METROTODAY, SURABAYA – Laporan warga mengenai dugaan pelanggaran di kawasan wisata Ampel dan Pasar Blauran membuat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memperingatkan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk memperketat pengawasan.
Warga melaporkan adanya penarikan tarif parkir Rp 5 ribu serta penggunaan lahan parkir yang tidak sesuai aturan dan hal ini terjadi meski petugas Dishub berada di lokasi.
Dalam evaluasi bersama jajaran Dishub, Eri menampilkan rekaman video kiriman warga yang memperlihatkan pelanggaran tersebut. Ia mempertanyakan efektivitas pengawasan petugas, terutama ketika pelanggaran tetap terjadi di depan mata petugas resmi.
“Kalau ada jukir liar, bukan berarti anak-anak Dishub diam saja. Saya tidak mau kejadian ini terulang lagi. Saya beri kewenangan untuk bertindak tegas,” kata Eri, Kamis (15/10).
Eri meminta pimpinan Dishub mengevaluasi kinerja petugas di lapangan, termasuk mempertimbangkan pergantian personel yang dinilai tidak mampu menjalankan tugas.
Ia juga menegaskan agar juru parkir yang tidak bisa bekerja dengan benar diganti, dan prioritas diberikan kepada warga setempat yang membutuhkan pekerjaan.
“Ganti juru parkirnya kalau memang tidak bisa bekerja dengan benar. Pilih sendiri warga Surabaya. Warga Surabaya juga membutuhkan pekerjaan,” ujarnya.
Selain penataan petugas, Eri menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan agar pelanggaran tidak terulang. Di sisi lain, ia sangat mengapresiasi warga yang aktif melaporkan dugaan pelanggaran melalui rekaman video.
“Saya berterima kasih kepada warga yang mengirimkan video. Semakin kita bersama-sama menjaga Surabaya, kota ini bisa semakin tertib dan aman,” pungkasnya. (ahm)
METROTODAY, SURABAYA – Laporan warga mengenai dugaan pelanggaran di kawasan wisata Ampel dan Pasar Blauran membuat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memperingatkan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk memperketat pengawasan.
Warga melaporkan adanya penarikan tarif parkir Rp 5 ribu serta penggunaan lahan parkir yang tidak sesuai aturan dan hal ini terjadi meski petugas Dishub berada di lokasi.
Dalam evaluasi bersama jajaran Dishub, Eri menampilkan rekaman video kiriman warga yang memperlihatkan pelanggaran tersebut. Ia mempertanyakan efektivitas pengawasan petugas, terutama ketika pelanggaran tetap terjadi di depan mata petugas resmi.
“Kalau ada jukir liar, bukan berarti anak-anak Dishub diam saja. Saya tidak mau kejadian ini terulang lagi. Saya beri kewenangan untuk bertindak tegas,” kata Eri, Kamis (15/10).
Eri meminta pimpinan Dishub mengevaluasi kinerja petugas di lapangan, termasuk mempertimbangkan pergantian personel yang dinilai tidak mampu menjalankan tugas.
Ia juga menegaskan agar juru parkir yang tidak bisa bekerja dengan benar diganti, dan prioritas diberikan kepada warga setempat yang membutuhkan pekerjaan.
“Ganti juru parkirnya kalau memang tidak bisa bekerja dengan benar. Pilih sendiri warga Surabaya. Warga Surabaya juga membutuhkan pekerjaan,” ujarnya.
Selain penataan petugas, Eri menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan agar pelanggaran tidak terulang. Di sisi lain, ia sangat mengapresiasi warga yang aktif melaporkan dugaan pelanggaran melalui rekaman video.
“Saya berterima kasih kepada warga yang mengirimkan video. Semakin kita bersama-sama menjaga Surabaya, kota ini bisa semakin tertib dan aman,” pungkasnya. (ahm)