22 March 2026, 3:36 AM WIB

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat perlu memperhatikan aspek kesehatan agar perjalanan berjalan lancar dan terhindar dari penyakit.

Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya mengimbau agar mewaspadai berbagai penyakit menular yang dapat menyebar saat musim mudik, seperti campak dan Tuberkulosis (TB).

“Sesuai dengan arahan dari pusat, kami menerbitkan nota dinas untuk kewaspadaan penyakit menular yang perlu diwaspadai seperti campak dan TB. Kepala wilker juga sudah melakukan sosialisasi dan edukasi ke semua lintas sektor terkait gejala, pencegahan dan penanganannya,” tutur Kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan, Sabtu (21/3).

Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit menular tersebut, pihaknya telah menyiapkan vaksin bagi para pemudik. “Melihat situasi dan kondisi penyakit menular saat ini, beberapa vaksin yang kami rekomendasikan yakni vaksin influenza dan vaksin campak,” ujarnya.

Selain menyediakan vaksin, BBKK Surabaya juga melakukan berbagai langkah strategis untuk menangkal penyakit menular, antara lain dengan memperkuat pengawasan di pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan.

WhatsApp Image 2026-03-20 at 17.57.48 (1)
WhatsApp Image 2026-03-20 at 17.57.48 (1)

“Kami juga melakukan pengawasan langsung oleh petugas di bandara maupun pelabuhan di wilker sebagai upaya penanggulangan penyakit menular. Ikut serta aktif di berbagai posko mudik di bandara dan pelabuhan wilayah kerja BBKK Surabaya seperti bandara Juanda maupun di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,” jelasnya.

Untuk mendeteksi dini kasus penyakit menular atau kondisi kesehatan yang berpotensi menjadi masalah selama perjalanan mudik, BBKK Surabaya menerapkan sistem pemantauan kesehatan terpadu melalui skrining kesehatan bagi pelaku perjalanan lintas batas negara.

“Kami menggunakan thermal scanner di pintu kedatangan internasional, observasi visual oleh petugas di titik-titik kedatangan penumpang, serta memantau pengisian deklarasi kesehatan via aplikasi All Indonesia bagi pelaku perjalanan dari luar negeri,” jelasnya.

Sistem surveilans berbasis risiko menurutnya untuk mendeteksi penyakit menular. Selain itu pihaknya juga beroordinasi rujukan cepat ke fasilitas kesehatan apabila ditemukan kasus suspek. “Dengan sistem ini, deteksi dini dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” imbuhnya.

Rosidi juga menyebutkan bahwa terdapat lonjakan kasus penyakit tertentu yang sering muncul saat musim mudik, di antaranya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seperti flu dan batuk, diare, hipertensi, serta penyakit degeneratif lainnya, yang umumnya disebabkan oleh perubahan cuaca dan kelelahan akibat perjalanan. (ahm)

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat perlu memperhatikan aspek kesehatan agar perjalanan berjalan lancar dan terhindar dari penyakit.

Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya mengimbau agar mewaspadai berbagai penyakit menular yang dapat menyebar saat musim mudik, seperti campak dan Tuberkulosis (TB).

“Sesuai dengan arahan dari pusat, kami menerbitkan nota dinas untuk kewaspadaan penyakit menular yang perlu diwaspadai seperti campak dan TB. Kepala wilker juga sudah melakukan sosialisasi dan edukasi ke semua lintas sektor terkait gejala, pencegahan dan penanganannya,” tutur Kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan, Sabtu (21/3).

Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit menular tersebut, pihaknya telah menyiapkan vaksin bagi para pemudik. “Melihat situasi dan kondisi penyakit menular saat ini, beberapa vaksin yang kami rekomendasikan yakni vaksin influenza dan vaksin campak,” ujarnya.

Selain menyediakan vaksin, BBKK Surabaya juga melakukan berbagai langkah strategis untuk menangkal penyakit menular, antara lain dengan memperkuat pengawasan di pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan.

WhatsApp Image 2026-03-20 at 17.57.48 (1)
WhatsApp Image 2026-03-20 at 17.57.48 (1)

“Kami juga melakukan pengawasan langsung oleh petugas di bandara maupun pelabuhan di wilker sebagai upaya penanggulangan penyakit menular. Ikut serta aktif di berbagai posko mudik di bandara dan pelabuhan wilayah kerja BBKK Surabaya seperti bandara Juanda maupun di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,” jelasnya.

Untuk mendeteksi dini kasus penyakit menular atau kondisi kesehatan yang berpotensi menjadi masalah selama perjalanan mudik, BBKK Surabaya menerapkan sistem pemantauan kesehatan terpadu melalui skrining kesehatan bagi pelaku perjalanan lintas batas negara.

“Kami menggunakan thermal scanner di pintu kedatangan internasional, observasi visual oleh petugas di titik-titik kedatangan penumpang, serta memantau pengisian deklarasi kesehatan via aplikasi All Indonesia bagi pelaku perjalanan dari luar negeri,” jelasnya.

Sistem surveilans berbasis risiko menurutnya untuk mendeteksi penyakit menular. Selain itu pihaknya juga beroordinasi rujukan cepat ke fasilitas kesehatan apabila ditemukan kasus suspek. “Dengan sistem ini, deteksi dini dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” imbuhnya.

Rosidi juga menyebutkan bahwa terdapat lonjakan kasus penyakit tertentu yang sering muncul saat musim mudik, di antaranya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seperti flu dan batuk, diare, hipertensi, serta penyakit degeneratif lainnya, yang umumnya disebabkan oleh perubahan cuaca dan kelelahan akibat perjalanan. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait