METROTODAY, SIDOARJO – Jajaran direksi baru Perumda Delta Tirta Sidoarjo resmi mulai bekerja. Lima tahun ke depan menjadi periode penting bagi perusahaan daerah tersebut untuk meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Sejumlah target besar telah dipasang. Mulai menekan tingkat kehilangan air, memperluas cakupan pelayanan, hingga menambah jumlah pelanggan secara signifikan.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak kinerja dan surat pernyataan direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo masa kerja 2026–2031. Penandatanganan berlangsung di Pendopo Delta Wibawa pada Kamis (3/9). Seluruh jajaran direksi kompak berkomitmen yang sama.
Kontrak kinerja tersebut menjadi pijakan bagi jajaran direksi dalam menjalankan roda perusahaan selama lima tahun ke depan. Target yang telah disusun tidak hanya berkaitan dengan capaian bisnis perusahaan. Namun, juga menyangkut peningkatan kualitas pelayanan air bersih yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Mohammad Ainur Rohman mengatakan, kontrak kinerja harus menjadi komitmen nyata jajaran direksi. Terutama untuk membenahi berbagai persoalan yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi Perumda Delta Tirta.
”Yang paling penting adalah kualitas pelayanan. Apa yang menjadi kekurangan harus bisa diperbaiki, termasuk bagaimana memperkecil tingkat kehilangan airnya. Harapannya target-target yang sudah ditetapkan bisa segera tercapai,” ujarnya.

Menurut Ainur, tingkat kehilangan air atau tingkat kebocoran menjadi salah satu indikator penting untuk melihat keberhasilan kinerja perusahaan. Semakin kecil kehilangan air, semakin optimal pula air yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Karena itu, penurunan tingkat kehilangan air tidak boleh hanya menjadi target di atas kertas. Perlu ada langkah perbaikan yang terukur dan dilakukan secara konsisten. Sehingga semakin sedikit air yang terbuang percuma.
“Kalau tingkat kehilangan air bisa ditekan, itu menjadi salah satu ukuran keberhasilan kinerja. Semua tentu kembali pada bagaimana pelaksanaan kontrak kinerja tersebut,” katanya.
Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo Luhur Pambudi Mulyono menyatakan, seluruh target yang tercantum dalam kontrak kinerja telah dipersiapkan untuk menjadi arah kerja perusahaan selama lima tahun ke depan. Pelaksanaan target tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan sekaligus kebutuhan pelayanan masyarakat.
”Target yang ada sudah kita persiapkan untuk lima tahun ke depan dan harus kita laksanakan untuk mencapai target tersebut. Kontraknya sudah jelas dan tentu ada konsekuensinya terhadap capaian kinerja,” ujarnya.
Salah satu fokus utama jajaran direksi baru adalah menekan kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW). Persoalan kehilangan air menjadi tantangan yang harus ditangani agar air yang disalurkan perusahaan dapat memberikan manfaat secara maksimal.
Luhur mengatakan, sejumlah langkah teknis sudah disiapkan untuk mengurangi kehilangan air. Salah satunya melalui pengaturan tekanan air atau pressure pada jaringan distribusi yang dimiliki.

Pengaturan tekanan dinilai penting untuk menjaga kondisi jaringan, sekaligus untuk mengurangi potensi kebocoran. Dengan tekanan yang lebih terkontrol, air yang telah diproduksi dapat didistribusikan secara lebih optimal kepada masyarakat.
”Contohnya, untuk kebocoran, kita harus mengatur pressure. Ini salah satu upaya untuk menekan kehilangan air sehingga air yang sudah diproduksi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pelayanan masyarakat,” jelas Luhur.
Namun, pekerjaan rumah Delta Tirta tidak berhenti pada persoalan kebocoran. Perusahaan juga dituntut memperluas cakupan pelayanan air bersih. Saat ini, cakupan pelayanan masyarakat masih berada di kisaran 30 persen. Perlu diperbanyak lagi.
Angka tersebut ditargetkan terus meningkat dalam lima tahun mendatang. Bahkan, cakupan pelayanan diharapkan dapat mendekati atau melampaui angka 50 persen. Dengan begitu, semakin banyak masyarakat yang merasakan layanannya.
Perluasan cakupan pelayanan tentu membutuhkan pengembangan jaringan dan penambahan sambungan baru. Karena itu, peningkatan jumlah pelanggan menjadi salah satu target utama yang harus dikejar oleh jajaran direksi.
Dalam lima tahun ke depan, Delta Tirta menargetkan jumlah sambungan pelanggan dapat mencapai sekitar 90 ribu. Target tersebut cukup besar jika dibandingkan dengan kondisi pelayanan saat ini.
”Untuk cakupan pelayanan, targetnya 90 ribu sampai lima tahun ke depan. Saat ini masih sekitar 21 ribu target hingga tahun ini, sehingga ini menjadi pekerjaan besar yang harus kami lakukan secara bertahap,” ungkap Luhur. Namun, dirinya optimistis.
Target tersebut menunjukkan besarnya pekerjaan yang harus dilakukan selama masa kerja direksi baru. Perluasan jaringan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan. Jangan sampai pertumbuhan pelanggan tidak diikuti kemampuan perusahaan menjaga kontinuitas dan kualitas distribusi air.

Selain pengembangan jaringan, keberadaan sumber air Umbulan juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan pelayanan air bersih di Sidoarjo. Ketersediaan sumber air tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu penopang peningkatan kapasitas pelayanan perusahaan ke depan.
Pengelolaan sumber daya air dan jaringan distribusi juga akan terus diperkuat. Dengan begitu, kapasitas pelayanan dapat ditingkatkan secara bertahap dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Bagi direksi baru, target lima tahun tersebut menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab. Kontrak kinerja yang telah ditandatangani menjadi acuan dalam mengukur capaian perusahaan selama masa kerja 2026–2031.
Luhur menegaskan, seluruh program dan target yang disiapkan pada akhirnya memiliki tujuan utama yang sama, yakni memberikan pelayanan air bersih yang semakin baik kepada masyarakat Sidoarjo. Sehingga semakin minim aduan.
“Yang utama adalah bagaimana pelayanan kepada masyarakat semakin baik, karena hal ini juga masuk di visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo,” tutupnya. (mt)


