METROTODAY, SURABAYA – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya yang juga Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menegaskan soliditas kader dan kedekatan dengan masyarakat menjadi kunci utama menjelang Pemilu 2029.
Saat membuka Musyawarah Ranting (Musran), ia mengajak seluruh jajaran hingga tingkat kelurahan untuk bersatu, bekerja tulus, dan mengabaikan provokasi pihak luar.
Armuji yang akrab disapa Cak Ji menyebut ranting sebagai ujung tombak partai. Kekuatan di tingkat paling bawah akan menentukan kemenangan mendatang.
“Sebagai ujung tombak partai, ranting harus mampu menarik hati rakyat. Kalau kompak, solid, dan bekerja untuk masyarakat, saya yakin kita bisa memenangkan kembali pertarungan 2029,” ujarnya, Minggu (4/10).

Musran ini sekaligus menetapkan kepengurusan baru yang menjadi garda terdepan melayani warga dan menyerap aspirasi. Armuji mengingatkan bahwa kekuatan sejati partai terletak pada kemampuan kader turun ke lapangan, mendengar, dan memperjuangkan kebutuhan rakyat.
“Yang penting kita bekerja untuk rakyat. Kita mau mendengar, melihat ke bawah, karena masih banyak rakyat yang membutuhkan bantuan dan pertolongan kita. Kita harus turun dan membantu,” tegasnya.
Dengan struktur lengkap dari pusat hingga daerah serta perwakilan di lembaga legislatif dan eksekutif, seluruh jajaran diminta memanfaatkan kekuatan itu untuk kepentingan masyarakat, bukan sebaliknya. Ia juga meminta kader tidak terpancing isu adu domba maupun ejekan dari pihak lain.
“Makanya, kalau ada partai-partai baru yang mengejek-ngejek PDI, yang mengadu domba kita, itu abaikan saja. Yang penting kita bekerja untuk rakyat. Kita mendengar, kita melihat ke bawah. Di sana masih ada rakyat kita yang butuh bantuan,” tegasnya.
DPC PDI Perjuangan Surabaya tidak memberi ruang bagi kader yang terlibat pungutan liar, percaloan, penyalahgunaan bantuan, hingga permainan proyek dan jual beli rekrutmen tenaga kerja. Siapa pun yang terbukti melakukan hal tersebut akan dijatuhi sanksi berat hingga pemecatan.
“Kalau sampai ketahuan menarik uang, bermain proyek, menjanjikan orang masuk outsourcing lalu meminta imbalan, dan itu terbukti setelah diverifikasi, maka kami tidak segan-segan memberikan sanksi tegas hingga pemecatan,” ujar Armuji.
Langkah ini menurutnya untuk menjaga marwah partai sekaligus memastikan kesalahan yang pernah terjadi tidak terulang kembali. (ahm)


