Tunjungan Romansa Jadi Pilot Project Parkir Kawasan Wisata dengan Sistem Non Tunai

METROTODAY, SURABAYA – Mulai Jumat (14/8) pukul 15.15 WIB, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya resmi menerapkan sistem parkir kawasan wisata di Jalan Tanjung Anom, kawasan Tunjungan Romansa. Dilengkapi mesin karcis otomatis dan portal pembatas, pengelolaan kini berjalan lebih tertata dengan pembayaran sepenuhnya non tunai.

Kepala Dishub Kota Surabaya, Tri Wahyu Bowo, menjelaskan penataan ini bertujuan meningkatkan ketertiban sekaligus kenyamanan pengunjung. “Tidak hanya dilengkapi mesin tiket, akses masuk kendaraan juga diperbaiki untuk mempermudah keluar masuk kendaraan,” ujarnya, Sabtu (15/8).

Ke-14 juru parkir di kawasan tersebut telah disosialisasikan dan menyepakati pengaturan baru mereka bertugas mengatur kendaraan, sedangkan semua transaksi pembayaran terpusat di gerbang masuk. Pembayaran dapat dilakukan melalui QRIS serta kartu uang elektronik atau e-Tol.

Pemberlakuan sistem parkir non tunai di Jalan Tanjung Anom di kawasan Tunjungan yang diterapkan sejak Jumat (14/8). (Foto: istimewa)

“Alhamdulillah petugas parkir itu mau menggunakan pola kami untuk dijadikan satu menjadi gate parkir. Nantinya, bagi hasilnya tetap rasio 60 banding 40 dan mereka meminta penyaluran dilakukan setiap dua minggu sekali,” kata Trio.

Sekitar 500 warga di sekitar Tanjung Anom tidak dikenakan biaya parkir. Saat ini diberikan kartu identitas sementara yang nantinya akan digantikan sistem RFID yang mencatat data kendaraan warga. “Jadi nanti kalau warga Tanjung Anom keluar masuk, tunjukkan kartu ini bebas biaya,” paparnya.

Pengecualian khusus yakni pengantar dan penjemput di SMP Negeri 4 Surabaya bebas biaya selama maksimal 15–30 menit lebih dari itu dikenakan tarif. Selain itu jemaat gereja yang beribadah tidak dikenakan retribusi, kemudian ojek online, taksi online dan taksi. Bebas retribusi jika berhenti tidak lebih dari 10 menit.

“Sudah sosialisasi juga dengan warga, mereka tidak keberatan. Begitu juga dengan jemaat di gereja kalau tujuannya ibadah, kami berlakukan gratis,” tuturnya.

METROTODAY, SURABAYA – Mulai Jumat (14/8) pukul 15.15 WIB, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya resmi menerapkan sistem parkir kawasan wisata di Jalan Tanjung Anom, kawasan Tunjungan Romansa. Dilengkapi mesin karcis otomatis dan portal pembatas, pengelolaan kini berjalan lebih tertata dengan pembayaran sepenuhnya non tunai.

Kepala Dishub Kota Surabaya, Tri Wahyu Bowo, menjelaskan penataan ini bertujuan meningkatkan ketertiban sekaligus kenyamanan pengunjung. “Tidak hanya dilengkapi mesin tiket, akses masuk kendaraan juga diperbaiki untuk mempermudah keluar masuk kendaraan,” ujarnya, Sabtu (15/8).

Ke-14 juru parkir di kawasan tersebut telah disosialisasikan dan menyepakati pengaturan baru mereka bertugas mengatur kendaraan, sedangkan semua transaksi pembayaran terpusat di gerbang masuk. Pembayaran dapat dilakukan melalui QRIS serta kartu uang elektronik atau e-Tol.

Pemberlakuan sistem parkir non tunai di Jalan Tanjung Anom di kawasan Tunjungan yang diterapkan sejak Jumat (14/8). (Foto: istimewa)

“Alhamdulillah petugas parkir itu mau menggunakan pola kami untuk dijadikan satu menjadi gate parkir. Nantinya, bagi hasilnya tetap rasio 60 banding 40 dan mereka meminta penyaluran dilakukan setiap dua minggu sekali,” kata Trio.

Sekitar 500 warga di sekitar Tanjung Anom tidak dikenakan biaya parkir. Saat ini diberikan kartu identitas sementara yang nantinya akan digantikan sistem RFID yang mencatat data kendaraan warga. “Jadi nanti kalau warga Tanjung Anom keluar masuk, tunjukkan kartu ini bebas biaya,” paparnya.

Pengecualian khusus yakni pengantar dan penjemput di SMP Negeri 4 Surabaya bebas biaya selama maksimal 15–30 menit lebih dari itu dikenakan tarif. Selain itu jemaat gereja yang beribadah tidak dikenakan retribusi, kemudian ojek online, taksi online dan taksi. Bebas retribusi jika berhenti tidak lebih dari 10 menit.

“Sudah sosialisasi juga dengan warga, mereka tidak keberatan. Begitu juga dengan jemaat di gereja kalau tujuannya ibadah, kami berlakukan gratis,” tuturnya.

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait