2.463 Warga Surabaya Desil 1–3 Siap Kerja, Tersedia 2.738 Lowongan dari 39 Perusahaan

METROTODAY, SURABAYA – Sebanyak 2.463 warga Surabaya yang masuk kelompok Desil 1 hingga 3 dan berusia produktif kini siap mendapatkan akses pekerjaan layak.

Langkah ini diambil Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Kota Surabaya guna memastikan warga yang paling membutuhkan segera memiliki pendapatan tetap dan kesejahteraan yang lebih baik.

Kepala Disperinaker Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyelesaikan pendataan menyeluruh terhadap kelompok sasaran tersebut. Dari hasil pendataan, tercatat tepat 2.463 orang yang membutuhkan intervensi penempatan kerja.

“Jadi 2.463 orang ini nantinya akan kita sandingkan dengan peluang kerja yang kami punya di Kota Surabaya. Ada sekitar 39 perusahaan yang nantinya dari 2.463 orang ini kita arahkan untuk melamar di 39 perusahaan tersebut,” ungkap Hebi, Minggu (13/9).

Dari kerja sama dengan 39 perusahaan mitra tersebut, tersedia total 2.738 posisi lowongan kerja yang siap diisi.

Pemkot tidak hanya sekadar menjembatani pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga memberikan pendampingan lengkap mulai dari penyusunan berkas lamaran yang memenuhi standar hingga persiapan menghadapi tahap seleksi dan wawancara.

Hebi menambahkan, para calon pekerja juga akan dibekali panduan agar mampu menonjolkan potensi dan kemampuan terbaiknya saat dipanggil perusahaan.

“Kita ajari bagaimana caranya agar berkas dan kemampuan sesuai standar. Kemudian yang kedua, ketika saat ada wawancara nanti kita akan ajari juga cara menghadapinya dengan baik,” jelasnya.

Selain pelatihan dan pendampingan, Pemkot Surabaya juga menyediakan akses digital melalui aplikasi ASSiK atau Arek Suroboyo Siap Kerjo. Setiap warga yang terdaftar dalam program ini akan dibuatkan akun pribadi, sehingga informasi panggilan tes, wawancara, hingga hasil seleksi dapat langsung diketahui melalui ponsel masing-masing.

“Nanti mereka bisa melihat lewat HP, apakah ada panggilan atau tidak, akan ada notifikasi di sana. Tujuannya memudahkan pencari kerja, sehingga jadwal wawancara, tes, dan sebagainya tidak terlewatkan,” ujar Hebi.

Pemantauan berkelanjutan juga menjadi bagian penting dari program ini. Disperinaker akan bekerja sama dengan jajaran kecamatan dan kelurahan untuk memantau perkembangan setiap pencari kerja.

Tujuannya agar penempatan kerja sesuai dengan kualifikasi, tidak terjadi penumpukan pelamar di satu tempat, serta memastikan setiap warga mendapatkan kesempatan yang setara.

“Nama-nama tersebut nanti dimonitor sebagai bahan evaluasi untuk kemudian dilaporkan kepada Wali Kota. Karena Pak Wali Kota Eri Cahyadi sangat mendukung program ini,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Sebanyak 2.463 warga Surabaya yang masuk kelompok Desil 1 hingga 3 dan berusia produktif kini siap mendapatkan akses pekerjaan layak.

Langkah ini diambil Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Kota Surabaya guna memastikan warga yang paling membutuhkan segera memiliki pendapatan tetap dan kesejahteraan yang lebih baik.

Kepala Disperinaker Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyelesaikan pendataan menyeluruh terhadap kelompok sasaran tersebut. Dari hasil pendataan, tercatat tepat 2.463 orang yang membutuhkan intervensi penempatan kerja.

“Jadi 2.463 orang ini nantinya akan kita sandingkan dengan peluang kerja yang kami punya di Kota Surabaya. Ada sekitar 39 perusahaan yang nantinya dari 2.463 orang ini kita arahkan untuk melamar di 39 perusahaan tersebut,” ungkap Hebi, Minggu (13/9).

Dari kerja sama dengan 39 perusahaan mitra tersebut, tersedia total 2.738 posisi lowongan kerja yang siap diisi.

Pemkot tidak hanya sekadar menjembatani pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga memberikan pendampingan lengkap mulai dari penyusunan berkas lamaran yang memenuhi standar hingga persiapan menghadapi tahap seleksi dan wawancara.

Hebi menambahkan, para calon pekerja juga akan dibekali panduan agar mampu menonjolkan potensi dan kemampuan terbaiknya saat dipanggil perusahaan.

“Kita ajari bagaimana caranya agar berkas dan kemampuan sesuai standar. Kemudian yang kedua, ketika saat ada wawancara nanti kita akan ajari juga cara menghadapinya dengan baik,” jelasnya.

Selain pelatihan dan pendampingan, Pemkot Surabaya juga menyediakan akses digital melalui aplikasi ASSiK atau Arek Suroboyo Siap Kerjo. Setiap warga yang terdaftar dalam program ini akan dibuatkan akun pribadi, sehingga informasi panggilan tes, wawancara, hingga hasil seleksi dapat langsung diketahui melalui ponsel masing-masing.

“Nanti mereka bisa melihat lewat HP, apakah ada panggilan atau tidak, akan ada notifikasi di sana. Tujuannya memudahkan pencari kerja, sehingga jadwal wawancara, tes, dan sebagainya tidak terlewatkan,” ujar Hebi.

Pemantauan berkelanjutan juga menjadi bagian penting dari program ini. Disperinaker akan bekerja sama dengan jajaran kecamatan dan kelurahan untuk memantau perkembangan setiap pencari kerja.

Tujuannya agar penempatan kerja sesuai dengan kualifikasi, tidak terjadi penumpukan pelamar di satu tempat, serta memastikan setiap warga mendapatkan kesempatan yang setara.

“Nama-nama tersebut nanti dimonitor sebagai bahan evaluasi untuk kemudian dilaporkan kepada Wali Kota. Karena Pak Wali Kota Eri Cahyadi sangat mendukung program ini,” pungkasnya. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait