Eri Cahyadi Kecewa Pekerjaan Jalan di Bratang Binangun Berantakan, Tegur Keras Kontraktor

METROTODAY, SURABAYA – Kondisi pekerjaan jalan di kawasan Bratang Binangun yang terlihat berantakan dan mengganggu arus lalu lintas memicu kemarahan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Ia langsung meninjau lokasi, menegur keras kontraktor, sekaligus memohon maaf kepada warga atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Dalam video yang beredar, Eri terlihat kecewa melihat gundukan tanah yang tidak rapi di badan jalan utama serta pengelolaan jalur yang dinilai sembarangan.

“Seperti ini bentuknya apa? Ini kan jalan utama! Di mana kontraktornya? Apa pekerjaanmu? Kamu membuat kemacetan seperti ini,” tegasnya, Jumat (6/11).

Kondisi pengerjaan jalan di Bratang Binangun yang tampak amburadul. (Foto: Istimewa)

Eri menegaskan, jika ada kendala atau peralatan tidak memungkinkan, jalur harus ditutup dan dijaga dengan baik, bukan ditinggalkan begitu saja.

“Kalau ada kendala, dan ternyata peralatannya tidak bisa digunakan, ya sudah, tutup jalan dan jaga. Jangan ditinggal begitu saja sesuka hati,” ucapnya.

Sebagai tenaga teknik, Eri juga menyoroti cara pengerjaan yang dinilai tidak sesuai prosedur. Pekerjaan yang seharusnya rapi justru berantakan dan ditinggal tanpa pengawasan.

“Saya juga berlatar belakang teknik, kamu juga orang teknik. Kok ditinggal begitu saja? Saya tidak sekadar mengurusi pekerjaan, saya mengurusi rakyat. Ada warga yang merasa terganggu,” katanya.

Eri menjelaskan, pengerjaan di kawasan tersebut justru dipercepat karena wilayah itu kerap tergenang air saat hujan turun.

Tujuannya agar warga tidak lagi mengalami banjir di musim hujan mendatang. Namun, komunikasi dan pengelolaan jalur yang kurang baik membuat warga salah paham.

“Warga tidak mengerti, mereka mengira kami hanya menghamburkan anggaran. Padahal kawasan ini sering banjir, makanya dikerjakan sekarang dan dipercepat agar ke depannya tidak ada lagi genangan di sini,” jelasnya.

Ia meminta agar penanggung jawab, baik dari dinas terkait maupun kontraktor, selalu hadir di lokasi saat dibutuhkan.

Setiap pekerjaan memiliki tahapan dan jadwal yang harus dipatuhi, termasuk pengamanan jalur saat terjadi kendala.

“Itulah sebabnya kalau ada kendala, segera tutup jalan. Pekerjaan punya tahapan dan jam kerjanya. Kalau ada masalah, tangani dengan menutup jalur, bukan dibiarkan terbuka dan berantakan,” tegasnya.

Di akhir, Eri menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh warga Surabaya atas ketidaknyamanan selama masa pengerjaan.

Ia berharap kerja keras ini membawa hasil yang bermanfaat bagi warga. “Yang penting, insyaallah kawasan ini tidak akan banjir lagi,” pungkas Eri.

Mendapat teguran tersebut, pihak pelaksana memohon maaf dan menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan pekerjaan dengan hasil terbaik. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Kondisi pekerjaan jalan di kawasan Bratang Binangun yang terlihat berantakan dan mengganggu arus lalu lintas memicu kemarahan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Ia langsung meninjau lokasi, menegur keras kontraktor, sekaligus memohon maaf kepada warga atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Dalam video yang beredar, Eri terlihat kecewa melihat gundukan tanah yang tidak rapi di badan jalan utama serta pengelolaan jalur yang dinilai sembarangan.

“Seperti ini bentuknya apa? Ini kan jalan utama! Di mana kontraktornya? Apa pekerjaanmu? Kamu membuat kemacetan seperti ini,” tegasnya, Jumat (6/11).

Kondisi pengerjaan jalan di Bratang Binangun yang tampak amburadul. (Foto: Istimewa)

Eri menegaskan, jika ada kendala atau peralatan tidak memungkinkan, jalur harus ditutup dan dijaga dengan baik, bukan ditinggalkan begitu saja.

“Kalau ada kendala, dan ternyata peralatannya tidak bisa digunakan, ya sudah, tutup jalan dan jaga. Jangan ditinggal begitu saja sesuka hati,” ucapnya.

Sebagai tenaga teknik, Eri juga menyoroti cara pengerjaan yang dinilai tidak sesuai prosedur. Pekerjaan yang seharusnya rapi justru berantakan dan ditinggal tanpa pengawasan.

“Saya juga berlatar belakang teknik, kamu juga orang teknik. Kok ditinggal begitu saja? Saya tidak sekadar mengurusi pekerjaan, saya mengurusi rakyat. Ada warga yang merasa terganggu,” katanya.

Eri menjelaskan, pengerjaan di kawasan tersebut justru dipercepat karena wilayah itu kerap tergenang air saat hujan turun.

Tujuannya agar warga tidak lagi mengalami banjir di musim hujan mendatang. Namun, komunikasi dan pengelolaan jalur yang kurang baik membuat warga salah paham.

“Warga tidak mengerti, mereka mengira kami hanya menghamburkan anggaran. Padahal kawasan ini sering banjir, makanya dikerjakan sekarang dan dipercepat agar ke depannya tidak ada lagi genangan di sini,” jelasnya.

Ia meminta agar penanggung jawab, baik dari dinas terkait maupun kontraktor, selalu hadir di lokasi saat dibutuhkan.

Setiap pekerjaan memiliki tahapan dan jadwal yang harus dipatuhi, termasuk pengamanan jalur saat terjadi kendala.

“Itulah sebabnya kalau ada kendala, segera tutup jalan. Pekerjaan punya tahapan dan jam kerjanya. Kalau ada masalah, tangani dengan menutup jalur, bukan dibiarkan terbuka dan berantakan,” tegasnya.

Di akhir, Eri menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh warga Surabaya atas ketidaknyamanan selama masa pengerjaan.

Ia berharap kerja keras ini membawa hasil yang bermanfaat bagi warga. “Yang penting, insyaallah kawasan ini tidak akan banjir lagi,” pungkas Eri.

Mendapat teguran tersebut, pihak pelaksana memohon maaf dan menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan pekerjaan dengan hasil terbaik. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait