14 March 2026, 2:34 AM WIB

Pemudik Diperkirakan 143 Juta Orang, Operasi Ketupat Kerahkan 161.243 Personel

spot_img

METROTODAY, JAKARTA – Sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri, peningkatan jumlah penumpang mulai terlihat pada sejumlah moda transportasi. Kementerian Perhubungan memperkirakan, jumlah pergerakan masyarakat pada Lebaran tahun ini mencapai lebih dari 140 juta orang.

Berdasar hasil survei potensi pergerakan pada Angkutan Lebaran Tahun 2026, angka perkiraan pergerakan masyarakat mencapai 50,60 % penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang. Angka itu menurun 1,75 % dibandingkan hasil survei Angkutan Lebaran Tahun 2025 sekitar 146 juta orang.

Namun, dalam realisasinya, jumlah pergerakan pada tahun 2025 justru mencapai 154 juta orang. ”Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat pada masa Lebaran cenderung melampaui angka yang diperkirakan dalam survei,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

Dudy menyatakan kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi angkutan Lebaran 2026. Pemerintah telah melakukan berbagai persiapan sarana dan prasarana transportasi, baik darat, laut, udara dan penyeberangan. Juga ada pemeriksaan kelaikan setiap moda transportasi, pemberlakuan stimulus ekonomi melalui pemberian diskon tarif tiket pesawat, kapal laut, kereta api dan penyeberangan, penyelenggaraan mudik gratis, pemberlakukan work from anywhere (WFA), kebijakan rekayasa lalu lintas, penyediaan armada tambahan, hingga pengaturan operasional kendaraan angkutan barang.

Kementerian Perhubungan juga melakukan operasi berbasis digital dalam pemantauan angkutan Lebaran. Yakni, melalui pelaporan simpul dan jaringan transportasi, surveillance pergerakan sarana, live streaming drone, pantauan kecelakaan, hingga pengaduan masyarakat. ”Pemantauan juga meliputi cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta pantauan 7.159 CCTV bekerja sama dengan pemerintah daerah, BUMN, dan swasta,” paparnya.

Operasi Ketupat 2026

Hari ini, Jumat (13/3/2026), Kepolisian RI mulai melakukan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Operasi pengamanan akan berlangsung selama 13 hari atau hingga 25 Maret 2026.

Operasi pengamanan tersebut melibatkan 161.243 personel gabungan dari Polri, TNI, serta berbagai kementerian dan lembaga terkait. Polri menyiapkan 2.746 pos yang terdiri atas 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu.

Selain itu, ada 185.607 objek yang tersebar di berbagai wilayah yang menjadi fokus pengamanan. Mulai terminal, bandara, stasiun kereta, masjid dan lokasi salat Idul Fitri, hingga objek wisata. (red/MT)

spot_img

METROTODAY, JAKARTA – Sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri, peningkatan jumlah penumpang mulai terlihat pada sejumlah moda transportasi. Kementerian Perhubungan memperkirakan, jumlah pergerakan masyarakat pada Lebaran tahun ini mencapai lebih dari 140 juta orang.

Berdasar hasil survei potensi pergerakan pada Angkutan Lebaran Tahun 2026, angka perkiraan pergerakan masyarakat mencapai 50,60 % penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang. Angka itu menurun 1,75 % dibandingkan hasil survei Angkutan Lebaran Tahun 2025 sekitar 146 juta orang.

Namun, dalam realisasinya, jumlah pergerakan pada tahun 2025 justru mencapai 154 juta orang. ”Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat pada masa Lebaran cenderung melampaui angka yang diperkirakan dalam survei,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

Dudy menyatakan kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi angkutan Lebaran 2026. Pemerintah telah melakukan berbagai persiapan sarana dan prasarana transportasi, baik darat, laut, udara dan penyeberangan. Juga ada pemeriksaan kelaikan setiap moda transportasi, pemberlakuan stimulus ekonomi melalui pemberian diskon tarif tiket pesawat, kapal laut, kereta api dan penyeberangan, penyelenggaraan mudik gratis, pemberlakukan work from anywhere (WFA), kebijakan rekayasa lalu lintas, penyediaan armada tambahan, hingga pengaturan operasional kendaraan angkutan barang.

Kementerian Perhubungan juga melakukan operasi berbasis digital dalam pemantauan angkutan Lebaran. Yakni, melalui pelaporan simpul dan jaringan transportasi, surveillance pergerakan sarana, live streaming drone, pantauan kecelakaan, hingga pengaduan masyarakat. ”Pemantauan juga meliputi cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta pantauan 7.159 CCTV bekerja sama dengan pemerintah daerah, BUMN, dan swasta,” paparnya.

Operasi Ketupat 2026

Hari ini, Jumat (13/3/2026), Kepolisian RI mulai melakukan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Operasi pengamanan akan berlangsung selama 13 hari atau hingga 25 Maret 2026.

Operasi pengamanan tersebut melibatkan 161.243 personel gabungan dari Polri, TNI, serta berbagai kementerian dan lembaga terkait. Polri menyiapkan 2.746 pos yang terdiri atas 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu.

Selain itu, ada 185.607 objek yang tersebar di berbagai wilayah yang menjadi fokus pengamanan. Mulai terminal, bandara, stasiun kereta, masjid dan lokasi salat Idul Fitri, hingga objek wisata. (red/MT)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait