Usai Tugas Pengibaran Bendera, Paskibraka Surabaya Ditunjuk Jadi Duta Kampung Pancasila 2027

Cak Eri menegaskan bahwa Paskibraka bukan sekadar pasukan pengibar bendera. Para anggotanya telah ditempa dengan kedisiplinan, kepemimpinan, kekompakan, serta kemampuan untuk saling menghargai dan menguatkan satu sama lain.

Sejak 2022 hingga 2026, tercatat lima angkatan Paskibraka Surabaya dengan sekitar 100 orang per angkatan. Sebuah potensi besar yang harus terus dimanfaatkan.

“Ketika kalian kembali ke rumah masing-masing, semangat Paskibraka jangan pernah luntur. Jadilah pemuda yang berani menjadi pelopor untuk mempertahankan kemerdekaan, menjaga keamanan, kebersamaan, dan kekeluargaan di Kota Surabaya,” ujarnya.

Wali Kota Eri juga menekankan bahwa proses pendidikan selama sekitar dua pekan tidak hanya membentuk kemampuan fisik, tetapi terutama mental para anggota.

Mereka dilatih untuk memahami karakter satu sama lain, saling mengingatkan ketika ada kesalahan, dan saling menguatkan saat menghadapi kesulitan.

“Yang paling penting bukan hanya fisiknya, tetapi mental. Bagaimana kalian saling menghargai, memahami karakter satu sama lain, saling mengingatkan ketika ada kesalahan, dan saling menguatkan ketika ada yang terjatuh,” tuturnya.

Pengalaman menjadi Paskibraka, menurut Eri, adalah langkah awal membentuk generasi muda yang bermental kuat dan berjiwa kepemimpinan.

“Pemimpin itu bukan orang yang merasa paling hebat atau paling baik. Pemimpin adalah orang yang mampu membangun tim yang kuat dan besar,” pungkasnya. (ahm)

Cak Eri menegaskan bahwa Paskibraka bukan sekadar pasukan pengibar bendera. Para anggotanya telah ditempa dengan kedisiplinan, kepemimpinan, kekompakan, serta kemampuan untuk saling menghargai dan menguatkan satu sama lain.

Sejak 2022 hingga 2026, tercatat lima angkatan Paskibraka Surabaya dengan sekitar 100 orang per angkatan. Sebuah potensi besar yang harus terus dimanfaatkan.

“Ketika kalian kembali ke rumah masing-masing, semangat Paskibraka jangan pernah luntur. Jadilah pemuda yang berani menjadi pelopor untuk mempertahankan kemerdekaan, menjaga keamanan, kebersamaan, dan kekeluargaan di Kota Surabaya,” ujarnya.

Wali Kota Eri juga menekankan bahwa proses pendidikan selama sekitar dua pekan tidak hanya membentuk kemampuan fisik, tetapi terutama mental para anggota.

Mereka dilatih untuk memahami karakter satu sama lain, saling mengingatkan ketika ada kesalahan, dan saling menguatkan saat menghadapi kesulitan.

“Yang paling penting bukan hanya fisiknya, tetapi mental. Bagaimana kalian saling menghargai, memahami karakter satu sama lain, saling mengingatkan ketika ada kesalahan, dan saling menguatkan ketika ada yang terjatuh,” tuturnya.

Pengalaman menjadi Paskibraka, menurut Eri, adalah langkah awal membentuk generasi muda yang bermental kuat dan berjiwa kepemimpinan.

“Pemimpin itu bukan orang yang merasa paling hebat atau paling baik. Pemimpin adalah orang yang mampu membangun tim yang kuat dan besar,” pungkasnya. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait