. Secara keseluruhan, parkir digital kini telah hadir di berbagai zona mulai dari kawasan Genteng, Ketabang, Undaan, hingga wilayah Surabaya Utara seperti Pabean Cantian. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait